28 April 2008

14

Darimana Pengunjung EkoNurhuda.com?

Pernahkah Anda iseng-iseng mencari tahu dari mana sih asalnya pengunjung blog Anda? Kalau pertanyaan itu ditujukan pada saya, maka jawabannya ada dua. Jawaban pertama, kalau dulu saya tidak pernah ambil pusing dengan asal pengunjung blog-blog saya. Yang penting saya menulis, menulis dan menulis posting. Jawaban kedua, akhir-akhir ini saya sering sekali mengintip asal-usul kedatangan pengunjung blog ini. Terutama sekali setelah saya memasang feed langsung dari Feedjit yang saya pasang di sidebar kanan.

Ya, awalnya saya sangat tidak peduli sama asal pengunjung. Bahkan saya tidak tahu apakah blog saya dikunjungi orang atau tidak. :P Kemudian saya tahu Sitemeter, dan lantas memakai jasa layanan perekam jejaknya yang ternyata sangat luar biasa. Dari Sitemeter saya jadi tahu jumlah pengunjung blog ini (dan juga blog saya yang lain) dan statistik lainnya, seperti lama berkunjung, jumlah halaman yang dibuka, serta tentu saja asal-usul pengunjung. Namun begitu Sitemeter belum mampu mengusik minat saya untuk melacak sumber kedatangan tamu-tamu blog ini. Sampai suatu ketika saya memakai jasa Feedjit. Nah, mulai sejak saat itulah saya mulai penasaran dengan asal-usul pengunjung blog-blog saya, terutama EkoNurhuda.com ini.


Feedjit adalah layanan perekam jejak yang akan mencantumkan asal kedatangan pengunjung sebuah situs/blog secara langsung. Karena letaknya yang mudah terlihat, saya jadi sering secara tidak sengaja melirik-lirik dari mana gerangan tamu saya berasal. Mula-mula kebanyakan pengunjung datang dari blog lain yang saya tahu betul kalau saya pernah meninggalkan komentar di sana. Artinya, pengunjung saya datang dengan mengklik link nama saya yang ada di komentar blog lain. Pada perkembangan selanjutnya, Feedjit menunjukkan bahwa pengunjung saya juga mulai banyak yang datang melalui search engine. Wow, ini tentu suatu berkah luar biasa.

Sekali-dua kali melihat daftar pengunjung yang datang melalui search engine (kebanyakan Google Indonesia), saya masih cuek. Pikir saya, paling juga kesasar. Eh, lama-kelamaan koq jumlahnya semakin banyak. Sayapun jadi penasaran apa yang mereka cari sampai kemudian terdampar di EkoNurhuda.com. Sejak saat itulah saya jadi sering melacak asal pengunjung melalui Sitemeter. Wuih, ternyata dari daftar 100 pengunjung terakhir lebih dari 50% berasal dari search engine. Bukan cuma Google Indonesia yang paling banyak, tapi juga Google.com dan Yahoo!Search. Tidak percaya? Coba lihat sendiri di sini.

Poin penting dari posting ini adalah, saya menemukan satu hal yang membuat blog ini keluar dalam berbagai pencarian di search engine. Apa itu? Peletakan keyword di judul posting. Terus terang saya buta tentang teknik SEO dan apakah ini memang dikenal dalam dunia SEO saya juga tidak tahu. Yang jelas beberapa advertiser di program-program paid review yang saya ikuti kerap meminta saya menuliskan keyword pilihan mereka di review yang akan ditulis. Apakah peletakan keyword di judul posting berpengaruh besar terhadap posisi sebuah blog di search engine? Silakan berbagi pengalaman dan pengetahuan di kolom komentar.

Baca Lanjutannya di sini...

26 April 2008

25

Nama Domain Gratis??? Mau Dong....

Ada-ada saja yang disediakan dunia internet. Sampai-sampai hal yang sebelumnya dianggap tidak mungkin bisa menjadi kenyataan. Salah satunya adalah apa yang ditawarkan oleh HyperWebEnable, sebuah situs penyedia nama domain .com gratisan. Ya, Anda tidak salah baca. Situs ini memang menyediakan nama domain .com gratis hanya dengan mendaftar sebagai membernya. Masuk akal tidak sih? Saya juga terus terang sulit mempercayainya, tapi ini memang nyata lho.

Secara akal sehat, apa tidak rugi ya memberikan nama domain gratis? Mana domain .com pula! Di luaran sana, harga nama domain .com paling murah dijual seharga Rp 65.000,- di situs lokal. Kalau situs luar paling murah menjual seharga $6.95 untuk nama domain berekstensi .com. Lha, ini koq bisa-bisanya memberi gratisan ya? Tapi Anda harus percaya ini. Apalagi bagi Anda yang sudah lama ingin mempunyai nama domain sendiri tapi (maaf) terbentur biaya atau karena masih banyak pertimbangan lain. HyperWebEnable adalah pilihan tepat bagi Anda. Cukup register, terus ajukan deh permohonan untuk meminta satu nama domain .com buat blog atau situs Anda.


Meskipun gratis, namun layanan yang diberikan HyperWebEnable cukup lengkap dan bisa dikatakan berkelas. Mohon maaf sebelumnya, tapi dibandingkan layanan blog gratis yang disediakan Blogger, Wordpress atau layanan situs gratis lain, maka punya HyperWebEnable berada di atas angin. Tidak percaya? Coba deh lihat daftar layanan yang mereka sediakan untuk Anda:

1. Complete free services no hidden cost.
2. Free Website like www.yourname.com.
3. Multiple free websites also provided.
4. Free web space of 1 GB.
5. Unlimited email ids for your website like (info@yahoursite.com,contact@yoursite.com).
6. PHP 4.x
7. MYSQL (Unlimited databases).
8. Unlimited Bandwidth.
9. Free 51 free scripts to install in your website(like Blog scripts,Forum scripts,Content management scripts, Wiki).
10. We install extra scripts on request.
11. Hundreds of free templates to select.
12. Technical support by email.

Bukan cuma nama domain gratis, Anda bahkan juga akan mendapat hosting gratis, bandwidth tak terbatas, serta layanan yang serasa tidak masuk akal lainnya. Dengan berbagai kelebihan ini, tak heran jika pengguna layanan HyperWebEnable tidak merasa menggunakan layanan gratis. Apalagi mereka dapat tetap memasang iklan serta berbagai program online earning lain yang dikehendaki, hal yang tidak diperbolehkan di beberapa layanan blog/situs gratis lainnya. Hmm, Jadi semakin tertarik kan? Saya juga diam-diam jadi sedikit menyesal baru mengetahui informasi ini sekarang. :p

Terus keuntungan buat HyperWebEnable sebagai penyedia jasa tersebut apa? Betul, namanya layanan gratis tentu ada timbal-baliknya buat si pemilik layanan. Nah, HyperWebEnable akan memasang 2 banner iklan dan 1 iklan teks di setiap situs/blog yang didaftarkan. Iklan banner masing-masing akan dipasang di atas dan di bawah posting pertama atau posting terbaru, sedangkan iklan teks ditempatkan di bawah halaman situs/blog. Tapi tenang, tempat-tempat strategis lain seperti header dan sidebar masih bisa Anda pasangi iklan lain, termasuk Google AdSense. Untuk itu Anda harus memberitahu pihak HyperWebEnable agar mereka memasang iklan non-GA di tempat yang menjadi hak mereka.

Gimana, keren abiz kan layanannya. Anda tertarik? Segera daftar sekarang, karena selain situs/blog gratis Anda juga mempunyai peluang menambah penghasilan dengan mengikuti program afiliasinya. Ya, HyperWebEnable akan membayar Anda sebesar $1 untuk setiap member baru yang mendaftar dan mengajukan situs/blog baru.

Baca Lanjutannya di sini...

24 April 2008

6

Banyak Iklan vs Sedikit Iklan

Bila bulan April ini berakhir, itu artinya sudah 4 bulan umur blog ini. Masih muda sekali ya? Tapi di umurnya yang semuda itu telah banyak pengalaman dan juga pendapatan yang diberikan blog ini pada saya. Banyaknya pengalaman yang saya dapat tidak bisa dipungkiri, tapi soal banyak pendapatan masih bisa subjektif. :D Apapun itu, berkat blog ini saya jadi tahu lebih banyak lagi tentang seluk-beluk internet meski itu masih di tingkatan paling dasar.

Dulu, saat masih beralamat sepanjang kereta api, blog ini sangat full dengan banner dan warna-warni iklan. Mulai dari banner afiliasi, iklan PPC, sampai iklan-iklan gak penting lain. Waktu itu saya berpikir semakin banyak sumber pendapatan akan semakin baik. Bukankah banyak pakar bisnis bilang "jangan taruh semua telur dalam keranjang yang sama" di seminar-seminar atau buku mereka? Tapi ternyata praktek di internet tidaklah demikian.

Dari sekian banyak program yang iklan dan banner-nya saya pajang di sini, ternyata hasilnya tak seberapa. Beberapa bahkan NOL BESAR alias sama sekali tak ada hasil. Awalnya saya masih menganggap ini hanya soal waktu saja. Seiring dengan meningkatnya popularitas dan trafik, maka pemasukan dari blog inipun akan turut terkatrol. Eh, ternyata saya salah, saudara-saudara sebangsa dan setanah air sekalian. Saya katakan pada diri saya sendiri bahwa saya telah melakukan kesalahan besar dengan menempatkan terlalu banyak iklan dan promosi di blog ini.


