Tampilkan posting dengan label Google AdSense. Tampilkan semua posting
Tampilkan posting dengan label Google AdSense. Tampilkan semua posting

17 Juli 2008

20

Meneladani Sikap Pendiri Google

Artikel ini merupakan posting pertama blog ini. Namun karena waktu itu masih newbie banget dan masih benar-benar baru, saya haqul yaqin tidak ada yang membaca deh. So, daripada mubazir artikel ini saya repost. Silakan ambil pelajaran dari kisah sekilas para pendiri Google ini.

Apa yang dipikirkan oleh Larry Page dan Sergey Brin saat menciptakan teknologi PageRank yang merupakan cikal-bakal Google saat ini? Kekayaan? Kepopuleran? Ternyata bukan. Mereka hanya ingin mempersembahkan sesuatu yang lebih baik kepada para pengguna internet. Waktu itu teknologi mesin pencari belum secanggih sekarang sehingga alih-alih membantu pencarian, kebanyakan mesin pencari justru menambah pekerjaan bagi penggunanya.

Nah, melihat kerepotan itulah lalu Larry dan Sergey yang sebenarnya gak cocok satu sama lain bahu-membahu menciptakan satu teknologi baru dalam dunia search engine. Hasilnya, mereka berhasil mengkreasi PageRank. Teknologi baru inipun lantas diuji-cobakan pada sebuah mesin pencari bernama BackRub dan sukses besar. Mereka lantas mengganti namanya menjadi Google seperti yang kita kenal sekarang.

Ketika Google kemudian semakin berkembang, mereka merasa harus mencari sumber dana besar untuk memperbaiki server dan komputer yang digunakan Google. Alhasil, berkat bantuan dari seorang investor ternama di Mountain View bernama Andy Bechtolsheim, Google Guys dapat pinjaman dana US$ 100.000,-. Lucunya, Andy menuliskan cek tersebut untuk Google, Inc. sementara perusahaan itu sendiri belum berdiri. Alhasil cek belum bisa diuangkan dan memaksa Google Guys mencari dana segar lain dari saudara, keluarga dan teman-teman mereka. Berhasil. Dana tunai US$ 1 juta mereka peroleh dan berdirilah Google, Inc.

Tapi di awal-awal beridirnya Google tidaklah profit oriented. Sergey dan Larry hanya berpikiran bagaimana Google dapat memberikan yang terbaik untuk dunia internet. Mereka semakin hari semakin mempercanggih teknologi PageRank, semakin memperbesar server dan mempunyai impian untuk mendigitalkan dunia. Alhasil, Google sekarat karena tak mempunyai penghasilan. Ketika memperoleh dana segar dari John Doerr dan Michael Moritz, dua investor kakap di Silicon Valley, dananya juga mereka gunakan untuk menambah kapasitas dan kualitas pencarian Google. Setelah diultimatum oleh para investornya, barulah Google mencari CEO untuk mengatur cahsflow perusahaan lebih baik lagi. Terpilihnya Eric Schmidt yang mantan CEO Novell, Inc. dan CTO Sun Microsystem.


Apa yang dapat dipelajari dari sinopsis di atas? Well, tak lain bahwa memulai sesuatu dengan spirit money oriented atau profit oriented tidaklah memberikan hasil maksimal. Kenapa? Karena profit atau money adalah 'hasil', sehingga orang cenderung lebih cepat kecewa jika 'merasa' sudah berusaha keras tapi 'hasil'nya tidak sesuai harapan. Sebaliknya, kalau ia meneladani sikap para pendiri Google, yang terbaik adalah berniat 'melayani' orang lain sebaik-baiknya. Dengan spirit ini kita akan tertantang untuk selalu melakukan yang terbaik tanpa memikirkan hasil yang akan diperoleh. Percayalah bahwa Tuhan tidak tidur dan Ia akan membalas kebajikan yang kita lakukan dengan berlipat-ganda. So, kalau Anda publisher Google AdSense, berpikirlah untuk melayani orang lain dengan web yang Anda punya tanpa harus risau iklan Anda akan diklik atau tidak. Buah manisnya pasti akan datang sendiri koq.

Baca sendiri deh bukunya, saya jamin Anda puas (dan saya tidak akan loyo :p ). Kalau belum baca bukunya, cepetan deh cari di toko-toko buku. Bagus banget loh...

PS: Belum ikutan survey yang saya adakan? Ayo, 10 kaos cantik dan 4 ebook gratis menanti Anda yang ambil bagian dalam survey sederhana ini. Klik di sini untuk menyampaikan pendapat Anda. Thanks.

