Suatu hari di pekan kemarin saya menerima sebuah email yang sangat menarik perhatian. Pengirimnya tertulis bernama Mr. Ibrahim Milha, dan titelnya sungguh menantang: "Reply this only if you are trustworthy". Wow, karena tertarik, saya buka email tersebut. Hmm, setelah membaca isinya saya merasa semakin tertarik dan semakin penasaran saja dibuatnya. Bagaimana tidak? Dalam email tersebut si Mister yang mengaku asal Bahrain itu mengatakan bahwa dirinya adalah seorang kaya raya yang akan segera mati karena satu penyakit ganas.
Nah, ceritanya Mr. Ibrahim Milha ini tak punya keturunan karena terlalu sibuk mengurusi bisnisnya. Ia punya keluarga, namun sama sekali tidak mempercayai mereka. Penyebabnya adalah keluarganya telah mengambil tabungan yang ia niatkan untuk disumbangkan ke yayasan sosial di beberapa negara. Dengan demikian si Mister ini tidak punya apa-apa lagi. Satu-satunya harta yang ia punya hanyalah uang sebanyak TWELVE Million dollars ($12,000,000,00) yang ia simpan dalam dua peti di sebuah perusahaan finansial di luar negeri. Tidak seorangpun tahu bahwa isi peti itu adalah uang senilai 12 juta dolar, termasuk perusahaan di mana ia menitipkan peti tersebut. Mr. Ibrahim bermaksud mengambil uang di peti itu, namun ia tidak dapat melakukannya sendiri karena kondisi kesehatannya tidak memungkinkan. Maka ia mencari orang untuk menolongnya mengambil peti uang tersebut. Sebagai imbalan, si pengambil akan memperoleh 20% dari nilai 20 juta dolar alias 2,4 juta dolar. Wow!!!
Semakin diliputi rasa penasaran, sayapun membalas email tersebut dan menyatakan bersedia membantu Mr. Ibrahim Milha. Saya sertakan nomor HP saya dalam email itu. Si Mister membalas dan meminta saya berjanji untuk tidak menceritakan tentang hal ini pada siapapun, bahwa saya seorang yang taat beragama dan lain-lain yang intinya untuk menunjukkan bahwa saya adalah orang yang dapat dipercaya.
Oke, sayapun bilang padanya bahwa saya dapat dipercaya. Saya lalu dikirimi foto si Mister yang sedang sakit dan juga hasil
scan sertifikat deposito yang ia lakukan. Ternyata si Mister mendepositokan uangnya di
Valencia, Spanyol, di sebuah perusahaan bernama
Sabadell. Saya diminta datang ke Valencia untuk mengambil peti uang tersebut atau kalau tidak saya harus menghubungi perusahaan tersebut dan mengatakan bahwa saya dikirim Mr. Ibrahim Milha untuk mengambil peti berisi uang tersebut.
Di sini kecurigaan mulai timbul di benak saya. Pertama, masa iya saya bisa mengambil barang yang disimpan oleh orang lain tanpa membawa sesuatupun? Kedua, bila melihat gambar sertifikat deposit yang dikirimkan ke saya akan nampak beberapa keanehan. Yang jelas nyata sekali bahwa gambar sertifikat tersebut telah direkayasa. Terlihat jelas bagian nama perusahaan, nama klien dan keterangan lain seperti di-
crop.
Hmmm, ini pasti hanya SCAM alias penipuan. Saya putuskan menuntaskan cerita ini dan mengirim email pada Mr. Ibrahim Milha yang menyatakan bahwa saya tidak dapat mempercayainya atas dasar dua hal di atas.
Hebat! Email saya kirim hari Kamis (10/4) sekitar pukul 10.30 siang dan saya menerima telpon dari 2 nomor asing sekitar pukul 11.30. Waktu telpon masuk kebetulan saya tidak membawa HP karena saya simpan di dalam lemari. Sampai pukul 7 malam lebih saya baru tahu ada
miss call 8 kali dan sebuah SMS dari nomor yang berusaha menghubungi itu. Pesannya pendek, "
Please call me as soon as possible. Mr. Boston". Siapa dia? Karena tidak ada pulsa saya hanya mengirim SMS ke nomor tersebut.
Eh,
Mr. Boston itu lalu menghubungi saya dan mengaku sebagai kurir dari Valencia untuk mengantarkan dua buah peti yang dikirimkan Mr. Ibrahim Milha ke saya. Saat itu Mr. Boston mengaku sudah berada di Jakarta.
Wow, ini serius tampaknya?
Saya jelas kaget. Dari nada suara dan logatnya, Mr. Boston ini asli bule. Tapi dia lupa kalau Spanyol itu punya bahasa sendiri dan saya sangat fanatik sama klub Valencia yang sekarang dilatih Ronald Koeman. Masa iya orang Spanyol ngomong Inggris? Dengan logat Amerika lagi. Lagipula Valencia-Jakarta tak akan mampu ditempuh dalam waktu hanya sejam. Namun begitu rasa penasaran yang kian membesar menggoda saya agar menanggapi si Mister. Lebih dari 10 menit saya bertanya-jawab dengan Mr. Boston. Intinya saya diminta datang ke Jakarta untuk mengambil dua peti kiriman Mr. Ibrahim Milha dan membayar sejumlah
tax.
Nah lho, di sini dia sudah membuka kedoknya sendiri. Saya lalu memutuskan pembicaraan dengan alasan ingin mengecek email sekalian
cross check dulu ke Mr. Ibrahim dan setelah itu akan menelpon balik.
Ya, saya memang ke warnet untuk membuka email. Tapi yang saya lakukan adalah mengkopi seluruh email dari Mr. Ibrahim Milha, termasuk foto dan gambar
scan sertifikat deposit yang ia sertakan, lalu menyimpannya ke dalam
flash disk. Iseng-iseng, saya lalu melacak nama Sabadell di Google. Ternyata Sabadell adalah sebuah kota kecil di Valencia. Selain
Bank Sabadell ada juga
Sabadell FC yang tak lain adalah klub sepakbola, tetapi nama perusahaan yang disebutkan Mr. Ibrahim Milha sama sekali tidak terlacak. Saya jadi penasaran. Ujung-ujungnya nama Ibrahim Milha yang saya masukkan ke kotak pencarian.
Eh, ternyata hasilnya banyak sekali. Dan kesemuanya sepakat bahwa si Mister adalah penipu ulung dengan cara mengirimkan email SCAM. Coba lihat
di sini,
sini,
sini,
sini, atau
sini. Mau lebih banyak? Lihat sendiri
di sini.
Pertanyaan yang belum terungkap bagi saya sampai sekarang adalah, siapa gerangan Mr. Boston? Yang jelas ia tinggal di Jakarta karena nomor Simpati-nya berkode Jakarta. Ini berarti jaringan SCAM ini sangat luas hingga lintas negara, dan Indonesia adalah salah satu targetnya.
So, waspadalah! Agar Anda tidak tertipu email SCAM seperti ini, situs
ScamWarning.org mungkin akan sangat bermanfaat bagi Anda.
NB:
Jum'at (11/4) Mr. Boston kembali menelpon saya, tapi saya kerjain. Telpon saya angkat, tapi saya dekatkan ke sound
TV yang sedang menyiarkan talkshow
. :D Setelah itu dia telpon lagi sekitar dua kali dan tidak saya angkat-angkat. Ujung-ujungnya dia kirim SMS dan bilang kalau saya tidak segera menemuinya ia akan balik lagi ke Spanyol hari Minggu (13/4). Dalam hati saya bilang, "go to hell
aja sekalian, Mister
." Jahat banget ya? :P