Bagaimana bisa dibilang salah? Begini, semakin banyak iklan kelihatannya memang semakin banyak peluang kita memperoleh pemasukan. Padahal banyaknya iklan hanya akan membuat pembaca blog bingung iklan mana yang harus dilihat, dan akhirnya malah tidak ada iklan yang ia kunjungi. Rugi kan? Semakin banyak iklan membuat fokus perhatian pembaca terpecah dan ujung-ujungnya memilih tidak mengunjungi satupun dari yang saya tawarkan. Ini sama persis seperti saat saya berkunjung ke blog lain yang punya banyak iklan. Apalagi kalau tata letaknya (maaf) amburadul. Duh, mendingan langsung ditutup dan cari blog lain deh.

Nah, konklusi dari semua itu, saya kemudian memutuskan hanya memasang beberapa iklan saja. Itupun saya pusatkan pada beberapa program yang benar-benar menguntungkan. Yaitu program yang memberikan hasil tanpa pengunjung harus membeli atau membayar sesuatu, dan juga program-program berbasis impresi atau jumlah tayangnya. Karena itu sekarang yang terlihat di sini hanya iklan dari program-program berbasis klik (PPC), seperti KlikSaya dan AdToll. Satu lagi adalah Ziddu yang meski tidak nampak tapi memberikan tambahan penghasilan juga. Lalu yang memberikan hasil paling banyak adalah SponsoredReviews. Ya, hanya 4 sumber penghasilan itulah yang saya terapkan di blog ini sedangkan lainnya dibuang jauh-jauh. Alhamdulillah, hasilnya semakin menunjukkan grafik meningkat meski belum terlalu signifikan.

Bagaimana pendapat Anda?

Baca Lanjutannya di sini...

22 April 2008

10

Ternyata Domain Parking Mengasyikkan Juga Ya..?

Meskipun belum mendatangkan hasil, namun saya merasa program domain parking ternyata asyik juga. Poin paling menarik bagi saya adalah bahwa program semacam ini merupakan jenis passive income. Artinya, kita hanya perlu kerja sekali saja namun penghasilan akan terus mengalir. Enak, bukan? Kerja cuma sekali tapi bayaran terus-menerus, siapa coba yang nggak mau kaya gini? Beda sama paid review, di mana kita harus terus menulis review kalau ingin terus-terusan mendapat bayaran. Kecuali yang ada program refferalnya lho...

Akhirnya, setelah mendaftarkan diri pada NameDrive saya langsung bergerak cepat membeli beberapa nama domain dan memarkirnya ke situs domain parking tersebut. Nama domain yang saya pilih agak lucu karena rata-rata hasil modifikasi alias otak-atik dari nama domain pilihan yang sudah saya inventarisir sebelumnya. Sayang, berhubung "agak telat" masuk ke bisnis internet (apalagi dunia domain parking), beberapa nama domain idaman saya ternyata sudah ada yang punya. Ya sudah, akhirnya diotak-atik deh biar bisa kena keyword yang ditarget walaupun namanya jadi rada unik.


Berhubung otodidak, saya sama sekali tidak tahu bagaimana jurus-jurus rahasia bermain domain parking. Semuanya serba coba-coba dan berbau untung-untungan. Tapi tetap saja harus ada perhitungan meskipun hanya hitungan awam. Bulan-bulan ini kan sudah mau liburan musim panas (summer) dan juga ada event besar bertajuk Euro 2008, maka sepakbola dan wisata adalah dua kategori yang menjadi incaran pertama saya. Ditambah kategori money making yang tidak pernah lekang sepanjang jaman materialistis ini, resmilah saya memulai petualangan baru di jagat domain parking bersama NameDrive dengan modal 3 buah nama domain.

Ya, hanya 3 nama domain saja karena dana yang tersimpan di account PayPal saya cuma sedikit. Tidak meleset jauh dari anggaran yang saya tetapkan beberapa waktu lalu, uang yang harus saya keluarkan untuk ketiga nama domain tersebut adalah $21.45. Lebih banyak $1.45 dari budget semula. Tak apalah. Toh, saya berkeyakinan kuat uang tersebut akan kembali alias balik modal. Paling tidak untuk pengganti pembelian nama domain. Syukur-syukur kalau earning-nya ternyata buanyak. Itu belum menghitung pengetahuan tentang domain parking yang saya dapatkan lho. So, nothing to loose sih sebenarnya.

Saya tidak muluk-muluk dengan NameDrive. Berharap earning $0.5/hari rasanya tidak terlalu berlebihan kan? Kalau ini terjadi, berarti tiap bulan akan ada tambahan penghasilan sebesar $0.5 x 30 x 3 = $ 45. Bukan tambahan penghasilan yang buruk. Iya kan..? Apalagi dapatnya tanpa ngapa-ngapain. Wow..!

NB: Oya, kalau Anda belum tahu apa itu domain parking dan seperti apa wujud situs yang diparkir di program domain parking, coba lihat situs-situs berikut: JogjaStreet.com, Soccernity.com, dan BuckyMoney.com.

Baca Lanjutannya di sini...

20 April 2008

7

Blog Bola Menyambut Euro 2008

Euro 2008 tidak sampai 2 bulan lagi. Sebagai salah satu penggemar sepakbola, saya tentu saja menyambut gembira event 4 tahunan yang sering disebut sebagai "Piala Dunia Mini" ini. Seru, itu sudah pasti karena Eropa penuh dengan tim-tim hebat penuh bintang. Tambahan lagi, boleh dibilang Benua Biru adalah kiblatnya industri sepakbola dunia. So, selain nikmat menonton pertandingan-pertandingan mencekam nan mendebarkan, kita juga bakal disuguhi turnamen berkelas yang pastinya membuat penonton betah begadang berhari-hari.

Tapi cuma nonton tanpa ngobrolin sepakbola koq kayanya kurang afdol ya? Ngobrolin sepakbola dengan teman sekolah, teman kampus atau teman kos juga sudah biasa. Sayapun berusaha mencari yang menurut saya masih belum biasa. Akhirnya timbullah pikiran untuk membuat sebuah blog bola sebagai tempat menyampaikan pikiran, komentar, pendapat dan analisis ngawur saya. Memang blog saya bukanlah blog bola pertama di Indonesia, tapi saya berjanji untuk memberikan blog bola yang lain dari yang lain. Berhubung bahasa Inggris masih cetek, blognya cukup berbahasa Indonesia saja.


Hanya bermodal Rp 85.000,- untuk beli nama domain berlabel dot com, saya mulai menggarap blog tersebut. Saya kasih judul "Bolanisti.com, Tempatnya Penggila Bola Sejati". Seperti halnya blog ini, saya juga hanya menggunakan custom domain. Jadi, hostingnya tetap gratisan di Blogger meskipun namanya sudah .com. Maklumlah, saya kan newbie yang penghasilannya masih kecil, jadi harus berprinsip dan bertindak seekonomis mungkin. Hehehe... Keinginan untuk meningkat ke taraf yang lebih tinggi jelas ada. Minta doanya ya semoga taraf yang lebih tinggi itu bisa lebih cepat dicapai.

Oya, mungkin ada yang bertanya kenapa koq namanya Bolanisti? Ini juga nama asal aja yang saya dapet pas lagi (maaf) buang hajat di pagi hari. Ceritanya waktu mau beli nama domain seluruh nama-nama domain pilihan saya sudah tidak tersedia lagi. Padahal blog atau situsnya tidak ada. Contohnya SoccerLand.com, SoccerIsland.com, SoccerBlog.com, PlanetBola.com, GilaBola.com, dan BolaMania.com. Pikir punya pikir, namanya tentu harus aneh karena kemungkinan sudah dibeli orang lain akan lebih kecil. Akhirnya, karena terinspirasi Serie A, lahirlah nama Bolanisti. 'Bola' adalah kependekan dari 'sepakbola' dan 'nisti' bisa berarti 'penggemar' atau 'supporter'. So, 'Bolanisti' boleh diartikan sebagai 'penggemar sepakbola' ataupun 'supporter sepakbola'.

Penasaran seperti apa blognya? Ayo, kita kunjungi bareng-bareng di sini!

UPDATE: Bolanisti sudah diparkir, sebagai gantinya silakan kunjungi http://bola.ekonurhuda.com. Thanks

Baca Lanjutannya di sini...

19 April 2008

9

Coba-coba Bermain Domain Parking

Setelah hanya membaca-baca pengalaman menarik teman-teman blogger lain dalam menjalankan domain parking, serta tergiur melihat earning mereka yang gila-gilaan, maka sayapun memberanikan diri untuk ikut serta. Akhirnya saya coba-coba daftar sebuah situs domain parking yang direkomendasikan beberapa pakar "permainan" DP ini, yakni NameDrive. Mengapa saya bilang coba-coba? Ya, karena nama domainnya saja saya belum punya. :D

Saya pernah baca di sebuah blog yang terhitung pakar online earning, katanya kalau kita hanya membacaaaa terus tanpa melakukan tindakan ya kita tidak akan memperoleh apa-apa. Demikianlah saya dengan ketertarikan saya pada DP. Berulangkali saya baca kisah-kisah sukses dan earning besar di DP, namun tanpa melakukan tindakan apapun ya saya juga hanya akan terus jadi penonton. Nah, tak ingin terus-terusan hanya memberi ucapan selamat pada penerima earning DP, sayapun memberanikan diri mendaftar sekalian mempelajari seperti apa sih DP itu sebenarnya. Pilihanpun jatuh pada NameDrive.