Baca Lanjutannya di sini...

30 Januari 2008

1

What?! Google Juga Mau Main Paid Review?

Ini bisa jadi berita terhangat dan menghebohkan. Berita ini saya dapatkan sewaktu sedang jalan-jalan menelusuri blog-blog senior di luar sana. Nah, pas mampir di blognya ShoeMoney (tahu kan siapa dia?) terkejutlah saya melihat artikel tentang rencana Google untuk turut terjun di program paid review. What? Eh, apa?! Ya, setelah cukup mendominasi pasar PPC ads melalui program Google AdSense, kini The Big Google mulai melirik bisnis paid review. Hmmm, berita gembira kayanya nih bagi para pemburu dolar. Soalnya source of income bakalan nambah satu lagi nih. :p

Berita (atau lebih tepatnya kabar ya?) tersebut memang belum terkonfirmasi kebenarannya. Tapi yang jelas Google sedang mempersiapkan sebuah versi beta dari paid review program di jaringan Google AdSense beberapa waktu ke depan. Kita tunggu saja perkembangannya sambil terus mengasah skill. Tapi kenapa ya koq Google akhirnya tertarik juga pada program yang memang sedang naik daun ini?

Tentu saja Google sangat tertarik untuk ikut menikmati 'kue' iklan di bisnis paid review. Tidak alasan bagi mereka untuk tidak tertarik. Apa alasannya? Satu, Google sudah mempunyai jaringan publisher yang sangat banyak di seluruh dunia. Ingat, Google AdSense adalah idola para webmaster dan juga blogger. Hampir semua website/blog pasti memasang iklan Google. Ini tentu modal sangat bagus bagi mereka untuk menarik minat pemasang iklan. Kedua, jumlah pemasang iklan di Google juga banyak. Tinggal melakukan negoisasi ulang mengenai hal-hal teknis dan tentu saja pembayaran, maka Google tak akan kesulitan mencari pengiklan. Apalagi nama Google sudah demikian besarnya, tentu tak sulit bagi mereka untuk mencari pengiklan baru di jalur paid review kelak.

Modal ketiga Google adalah Blogger.com. Well, ini adalah situs penyedia blog dengan anggota terbanyak. Anda cari buku tentang Blogger, buanyaaaak sekali di toko-toko buku. Ini menandakan bahwa Blogger adalah blog sejuta umat bahkan lebih. Selain Blogger, menurut ShoeMoney Google juga tengah melakukan pendekatan dengan WordPress untuk pemasangan iklan-iklan Google di WordPress.com.

Sekali lagi ini baru kabar yang belum bisa dikonfirmasi kebenarannya. Tapi jika Google benar-benar meluncurkan program paid review, bisa-bisa situs paid review yang lainnya gulung tikar dong? Mudah-mudahan tidak. Apalagi ini masih samar-samar. Pasang mata pasang telinga, tangkap perkembangan terbarunya. Oke?

Semoga bermanfaat.

Baca Lanjutannya di sini...

02 Januari 2008

0

Merencanakan Target Bersama AdSense

Saya kenal Google AdSense secara gak sengaja Agustus tahun lalu. Waktu nyari lowongan di koran ada iklan menarik yang kurang-lebih bunyinya begini, “kerja part time dari rumah, bukan MLM bukan reseller, komisi US, resmi.” Saya yang sedikit banyak paham masalah internet marketing langsung penasaran. Situs yang diiklankan itupun langsung saya buka dan itulah pertama kalinya saya mengenal AdSense. Tidak membuang waktu lama, saya segera belajar membuat blog dan mendaftar. Waktu itu yang ada di benak saya hanyalah gimana caranya cepet dapet cek biarpun cuma pas-pasan US$ 100. Saya sudah punya pikiran kalo semakin banyak web akan semakin bagus. Misal satu blog earningnya US$0,05 saja, kalau ada 10 blog berarti per hari jadi US$ 0,5. Maka sayapun membuat 3 blog sekaligus dalam sehari.

Dasar pemula, saya waktu itu gak ngerti masalah optimalisasi mesin pencari atau istilah kerennya SEO. Walhasil ketiga blog saya traffic-nya menyedihkan sekali. Dalam 2 bulan pertama angkanya gak beranjak dari 50. Angka 50 itupun diperoleh karena tiap 3 kali seminggu saya update dan bolak-balik melakukan preview. Bisa dibayangkan berapa earning AdSense kalau blognya saja lelet kaya gitu. 3 bulan pertama bersama AdSense saya cuma dapet kurang dari US$ 2.