Sebenarnya ada banyak situs DP yang bisa dicoba sebagai sumber penghasilan, namun saya pilih NameDrive. Alasannya simpel, di NameDrive tidak banyak tetek-bengek yang membingungkan. Cuma mendaftar saja tak masalah, nama domain bisa diurus belakangan. Jadi, belum punya nama domain juga tak apa-apa kalau mau daftar dulu. Kurang lebih begitu. Jadi, berbeda dengan situs DP yang lain di mana adaaaa saja yang membuat saya terganjal untuk mencoba menjadi member.

Dulu pernah saya daftar Sedo, namun karena pake email dari Gmail ujung-ujungnya account saya tidak bisa aktif. Katanya sih alamat email gratisan tidak boleh didaftarkan ke Sedo. Duh, koq begitu sih? Sudah kontak ke CS-nya juga tidak bisa-bisa. Ya sudah, lupakan saja Sedo. Lalu kenal Parked yang konon sangat potensial sekali untuk menangguk dolar. Tapi saya jadi kecut ketika Parked melakukan banned massal pada member-membernya asal Indonesia. Selain itu mendaftar di Parked juga butuh modal besar karena kita harus punya minimal 10 domain. Bila per domain harganya $6.95, maka modal untuk memperoleh 10 domain adalah $69.5. Ada sih uang segitu, tapi ya cuma ngepas segitu adanya. Tar dulu deh... :D

Maka sayapun mendaftar di NameDrive. Tak butuh waktu lama. Setelah mengisi formulir pendaftaran dan mengkonfirmasi pendaftaran via email, account saya langsung aktif. Berhubung belum punya nama domain, sayapun cuma lihat-lihat dan baca-baca aturan mainnya. Kelihatannya sih gampang betul caranya. Tinggal beli nama domain, kemudian daftarkan ke NameDrive, ubah nameserver-nya ke nameserver yang telah ditentukan, selesai deh. Tugas selanjutnya tinggal tunggu saja dolar mengalir. Asyik kan? Rencananya saya mau mendaftarkan blog bola saya yang sedang mulai menanjak statistiknya, tapi masih pikir-pikir dulu. Yang jelas habis ini saya harus membuat nama-nama domain pilihan dengan kategori yang kira-kira bagus dan lantas membelinya. Budget-nya maksimal $20 saja dulu, namanya juga masih coba-coba. Dengan uang segitu mudah-mudahan bisa dapat 3 domain. Amin

Oke, itu saja dulu sharing-nya. Kalau Anda punya pengalaman di DP, silakan beri pencerahan di kolom komentar. Buat yang masih sama-sama belajar, sabar ya. Saya akan terus memberitahu perkembangan selanjutnya kepada Anda semua. Bukankah ilmu itu walau hanya sepotong akan lebih bermanfaat bila dibagikan? Setuju..???

Baca Lanjutannya di sini...

18 April 2008

10

Alternatif Sumber Penghasilan bernama AdToll

Semakin banyak saja cara memperoleh penghasilan di internet. Salah satu 'jalan' yang terhitung baru (bagi saya) adalah AdToll, sebuah situs yang didirikan oleh dua saudara kembar asal Australia, Dan Rucci dan Paul Rucci. AdToll yang dioperasikan di bawah bendera Purplex Pty. Ltd. ini hadir dengan tujuan memberikan layanan berkualitas tinggi, interaktif serta bersifat personal dalam kancah online advertising.

Sejak mulai beroperasi pada 17 Juni 2007 lalu, pertumbuhan AdToll terbilang pesat. Hal ini dapat dilihat dari angka pertumbuhan konsumen yang mencapai angka 30% per bulan, angka pertumbuhan penghasilan sebesar 15% per bulan, serta angka pertumbuhan penayangan iklan yang mencapai 99% per bulan. Ini sungguh merupakan pencapaian yang sangat bagus untuk sebuah perusahaan baru. Ingat, dunia internet sudah penuh sesak oleh beragam program periklanan. Mampu bertahan saja sudah merupakan sebuah prestasi besar, apalagi sampai mencatatkan angka pertumbuhan yang signifikan.


Seperti halnya program periklanan lain, AdToll merupakan jembatan antara pemilik situs dan advertiser. Bagi kita para blogger, poin paling menarik adalah soal earning. Iya kan? Nah, situs ini memberikan kesempatan bagi para blogger untuk menambah pundi-pundi dolarnya sebagai publisher. Berbasis pay per click (PPC), seorang publisher akan memperoleh komisi sebesar 75% dari total uang yang dibayarkan advertiser kepada AdToll. Artinya, bila Anda menyediakan sebuah space iklan seharga $10/minggu, maka yang $7.5 adalah hak Anda. Lumayan bukan?

Bagimana sistem AdToll bekerja? Buat Anda yang sudah lama berkecimpung dalam program-program seperti Google AdSense, Bidvertiser atau Kliksaya mungkin tidak akan kesulitan untuk memulai 'perburuan dolar' di AdToll. Seperti program lainnya, yang Anda perlukan hanyalah sebuah blog. Setelah mendaftarkan diri, Anda tinggal memasang iklan di blog dan menunggu pemasukan. Pilihan iklan yang disediakan sangat beragam, yakni iklan teks, banner, video dan peel away. Yang disebutkan terakhir merupakan inovasi tiada dua, di mana iklan yang ditempatkan di pojok kanan atas situs/blog hanya akan terbuka bila pengunjung mengarahkan kursornya ke sana. Tinggal pilih saja mana yang sekiranya lebih cocok untuk pembaca Anda.

Oya, biaya pemasangan iklan ditentukan sendiri oleh Anda. Jadi, kalau Anda merasa blog/situs Anda memiliki nilai jual tinggi, silakan pasang harga setingi-tingginya. Setting harga dapat dilakukan secara manual atau otomatis. Bedanya, yang manual harus diset berulangkali setiap Anda merasa ada peningkatan peringkat dan atau kualitas situs/blog. Sedangkan yang otomatis alias auto pricing lebih simpel. Anda cukup mengeset satu harga dasar dan selanjutnya biarkan sistem AdToll bekerja menaikkan harga Anda bila terjadi peningkatan peringkat blog/situs atau permintaan dari advertiser membludak. Asyik kan?

Nah, bicara soal pembayaran komisi, ada 4 cara yang digunakan AdToll. Kabar gembiranya, selain cek kita juga bisa menerima earning melalui PayPal. Untuk pembayaran lewat cek minimum earning-nya $ 40, sedangkan untuk pembayaran melalui PayPal minimum earning-nya hanya $20. Komisi dibayarkan setiap tanggal 15. Satu hal menarik lagi, AdToll juga menyediakan program afiliasi di mana Anda akan memperoleh komisi antara 10-20% dari total profit yang dihasilkan AdToll dari orang yang Anda referensikan. Bila Anda mereferensikan seorang advertiser, komisi Anda 20%. Jika yang direferensikan seorang publisher, maka komisi Anda sebesar 10%. Gimana, tambah asyik lagi kan?

Omong-omong, sudah pada daftar AdToll belum? Kalau belum, jadi referal saya dong. :D

NB: Lihat juga review AdToll di blog berikut: TylerCruz.com, KillerStartsUp.com, CEOWorld.biz, JohnChow.com, dan Shoemoney.com.

Baca Lanjutannya di sini...
0

Gagner de l'Argent sur le Net

Bingung baca judul di atas? Hehehe, itu adalah bahasa Prancis yang berarti "cari uang di internet". Yah, kurang lebih begitulah artian gampangnya. Topik ini merupakan bahasan yang tidak pernah lekang sepanjang perkembangan internet. Ya, di tengah kesulitan mencari lapangan pekerjaan serta penghasilan yang layak, mencari uang di internet merupakan alternatif yang sangat menjanjikan. Apalagi setelah terbukti bahwa banyak orang menjadi kaya (bahasa Prancisnya "devenir riche") setelah berkecimpung dalam "perburuan dolar" di internet. Sayangnya, belum banyak orang yang tahu caranya.

Kita melihat ada banyak metode yang ditawarkan sebagai "rahasia mencari uang di internet", "jurus menjadi jutawan di internet", dan penawaran-penawaran lain yang senada baik di internet maupun di media massa. Ada juga yang mengembel-embelinya dengan "uang gampang di internet", atau dalam bahasanya Zinedine Zidane "argent facile sur le net". Lalu ada pula yang mengiming-imingi uang gratis alias "argent gratuit" kalau kata David Trezeguet. Saking banyaknya jadi bingung sendiri kan? Mana yang harus dipilih dan mana yang benar-benar memberikan hasil nyata, Anda tentu harus hati-hati dan cermat memilihnya.



Nah, sebuah situs berbahasa Prancis beralamat Make-Money.fr menawarkan sebuah "jalan" pada Anda yang ingin memperoleh kekayaan secara cepat melalui internet. Lihat saja judul situsnya yang berbunyi "Comment Gagner de l'Argent et Devenir Riche Rapidement", sungguh sebuah kalimat provokatif. Gak ngerti artinya? Kurang lebih begini, "Bagaimana Mencari Uang dan Menjadi Kaya secara Cepat". Penasaran? Lihat aja sendiri.

NB: Pssst, ini paid review. Setelah 3 review berbahasa Indonesia sebelumnya "lolos" dan sudah dibayar, maka saya memutuskan untuk hanya menulis review berbahasa Indonesia di EkoNurhuda.com. Supaya advertiser dan SponsoredReviews tidak protes, pada deskripsi blog saya jelaskan bahwa "menerima bid dari EkoNurhuda.com berarti mengerti bahwa review akan ditulis dalam bahasa Indonesia". Hehehe, just gambling my luck. :P

Baca Lanjutannya di sini...

16 April 2008

17

Meningkatkan Trafik dengan EntreCard

Bagi blogger manapun, baik yang ngeblog dengan tujuan komersil maupun tujuan 'ngamal' alias karena suatu idealisme, trafik adalah hal yang penting bagi kelangsungan hidup blognya. Okelah, kalimat "bagi kelangsungan hidup" mungkin terlalu berlebihan, tapi siapa sih yang mau punya blog tanpa pembaca? Sudah capek-capek nulis posting dari hari ke hari, eh, yang baca tidak ada. Kasihan betul kan kalo gitu? :D

Nah, maka dari itu tak heran bila jurus-jurus mencari dan meningkatkan trafik adalah hal yang wajib dipelajari. Bahkan harus benar-benar nempel di kepala. Punya blog tapi tak punya jurus memancing trafik ibarat pendekar turun gunung tanpa ilmu kanuragan yang memadai. Kurang lebih seperti Wiro Sableng tanpa Kapak Maut Naga Geni 212-nya. Biar gagah dengan badan tegap juga kalau tidak punya jurus mematikan ya tentu saja bakal-babak belur pas ketemu musuh. Babak-belurnya blog adalah tak punya pengunjung.


Ada banyak cara mudah dan gratis yang bisa dilakukan seorang blogger untuk meraih trafik. Salah satunya adalah dengan mengikuti program tukar-menukar banner iklan di EntreCard.com. Selain pendaftaran dan membership-nya gratis, Anda juga dapat mempromosikan blog kepada sesama anggota dengan cara memasang banner iklan Anda di blog member lain. Untuk itu Anda harus membayar dengan sejumlah EC point. Sebaliknya, Anda juga bisa memasang banner iklan blog member lain di blog Anda dan akan memperoleh EC point alias poin sebagai imbalan. Tak hanya untuk memasang iklan, poin tersebut dapat digunakan untuk berbelanja berbagai produk seperti eBook, jasa hosting, jasa design web, dll. di menu 'Shop'. Asyik kan?

Pertanyaannya kemudian, EC point itu apa dan bagaimana cara memperolehnya?

EC point adalah kredit yang digunakan sebagai alat transaksi antar member EntreCard. Cara memperolehnya ternyata sangat gampang sekali. Yang perlu Anda lakukan hanyalah banyak-banyak mengunjungi blog lain karena Anda akan memperoleh EC point dengan men-drop dan menerima drop dari member lain. Melakukan drop juga sangat gampang, yakni cukup membuka blog member yang mau di-drop lalu cari banner EntreCard-nya dan klik bagian yang bertuliskan 'Drop'. Beres. Dan account Anda akan bertambah 1 EC setiap kali melakukan drop. Nah, nanti pas member yang kita drop tadi melakukan drop balik, kita akan memperoleh 1 EC lagi. Mudah sekali kan?

Memiliki banyak EC point di EntreCard sama dengan mempunyai banyak duit di dompet. Artinya, dengan EC point tersebut Anda bebas membelanjakannya untuk apa saja, termasuk memasang iklan di blog-blog pilihan Anda. Beberapa blogger top seperti John Chow, John Cow, ataupun Darren Rowse-pun memasang banner EntreCard di blognya. Ini artinya, bila EC point Anda mencukupi, Anda bisa koq pasang iklan di blog-blog beken tersebut. Bayangkan bila Anda harus memasang banner iklan secara langsung dengan duit, berapa banyak duit yang mesti dikeluarkan untuk memajang banner 125 x 125 px di sana? Mahal, Bo!

Oke, itu saja uraian singkat tentang EntreCard yang sudah terbukti membantu saya menjaring trafik bagi salah satu blog saya. Oya, sebelum mendaftar Anda perlu menyiapkan banner ukuran 125 x 125 px sebagai alat promosi Anda. Banner ini nanti akan muncul di member area blogger yang Anda drop. Banner ini juga yang akan terpasang bila Anda memasang iklan di blog member lain. So, buatlah banner Anda semenarik mungkin agar orang yang melihatnya tergerak untuk mengklik dan datang ke blog Anda. Namanya juga promosi tho?

Semoga bermanfaat.

Baca Lanjutannya di sini...

14 April 2008

15

Paid Review Semilyar

Dulu waktu awal-awal terjun di dunia paid review saya paling banyak memperoleh job dari situs judi. Harga tiap review memang hanya $5 (di mana saya memperoleh bagian $3.25), tapi jobnya banyak sekali. Sebulan paling tidak bisa dapat 10-15 job dari situs judi saja. Itulah sebabnya earning bulan pertama saya melakoni paid review lumayan besar (bagi saya).

Sekarang semuanya sudah berubah. Meski memperoleh banyak job dari situs judi masih sangat mudah, namun kita tidak boleh lagi menulis review tentang perjudian semenjak Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) disahkan 25 Maret 2008 lalu. Kalau nekat, siap-siap saja dihukum penjara paling lama 6 tahun atau dikenai denda paling banyak Rp 1 M. Aje gile!

Coba lihat kutipan UU ITE pasal 26 ayat (2) yang berbunyi:

Mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya informasi dan/atau dokumen elektronik yang memiliki muatan perjudian.

Lihat pula ancaman hukumannya di pasal 42 ayat (1) yang berbunyi:
Setiap orang yang memenuhi unsur-unsur sebagaimana dimaksud dalam pasal 26 ayat (1), (2), (3), (4), (5) dan (6) diancam dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).


Btw, bagaimana bisa paid review tentang situs judi terkena jerat pasal tersebut? Bukankah pasal itu hanya berlaku bagi pemilik dan/atau pengelola situs judi saja? Nah, kalau begitu paid review kan tidak termasuk?

Iya, saya juga sempat berpikiran begitu. Tapi ingat, setiap review mensyaratkan paling tidak terdapat 3 link menuju ke situs yang direview. Nah, dalam perspektif saya, meletakkan 3 link menuju ke situs judi yang direview bisa dimasukkan dalam kategori "membuat dapat diaksesnya informasi dan/atau dokumen elektronik yang memiliki muatan perjudian" sebagaimana dimaksud dalam pasal 26 ayat (2) tersebut di atas. Bukankah dengan link-link tersebut kita membuat pembaca dapat mengakses situs judi?

Sekali lagi ini hanya dari perspektif saya pribadi. Anda boleh sependapat, tidak setuju juga tidak dilarang. Seperti biasa, silakan tuangkan pendapat Anda di kolom komentar. Oya, kalau Anda belum punya salinan UU ITE, silakan mendownloadnya di sini. Gratis koq. :p

Oke, itu saja. Saya mau menghapus review situs judi yang pernah saya buat dulu. 1 M, Booo! :D

Anda suka dengan posting-posting EkoNurhuda.com? Klik di sini untuk mendapatkan posting terbaru blog ini di mailbox Anda.

Baca Lanjutannya di sini...

12 April 2008

5

Rahasia Uang di Dalam Peti

Suatu hari di pekan kemarin saya menerima sebuah email yang sangat menarik perhatian. Pengirimnya tertulis bernama Mr. Ibrahim Milha, dan titelnya sungguh menantang: "Reply this only if you are trustworthy". Wow, karena tertarik, saya buka email tersebut. Hmm, setelah membaca isinya saya merasa semakin tertarik dan semakin penasaran saja dibuatnya. Bagaimana tidak? Dalam email tersebut si Mister yang mengaku asal Bahrain itu mengatakan bahwa dirinya adalah seorang kaya raya yang akan segera mati karena satu penyakit ganas.

Nah, ceritanya Mr. Ibrahim Milha ini tak punya keturunan karena terlalu sibuk mengurusi bisnisnya. Ia punya keluarga, namun sama sekali tidak mempercayai mereka. Penyebabnya adalah keluarganya telah mengambil tabungan yang ia niatkan untuk disumbangkan ke yayasan sosial di beberapa negara. Dengan demikian si Mister ini tidak punya apa-apa lagi. Satu-satunya harta yang ia punya hanyalah uang sebanyak TWELVE Million dollars ($12,000,000,00) yang ia simpan dalam dua peti di sebuah perusahaan finansial di luar negeri. Tidak seorangpun tahu bahwa isi peti itu adalah uang senilai 12 juta dolar, termasuk perusahaan di mana ia menitipkan peti tersebut. Mr. Ibrahim bermaksud mengambil uang di peti itu, namun ia tidak dapat melakukannya sendiri karena kondisi kesehatannya tidak memungkinkan. Maka ia mencari orang untuk menolongnya mengambil peti uang tersebut. Sebagai imbalan, si pengambil akan memperoleh 20% dari nilai 20 juta dolar alias 2,4 juta dolar. Wow!!!


Semakin diliputi rasa penasaran, sayapun membalas email tersebut dan menyatakan bersedia membantu Mr. Ibrahim Milha. Saya sertakan nomor HP saya dalam email itu. Si Mister membalas dan meminta saya berjanji untuk tidak menceritakan tentang hal ini pada siapapun, bahwa saya seorang yang taat beragama dan lain-lain yang intinya untuk menunjukkan bahwa saya adalah orang yang dapat dipercaya. Oke, sayapun bilang padanya bahwa saya dapat dipercaya. Saya lalu dikirimi foto si Mister yang sedang sakit dan juga hasil scan sertifikat deposito yang ia lakukan. Ternyata si Mister mendepositokan uangnya di Valencia, Spanyol, di sebuah perusahaan bernama Sabadell. Saya diminta datang ke Valencia untuk mengambil peti uang tersebut atau kalau tidak saya harus menghubungi perusahaan tersebut dan mengatakan bahwa saya dikirim Mr. Ibrahim Milha untuk mengambil peti berisi uang tersebut.

Di sini kecurigaan mulai timbul di benak saya. Pertama, masa iya saya bisa mengambil barang yang disimpan oleh orang lain tanpa membawa sesuatupun? Kedua, bila melihat gambar sertifikat deposit yang dikirimkan ke saya akan nampak beberapa keanehan. Yang jelas nyata sekali bahwa gambar sertifikat tersebut telah direkayasa. Terlihat jelas bagian nama perusahaan, nama klien dan keterangan lain seperti di-crop. Hmmm, ini pasti hanya SCAM alias penipuan. Saya putuskan menuntaskan cerita ini dan mengirim email pada Mr. Ibrahim Milha yang menyatakan bahwa saya tidak dapat mempercayainya atas dasar dua hal di atas.

Hebat! Email saya kirim hari Kamis (10/4) sekitar pukul 10.30 siang dan saya menerima telpon dari 2 nomor asing sekitar pukul 11.30. Waktu telpon masuk kebetulan saya tidak membawa HP karena saya simpan di dalam lemari. Sampai pukul 7 malam lebih saya baru tahu ada miss call 8 kali dan sebuah SMS dari nomor yang berusaha menghubungi itu. Pesannya pendek, "Please call me as soon as possible. Mr. Boston". Siapa dia? Karena tidak ada pulsa saya hanya mengirim SMS ke nomor tersebut. Eh, Mr. Boston itu lalu menghubungi saya dan mengaku sebagai kurir dari Valencia untuk mengantarkan dua buah peti yang dikirimkan Mr. Ibrahim Milha ke saya. Saat itu Mr. Boston mengaku sudah berada di Jakarta. Wow, ini serius tampaknya?

Saya jelas kaget. Dari nada suara dan logatnya, Mr. Boston ini asli bule. Tapi dia lupa kalau Spanyol itu punya bahasa sendiri dan saya sangat fanatik sama klub Valencia yang sekarang dilatih Ronald Koeman. Masa iya orang Spanyol ngomong Inggris? Dengan logat Amerika lagi. Lagipula Valencia-Jakarta tak akan mampu ditempuh dalam waktu hanya sejam. Namun begitu rasa penasaran yang kian membesar menggoda saya agar menanggapi si Mister. Lebih dari 10 menit saya bertanya-jawab dengan Mr. Boston. Intinya saya diminta datang ke Jakarta untuk mengambil dua peti kiriman Mr. Ibrahim Milha dan membayar sejumlah tax. Nah lho, di sini dia sudah membuka kedoknya sendiri. Saya lalu memutuskan pembicaraan dengan alasan ingin mengecek email sekalian cross check dulu ke Mr. Ibrahim dan setelah itu akan menelpon balik.

Ya, saya memang ke warnet untuk membuka email. Tapi yang saya lakukan adalah mengkopi seluruh email dari Mr. Ibrahim Milha, termasuk foto dan gambar scan sertifikat deposit yang ia sertakan, lalu menyimpannya ke dalam flash disk. Iseng-iseng, saya lalu melacak nama Sabadell di Google. Ternyata Sabadell adalah sebuah kota kecil di Valencia. Selain Bank Sabadell ada juga Sabadell FC yang tak lain adalah klub sepakbola, tetapi nama perusahaan yang disebutkan Mr. Ibrahim Milha sama sekali tidak terlacak. Saya jadi penasaran. Ujung-ujungnya nama Ibrahim Milha yang saya masukkan ke kotak pencarian. Eh, ternyata hasilnya banyak sekali. Dan kesemuanya sepakat bahwa si Mister adalah penipu ulung dengan cara mengirimkan email SCAM. Coba lihat di sini, sini, sini, sini, atau sini. Mau lebih banyak? Lihat sendiri di sini.

Pertanyaan yang belum terungkap bagi saya sampai sekarang adalah, siapa gerangan Mr. Boston? Yang jelas ia tinggal di Jakarta karena nomor Simpati-nya berkode Jakarta. Ini berarti jaringan SCAM ini sangat luas hingga lintas negara, dan Indonesia adalah salah satu targetnya. So, waspadalah! Agar Anda tidak tertipu email SCAM seperti ini, situs ScamWarning.org mungkin akan sangat bermanfaat bagi Anda.

NB: Jum'at (11/4) Mr. Boston kembali menelpon saya, tapi saya kerjain. Telpon saya angkat, tapi saya dekatkan ke sound TV yang sedang menyiarkan talkshow. :D Setelah itu dia telpon lagi sekitar dua kali dan tidak saya angkat-angkat. Ujung-ujungnya dia kirim SMS dan bilang kalau saya tidak segera menemuinya ia akan balik lagi ke Spanyol hari Minggu (13/4). Dalam hati saya bilang, "go to hell aja sekalian, Mister." Jahat banget ya? :P

Baca Lanjutannya di sini...

09 April 2008

9

Betapa Mindernya Aku....

Hari Jum'at (4/4) malam lalu saya kedatangan seorang tamu istimewa. Yak, teman seide dan seperjuangan semasa SMA di Jambi dulu tanpa disangka-sangka datang berkunjung ke Jogja. What a surprise! Jelas saja saya senang sekali menyambutnya karena dulu kami adalah teman sekelas di kelas 2, teman nge-band, sekaligus teman nge-gank. Setelah terakhir kali bertemu pas lebaran 3 tahun lalu, kamipun 'reuni'.

Banyak cerita yang kami urai dalam pertemuan hangat malam itu. Terpisah 3 tahun tanpa kabar berita jelas menyuguhkan cerita panjang tentang perjalanan hidup masing-masing. Tapi sial, belum sempat ngobrol banyak saya sudah jatuh mental duluan. Bayangkan saja, teman saya itu saat ini menjabat sebagai Kepala Bagian Keuangan salah satu departemen di Kabupaten Batang Hari, Jambi. Plus, ia juga tengah menyelesaikan studi S2 di sela-sela waktu kerjanya. Ia dapat dengan bangga menceritakan semua pencapaiannya itu kepada saya. Lha, saya sendiri apa????

Penyesalan memang selalu datang di akhir. Delapan tahun merantau ke Kota Pelajar saya belum bisa dikatakan sukses dari segi apapun. Kuliah saya masih belum kelar, padahal saya hanya mengambil studi D3! Kerjaan juga tidak ada, begitupun prestasi lain yang bisa dibanggakan. Selama ini saya merasa enjoy-enjoy saja dengan semua keadaan ini. Tapi setelah bertemu dengan sahabat lama seperti kemarin itulah baru saya kena batunya. :((


Saya mengawali perantauan di Jogja dengan status keren: mahasiswa undangan sebuah program pendidikan pariwisata setara D2. Sebenarnya saya tidak begitu menyukai dunia pariwisata sama sekali. Tapi berhubung saat itu dunia pariwisata adalah jalan terbaik untuk meniti karir sekaligus mencari uang banyak, maka saya paksakan diri mengambil dan menyukai studi tersebut. Apalagi mau mengambil studi S1 saya tidak berani karena keuangan keluarga kurang mendukung waktu itu. So, saya nikmati saja pendidikan setara D2 yang ternyata menghadirkan banyak pengalaman seru bagi saya tersebut.

Masa-masa keemasan sebagai anak kebanggaan orang tua, bahkan juga kebanggaan keluarga besar orang tua, saya rasakan sepanjang pertengahan tahun 2001-2002. Waktu itu saya sudah menjadi guide alias pemandu wisata sembari kuliah. Kalau cuma membawa bule muter-muter Jogja, Prambanan, Borobudur saja saya sudah biasa. Saya juga pernah membawa bule Prancis satu bis besar ke Malang. What a great experience! Masalah uang jangan ditanya lagi. Hanya membawa tamu selama sehari saja saya sudah bisa mengantongi uang untuk kebutuhan 2 minggu. Lalu saya juga pernah merasakan betapa 'basah'nya pekerjaan sebagai bellboy di sebuah hotel berbintang empat. Tapi semua kebanggaan itu tidak berlangsung lama. Satu kesalahpahaman dengan Bapak membuat saya frustasi tiada ujung dan membawa saya ke rimba kegelapan selama bertahun-tahun.

Ceritanya begini. Waktu itu saya lulus D2 tahun 2002. Setelah menimbang-nimbang untung-ruginya bagi masa depan, saya putuskan untuk mencoba peruntungan menjadi kru kapal pesiar. Rencana ke depannya saya tidak akan lama-lama melaut. Begitu memiliki tabungan lumayan, saya akan pulang dan membuka usaha sendiri sambil mengambil S1. Tapi rupanya orang tua saya tidak setuju. Saya diminta melanjutkan ke S1 terlebih dahulu baru boleh merencanakan mau kemana. Tentu saja saya ngotot. Dasar pemikiran saya sederhana saja. Masuk kuliah ataupun melamar sebagai kru kapal pesiar sama-sama membutuhkan uang. Tapi kalau yang pertama sifatnya konsumtif karena akan membutuhkan pengeluaran terus selama 3-4 tahun ke depan, sedangkan yang kedua malah akan menjadi sumber pemasukan plus pengalaman luar biasa. Lagipula adik saya baru saja lulus SMA dan harus melanjutkan ke jenjang kuliah juga. Masuk akal kan?

Dari perselisihan itu akhirnya saya malah hancur-hancuran. Ya, saya kuliah. Tapi keterpaksaan membuat saya malas-malasan. Padahal saya sudah memilih jurusan yang sangat saya sukai, yakni jurnalistik. Akhirnya, inilah saya sekarang. 5 tahun lebih kuliah D3 dan tidak lulus-lulus, pekerjaan tidak ada, prestasi lainpun nol besar. Alhasil, saat bertemu dengan teman yang sudah berpangkat Kabag saya jadi minder bukan kepalang. Terlebih begitu mendengar cerita kesuksesan teman-teman lain. Si itu sudah punya kebun sekian hektar, si anu sudah jadi bos dealer motor, si ini jadi pemasar MLM sukses, dst. Yah, dasar nasib....

Baca Lanjutannya di sini...

08 April 2008

14

Kolom Komentar ala WP untuk Blogger

Bro Hadriyan yang belakangan ini sering berkunjung kemari sempat mengajukan protes. Katanya, mengapa koq saya tidak sekalian saja beli paket hosting. Soalnya dia suka males kasih komentar di blog-blog berbasis BlogSpot alias Blogger. Alasannya simpel, kalau mau kasih komen di BlogSpot terlalu makan waktu. Tidak seperti di WP yang begitu link read more dipencet kolom komentarnya juga ikutan nongol di akhir posting. Lha, kalau di BlogSpot kan harus tekan sana-sini dulu.

Saya sebenarnya sependapat dengan Bro Hadriyan. Tapi mau bagaimana lagi? Untuk saat ini saya baru bisa mengoperasikan Blogger dan kapasitas kantongpun cekak. Earning masih belum seberapa dan juga belum stabil menyebabkan saya ragu untuk langsung mengoperasikan blog WP dengan hosting sendiri. So, untuk sementara biarlah saya begini dulu. Maklum ya..? :D Lagipula kalau memang tidak berminat memberi komentar juga tidak dilarang koq...

Nah, kabar gembira bagi para Blogger mania. Telah hadir satu fasilitas yang saya yakin akan sangat membantu rekan-rekan blogger yang masih memakai BlogSpot. Sebuah situs bernama IntenseDebate meluncurkan widget komentar seperti WP khusus untuk pemakai Blogger, TypePad dan juga WP sendiri. Bila widget tersebut kita install di blog kita, maka para pengunjung yang akan berkomentar tidak bakal kerepotan karena kolom komentarnya akan berada tepat di bawah posting. Mirip betul seperti di WP. Asyik kan?


Tapi namanya fasilitas dari pihak ketiga, tentu saja ada kelemahannya. Antara lain, komentar yang Anda terima tidak akan tersimpan di database blog karena yang menyimpan IntenseDebate. Program IntenseDebate memang sejatinya menutup fasilitas komentar asli Blogger, jadi semua komentar yang dibuat pengunjung masuknya ke account IntenseDebate Anda. Lalu saya juga khawatir pemakaian fasilitas ini menyalahi ToS Blogger. Kalau sampai di-suspend account Blogger saya kan gawat. Karena faktor inilah saya langsung mencopot widget tersebut dari blog ini. Kalau ini tidak menjadi masalah bagi Anda, ayo kita coba membuatnya.

  1. Pertama-tama buka situs IntenseDebate.
  2. Klik link "Sign Up" di pojok kanan atas.
  3. Isi semua kolom yang disediakan dengan data Anda. Klik tombol "Create Account".
  4. Selanjutnya Anda akan dibawa ke halaman "Users" atau "Profile".
  5. Cari link "Add Intense Debate to a Blog" atau tombol "Put Intense Debate on Your Blog" di bagian pojok kanan atas. Klik.
  6. Di halaman baru Anda akan diminta memasukkan alamat blog. Isi dengan benar dan klik tombol "Get Intense Debate".
  7. Ada 4 pilihan yang akan ditampilkan IntenseDebate, yakni untuk Blogger, TypePad, WordPress atau dalam bentuk javascript snippet. Karena saya membahas Blogger, maka klik tombol berlogo Blogger.
  8. Nah, kini saatnya memasukkan IntenseDebate ke dalam blog. Pilihan yang diberikan ada 2, yakni berupa widget atau template. Opsi widget jauh lebih simpel dan cepat, tapi terkadang tidak dapat bekerja dengan baik di blog yang terlalu banyak kustomisasinya. So, akan lebih baik kita pilih opsi template saja. Untuk itu Anda harus masuk ke account blog dan mendownload template blog Anda lalu menyimpannya di komputer. Bisa kan? Kalau masih bingung, IntenseDebate punya petunjuk ringkas yang sangat mudah dipahami.
  9. Setelah template blog disimpan, upload ke IntenseDebate. Lalu atur apakah kolom komentar IntenseDebate akan muncul di semua posting atau hanya di posting yang belum mempunyai komentar. Pilihan terserah Anda, tapi pilihan kedua dapat menghilangkan/menutupi semua komentar yang pernah ada di blog Anda.
  10. Klik tombol "Upload and Continue" di bagian paling bawah. Selanjutnya yang perlu Anda lakukan hanyalah mengganti template blog Anda dengan template baru hasil kreasi IntenseDebate. Jangan khawatir, IntenseDebate hanya menambahkan kolom komentarnya saja koq, jadi segala pengaturan yang Anda buat sebelumnya tidak akan hilang. Mau lihat hasilnya? Berikut ini contohnya yang saya pasang di blog sepakbola saya (dan rencananya juga akan saya hapus):

Anda tertarik mencobanya? Selamat mencoba...

Baca Lanjutannya di sini...

05 April 2008

13

AdSense Ala Indonesia


Keterangan: Posting ini sudah di-publish hari Jum'at lalu. Tapi berhubung ada satu kesalahan teknis, maka terpaksa saya tarik kembali dan saya republish hari ini. Kepada Bro Zalukhu, thanks atas komentarnya. Silakan berkomentar lagi kalau tidak keberatan. :D

Beberapa waktu belakangan ini rekan-rekan blogger ramai membahas masalah kemunculan iklan Google AdSense di blog berbahasa Indonesia. Pihak Google memang belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait boleh-tidaknya iklan Google dipasang di blog berbahasa Indonesia (hal ini merupakan larangan dalam ToS Google AdSense). Entah sudah boleh atau tidak, yang jelas iklan Google bisa muncul di blog berbahasa Indonesia. Tentu saja hal ini disambut gembira, meskipun masih banyak rekan blogger yang memilih bersikap hati-hati. Ya, bisa muncul kan bukan lantas berarti iklan Google diperbolehkan dipasang di blog berbahasa Indonesia tho?

Nah, daripada kita ribut tentang boleh-tidaknya iklan Google dipasang di blog berbahasa Indonesia, lebih baik kita bahas program-program PPC Indonesia saja. Bagi yang masih ragu memasang iklan Google di blog berbahasa Indonesia, kiranya situs-situs PPC lokal berikut bisa menjadi alternatif. Hasilnya lumayan koq buat tambah-tambah uang belanja. Apalagi hasilnya berbentuk rupiah yang langsung mengalir ke rekening bank kita. So, gak perlu ribet-ribet nunggu cek dan nunggu lagi waktu ceknya dicairkan. Kalau mau dicari kekurangannya, iklan-iklan yang ditampilkan situs PPC lokal bukanlah iklan kontekstual yang berdasarkan relevansi dengan blog. Tapi ini tak jadi masalah karena Anda bisa memilih kategori iklan yang ingin ditampilkan agar sedikit-banyak nyambung dengan tema blog.


Sepanjang pengetahuan saya, saat ini ada 3 situs PPC lokal yakni KlikSaya, KumpulBlogger dan PPC Indonesia. Dulu sempat terdengar nama AffiliateIndonesia yang juga mengusung konsep PPC, tapi entah bagaimana ceritanya situs ini seperti tenggelam dan tak ada kabar beritanya lagi.

1. KlikSaya.com
Situs yang dikelola oleh David Ciang ini memiliki tampilan bagus dan terkesan profesional. Pola pembayaran komisinya per klik, di mana publisher mendapat bagian 50% dari harga per klik. Harga minimal di situs ini adalah Rp 300,-/klik, jadi publisher paling kecil akan mendapatkan Rp 150,- saat iklan yang ada di blog mereka diklik pengunjung. Harga akan semakin naik seiring dengan peningkatan peringkat dan popularitas blog. Sampai saat ini harga tertinggi adalah Rp 400,-/klik untuk iklan yang dipasang di blognya penggemar Iwan Fals, IklanAds.com dan Kolom Tutorial.

Oya, komisi dibayarkan setelah Anda mengumpulkan minimal Rp 50.000,- dan akan langsung ditransfer ke rekening BCA atau Mandiri. Untuk sementara baru dua bank itu yang disupport oleh KlikSaya. Tidak ada persyaratan khusus untuk menjadi publisher KlikSaya kecuali Anda memiliki blog atau situs. Hanya saja kalau blog Anda masih cupu abis kemungkinan besar yang muncul hanyalah tulisan "Pasang Iklan di Sini!". Tapi ini gak jauh beda dengan Public Service Ads punyanya Google AdSense kan?

2. KumpulBlogger.com
Jangan terkecoh dengan namanya yang mirip dengan situs jaringan sosial. KumpulBlogger adalah situs PPC yang mengumpulkan blogger-blogger pencari uang di internet. Berbeda dengan KlikSaya, pengaturan iklan di KumpulBlogger boleh dibilang lebih simpel. Minimum payout komisinya juga jauh lebih rendah, yakni hanya Rp 10.000,- dan dapat dibayarkan melalui bank apa saja yang Anda punya. Kelebihan lain, nilai komisi yang diberikan KumpulBlogger juga jauh lebih besar, yakni Rp 300,-/klik untuk iklan teks link dan Rp 625,-/klik untuk iklan mini banner. Ya, selain iklan teks link, KumpulBlogger juga menyediakan iklan berbentuk banner mini berbentuk kotak persegi.

Secara tampilan KumpulBlogger memang tak seeksklusif KlikSaya, namun kelebihannya ternyata lebih banyak. Satu lagi kelebihan KumpulBlogger adalah adanya sistem refferal di mana Anda akan memperoleh tambahan penghasilan dari komisi yang dihasilkan blogger-blogger hasil referensi Anda. Besarnya Rp 25,-/klik yang tercatat dari blog member hasil referensi Anda. So, tunggu apalagi? Klik di sini untuk menjadi refferal saya. Tapi kalau tidak mau ya tidak apa-apa, daftar saja di sini.

3. PPCIndo.com
Jujur saja saya koq menaruh keyakinan kalau PPC Indonesia adalah nama baru dari AfiliateIndonesia. Dugaan ini didasarkan pada sistem pembayaran komisi PPC Indonesia yang mirip-mirip AffiliateIndonesia, yakni bonus akan dibayarkan setelah mencapai jumlah minimal Rp 10.000,- untuk pemegang rekening BCA dan Rp 60.000,- untuk yang selain BCA. Tapi berhubung tak ada bukti kuat, biarlah keyakinan itu hanya menjadi dugaan semata. Yang jelas kita bisa memperoleh penghasilan dari program PPC lokal ini. Yah, walaupun hanya sebesar Rp 100,-/klik, tapi lumayanlah buat tambah-tambah. Lagipula Anda juga bisa mendaftarkan banyak blog dalam satu account sehingga penghasilannya dapat lebih banyak lagi.

Well, terlepas dari kekurangan-kekurangan yang ada pada ketiga situs PPC lokal tersebut, sudah selayaknya kehadiran ketiganya kita acungi jempol. Bagaimanapun ketiganya telah berniat baik membantu kita para blogger Indonesia untuk bisa memperoleh penghasilan memadai dari blog berbahasa Indonesia. Jadi, tunggu apalagi? Segera cobain kalau Anda belum mencobanya! Bagi yang sudah mengikuti program-program tersebut, tolong bagi-bagi pengalamannya di kolom komentar dong...

Semoga bermanfaat.

Baca Lanjutannya di sini...

04 April 2008

3

Ganti Baju (Lagi) - Repost

Tulisan ini sebenarnya sudah saya posting tadi siang jam 12-an. Tapi berhubung ada perubahan ya saya posting lagi deh biar aktualitasnya terjaga. Untuk itu, posting berjudul 'AdSense ala Indonesia' terpaksa saya tarik lagi biar gak ribet yg baca. Tenang, besok juga sudah kembali bisa dilihat koq postingan tersebut. :D Dasar...

Ah, namanya juga manusia, pasti selalu saja merasa kurang dan kurang. Selalu saja merasa tidak puas dengan apa yang sudah dimilikinya. Dan untuk menuntaskan ketidakpuasan itu si manusia tadi lalu bergerak, mencoba membuat satu perubahan. Hasilnya kadang berhasil, tapi tak jarang juga malah dapat yang lebih buruk dari sebelumnya.

Inilah gambaran diri saya dengan blog ini. Hari ini saya membuka bulan baru dengan template baru. Terhitung sejak pertama kali "mengudara" EkoNurhuda.com sudah 4 kali ganti template. Hari ini saja sudah 2 kali ganti karena kurang sreg. Yang pertama diganti karena kembar identik dengan punyanya Kang Agus Herry. Karena beliau jauh lebih senior dan terkenal, maka saya yang ngalah. Daripada dibilang membeo sih. Nah, template kedua sebenarnya aman alias gak ada yang nyamain, tapi utak-atik yang saya lakukan justru membuat template aslinya berantakan. Padahal saya cuma mau mengganti header bawaan template asli dengan header narsis karya teman saya. Yah, nasib...


Semakin dipandang koq semakin tidak memuaskan saja template yang dominan biru kemarin itu. Akhirnya saya putuskan ganti template lagi. Kali ini nemu template-nya di EBlogTemplates.com. Cuma saya tidak mengopinya mentah-mentah. Pengalaman mengotak-atik template membuat saya sedikit-sedikit paham bagian mana yang harus diubah untuk mendapatkan warna, tampilan serta gambar-gambar sesuai keinginan saya. Akhirnya, VOILA!!! EkoNurhuda.com-pun berwajah baru. Sedikit banyak warna template lama masih saya sertakan. Karena yang asli dominan merah, maka saya rombak habis-habisan menjadi dominan biru muda.

Bagian yang paling saya suka dari itu adalah kolom iklan banner 125x125 px di sidebar kanan, serta tentu saja kolom untuk nampilin foto-foto dari Flickr di tengah header. Wow, berhubung saya tidak punya foto-foto bagus, dengan sangat 'terpaksa' saya pasang aja fotonya si cantik Maria Ozawa. Tahu kan siapa dia? Tapi saya mulai tidak puas dengan template tersebut sewaktu menambahkan fasilitas 'read more'. Masa iya jenis huruf paragraf sebelum dan sesudah 'read more' bisa beda sih? Sudah begitu bagian banner 125 x 125 px di bagian sidebar juga kacau karena cuma bisa dimuati 2 banner. Saya otak-atik sampe 5 jam lebih (sampe lupa Jum'atan segala), masih juga gak bener. Akhirnya saya ngalah, banner-nya cuma 2 saja gpp. Toh, ada wajah si cantik Maria Ozawa sedang tersenyum di tengah header.

Saya lantas pulang. Tapi sepanjang perjalanan terus teringat tampilan blog yang kurang memuaskan saya. Akhirnya, saya cuma pindah warnet dan otak-atik lagi deh. Nah, sekarang saya sudah puas! Meskipun lebih sederhana, tapi tampilan yang sekarang jauh lebih rapi dan bersih. Enak dipandang mata. Sudah begitu kolom sidebar bisa dipasangi lebih dari 3 banner ukuran 125 x 125 px. Ini yang asyik. Soalnya saya sedang melangkah menuju 'Direct Ads' alias mau mencari iklan langsung bagi blog ini selain ikut program-program online earning yang lain. Tapi ini masih rencana. Eksekusinya nanti menunggu trafik dan peringkat blog ini lebih baik lagi. Meski begitu kalau ada di antara pembaca yang mau memasang iklan sekarang juga gpp koq. :D

Oke, tak terasa sudah lebih dari 4 jam saya mengotak-atik template baru untuk episode kedua sore ini. Maklum, otodidak dan sama sekali gak punya background kaya ginian, jadi lama banget otak-atiknya. Mana warnetnya lemot banget lagi. Capek deh... :( Anyway, cukup segini dulu untuk hari ini. Besok akan saya sempurnakan lagi sambil ngerjain job nulis review. Terakhir, please tinggalkan komentar tentang tampilan baru blog saya ini. Oke?

Baca Lanjutannya di sini...

03 April 2008

2

X-Ray Technician, A Future Career

Masih nyambung dengan topik pharmacy technician tadi, profesi lain yang tak kalah menariknya di bidang kesehatan adalah sebagai x-ray technician alias tenaga ahli sinar X. Profesi ini disebut juga sebagai tenaga radiologi atau radiografer. Tanggung jawab seorang x-ray technician adalah melakukan scan atau penyinaran terhadap bagian tubuh tertentu pasien. Tujuannya tentu saja untuk mengetahui bagian dalam tubuh pasien karena sehubungan dengan keluhan yang dirasakannya.

Seorang x-ray technician bertugas menyiapkan pasiennya untuk proses filming dan mengopersikan mesin sinar X. Faktor keakuratan sangat penting di sini mengingat seorang x-ray technician harus memposisikan perlengkapan radiologi di tempat yang tepat untuk memperoleh hasil gambar terbaik bagi kesempurnaan hasil diagnosis dokter. Proses ini membutuhkan pengetahuan memadai dalam hal anatomi sekaligus teknologi pengambilan gambar. Beberapa tenaga radilogi terlebih dahulu akan ditraining untuk menggunakan perlengkapan yang lebih canggih seperti MRI (Magnetic Resonance Imaging) CT (Computerized Tomography).


Oya, ngomong-ngomong soal gaji, tentunya pendapatan seorang x-ray technician tak jauh beda dengan tenaga medis lainnya. Ingat, mesin laser sinar X hanya ada di klinik-klinik besar atau rumah sakit, tentu saja ini berarti profesi x-ray technician sedikit ekslusif alias lumayanlah. Nah, buat Anda yang tertarik mempelajari masalah radiologi dan ingin meniti karir sebagai seorang radiologis atau x-ray technician, Medical-career-training.com juga memberikan informasi lengkap tentang sekolah-sekolah kesehatan yang menyediakan kurikulum pendidikan tentang x-ray atau radiologi.

NB: Ssst, ini juga lagi nyoba nulis review pake bahasa Indonesia untuk SponsoredReviews. Boleh gak ya?

Baca Lanjutannya di sini...
1

Study at Culinary School

Anda tahu Bara Pattiradjawane atau Rudi Khoiruddin? Saya tidak akan heran kalau banyak di antara Anda yang tidak tahu mereka. Nah, kalau dr. Boyke Nugraha pasti tahu kan? :D Bara dan Rudi adalah dua orang koki (chef) terkenal di negeri ini. Keduanya menjadi host tetap acara masak-masak di dua stasiun televisi berbeda. Yang ingin saya sampaikan pada Anda adalah, betapa bergengsinya profesi sebagai koki sekarang ini.

Ya, bila Anda mau iseng-iseng bertanya pada seorang chef restoran, Anda pasti kaget mengetahui berapa gajinya. Mahal, Bo! So, boleh dibilang kalau menjadi seorang chef adalah pilihan karir yang bagus, terutama bagi Anda yang suka masak-masak. Tidak harus cewek, karena kebanyakan koki terkemuka justru cowok. Tidak perlu punya bakat masak atau berasal dari keturunan pengusaha makanan karena sekarang sekolah kuliner (culinary schools) sudah marak di mana-mana. So, kalau Anda pengen jadi koki top, cari saja sebuah sekolah kuliner (culinary school) dan belajar deh yang rajin. Bingung mo pilih yang mana? Cari aja di internet.


Culinary-school-finder.com adalah satu situs yang mengkhususkan diri pada informasi sekolah kuliner. Ada juga sekolah koki (chef school) yang sebenarnya tidak jauh beda dengan sekolah kuliner. Dengan bantuan situs seperti Culinary-school-finder.com, Anda yang berminat meniti karir sebagai koki akan sangat dimudahkan. Apalagi kalau Anda berniat sekolah di Amrik. Culinary-school-finder.com sangat lengkap sekali informasinya. Yang Anda butuhkan hanya klik sana klik sini dan semua informasi yang Anda butuhkan akan sampai dengan cepat dan akurat. Apalagi? Yang jelas Anda akan sangat menghemat uang karena tidak perlu survey langsung ke Amrik hanya untuk mencari-cari sekolah kuliner yang cocok.

Bagaimana, mulai berpikir untuk menjadi seorang koki handal seperti Bara Pattiradjawane ataupun Rudi Khoiruddin (ssst, keduanya idola saya lho...)?

NB: Ssst, ini lagi ngetes buat review pake bahasa Indonesia untuk SponsoredReviews. Mudah-mudahan aja bisa. Kan enak kalo bisa nulis review pake bahasa sendiri.

Baca Lanjutannya di sini...
1

Good Career as Pharmacy Technician

Sebentar lagi masa kelulusan sekolah. Problem utama bagi para lulusan SMA adalah sulitnya menentukan pilihan antara meneruskan studi ke jenjang perguruan tinggi atau langsung bekerja. Kalau pilih bekerja, ijazah SMA bisa sampai ke mana sih? Sementara kuliah juga belum tentu setelah jadi sarjana bakal lebih gampang memperoleh pekerjaan. Itu artinya hanya menunda waktu untuk menganggur saja. Iya kan?

Nah, pilihan bijak mungkin dengan memilih sekolah yang siap pakai. Maksudnya melanjutkan studi di institusi yang lulusannya berprospek cerah. Apa dong yang lulusannya berprospek cerah (baca: mudah cari kerja) seperti itu? Cuma ada dua: guru atau tenaga kesehatan. Ya, sepanjang hayat manusia pendidikan dan kesehatan adalah dua hal pokok yang mutlak diperlukan. Selama masih ada manusia, maka pendidikan dan kesehatan akan terus dibutukan. Begitu juga dengan tenaga kerja yang berkecimpung di dalamnya, yakni guru dan tenaga kesehatan lainnya.

Mau jadi guru? Sepertinya banyak yang tidak suka menjadi guru. Bagaimana dengan tenaga kesehatan? Nah, ini sepertinya menarik. Kalau di Indonesia tenaga kesehatan disebut sebagai paramedis, nah di Amerika sana istilahnya pharmacy technician. Karir sebagai seorang pharmacy technician sangat menjanjikan. Dilihat dari penghasilan, gaji pharmacy technician (pharmacy technician salary) cukup besar. Siapa yang tidak mau bergaji besar? Saya yakin, Anda pasti mau gaji besar kan?

Nah, dalam rangka membantu para peminat bidang kerja sebagai pharmacy technician ini, sebuah situs mengkhususkan dirinya sebagai penyedia informasi sekolah-sekolah farmasi. Medical-career-training.com adalah situs dimaksud. Situs ini menyediakan beragam info mengenai sekolah-sekolah farmasi yang ada di Amerika sana. So, kalau Anda berminat menempuh karir sebagai tanaga medis, baik itu menjadi dokter ataupun ahli pharmacy tech, mungkin bisa melongok situs ini sebagai panduang. Buka saja langsung. Gratis koq. :D Karena masih terbatas untuk sekolah-sekolah di Amerika, ini akan sangat berguna bagi Anda yang punya impian sekolah ke Amrik.

NB: Ssst, lagi nyoba nulis review pake bahasa Indonesia untuk SponsoredReviews. Boleh gak ya?

Baca Lanjutannya di sini...

01 April 2008

11

Wow, $5000 Sebulan..!

Seperti kebiasaan saya di tiap awal bulan sejak akhir Januari lalu, maka saya juga akan membeberkan penghasilan yang saya peroleh selama bulan Maret. Anda tentu penasaran berapa penghasilan saya kali ini. Jika di bulan Januari saya memperoleh $165 lebih sedikit, lalu di bulan Februari turun menjadi hanya $75 lebih sedikit, bulan Maret ini bagaimana ya? Semakin meningkatkah? Atau justru menurun lagi?

Saya masih ingat kata-kata Mr. Anonim yang sudah berpenghasilan Rp 17.5 juta di posting "5 Kesalahan Utama Blogger". Jujur saja saya shock berat karenanya. Sempat ingin berhenti posting karena merasa jerih-payah saya tidak dihargai. Tapi semisal saya berhenti bukannya Mr. Anonim malah tambah senang? Bukankah itu yang dia inginkan? So, saya tidak akan berhenti sampai di sini saja, Mr. Anonim. Dan, lihatlah berapa penghasilan yang saya dapat bulan Maret lalu dari SponsoredReviews saja:



Kalau kurang percaya, ini screenshot Payment History yang saya kopi dari member area SponsoredReviews saya:


Anda ingin tahu bagaimana cara saya melakukannya? Gampang. Anda bahkan bisa berbuat serupa hanya dalam waktu 10 menit. Iya, cukup 10 menit bahkan kurang! Penasaran kan? Baiklah, begini triknya dan perhatikan baik-baik atau Anda akan rugi.
  • Buka email pemberitahuan pembayaran earning SponsoredReviews dari PayPal.
  • Kopi gambar tersebut. Gampangnya pake saja tombol 'Print Screen'.
  • Buka program Paint dan paste-kan screenshot email tadi.
  • Hapus tulisan asli yang menyatakan besarnya earning Anda. Ganti dengan nominal berapapun yang Anda inginkan.
  • Simpan gambar tersebut dan upload di blog Anda. Selanjutnya biarkan pengunjung blog Anda berdecak kagum melihat penghasilan ribuan dolar Anda.

Mudah kan? Hehehe, meskipun ngerjain itu tidak baik, tapi berhubung momennya pas saya jadi tergelitik untuk coba-coba ngerjain teman-teman sekalian. So, met April mop everybody...

Baca Lanjutannya di sini...