Frustasi? Jelas! Kalau pakai hitung-hitungan kasar, sekali ngenet paling tidak saya butuh dana Rp 5-10 ribu tergantung yang dikerjakan apa. Kalau update ya 5ribu (harga paket 2 jam), tapi kalau membangun blog baru lagi bakal lebih lama. Nah, seminggu 3 kali ngenet berarti total sebulan Rp 100-150ribu. Idealnya, earning yang harus saya dapat minimal US$ 20/bulan biar balik modal. Kenyataan justru terjadi sebaliknya. Maka sayapun coba-coba ‘ngakali’ Mr. Google dan klak-klik iklan sendiri. Sukses! Sehari saya bisa dapet min US$ 2 karena saya pake search engine dan masukkan keyword-keyword mahal seperti tur dan kesehatan. Tapi gak sampe sebulan kemudian surat peringatanpun datang. Dasar gak rejeki, waktu surat itu datang saya pas lagi gak mood ke warnet, jadi tahunya baru 3-4 hari kemudian alias sudah kadaluwarsa. Tamat deh.

Jujur, sekarang saya daftar lagi pake nama pasangan saya. Menyadari kebodohan di masa lalu, satu tekad dalam hati saya bahwa yang sekali ini tidak hanya ganti nama saja, tapi cara kerja juga akan diperbaiki. Saya tak segan-segan menghapus blog yang sekiranya melanggar etika, DMCA atau TOS-nya Google AdSense, meskipun blog itu sudah menuju ke arah well-established. Dan, sesuai dengan judul postingan ini, saya juga menetapkan target demi target bersama AdSense. Karena saya yakin tak ada yang akan saya peroleh tanpa merencanakan target jelas.

Bermain di Google AdSense (termasuk program-program lain) tak ubahnya dengan berbisnis. Artinya, mau tidak mau kita harus keluar modal sebagai investasi di awal. Modal? Berarti harus banyak uang dong? Tidak juga. Investasi dapat berbentuk apa saja selain uang. Tapi memang tak dapat dipungkiri kalau modal uang juga perlu, terkecuali Anda sudah punya laptop sehingga bebas ber-Wi-Fi ria di hot spot. Ada banyak jalan mengatasi keterbatasan, apalagi kalau Anda tinggal di kota seperti Jogja. Misalkan mau bangun sebelum subuh, dengan hanya bermodalkan Rp 5ribu saja Anda sudah dapat ngenet paling tidak 2 jam. Jangan anggap sepele dan berpikiran kalau memperoleh uang di Google AdSense ini mudah. Tidak sama sekali. Anda tetap harus kerja keras di awal dan meninggalkan ‘zona nyaman’ Anda untuk beberapa waktu sebelum akhirnya menerima kiriman cek rutin dari Mountain View.
Nah, supaya kerjanya terarah, sangat dianjurkan untuk membuat target-target yang ingin dicapai. Kenapa? Karena target alias impian boleh disamakan sebagai tujuan dari perjalanan. Bayangkan Anda berjalan tanpa arah tujuan, apa yang didapat? Dengan memiliki target, langkah Anda akan lebih terarah. Taruhlah Anda mempunyai impian dapat US$ 1000/bulan, ini kita sebut impian utama atau target jangka panjang. Yang harus Anda lakukan kemudian adalah memecah impian tersebut menjadi impian-impian kecil alias target-target jangka pendek. Bulan pertama membangun 5 web misalnya, atau earning bulan pertama minimal US$ 25. Kembali pecah-pecah target tersebut menjadi lebih kecil lagi, target mingguan dan akhirnya target harian seperti mengirim satu posting untuk tiap blog per hari atau earning harian minimal US$ 0,5. Kenapa harus dipecah menjadi target-target jangka pendek? Manfaatnya adalah untuk meringankan tenaga dan pikiran. Bayangkan kalau setiap hari Anda sibuk memikirkan bagaimana caranya memperoleh US$ 1000. Yang ada kemudian frustasi. Bukannya tidak mungkin mencapai angka US$ 1000/bulan, tapi ini membutuhkan proses. Dengan memecahnya ke dalam target-target yang lebih kecil, ini akan berdampak positif pada moril Anda. 1 posting atau US$ 0,5 sehari tentu lebih ringan kan? Bila ini sudah tercapai, tingkatkan menjadi 2 posting atau US$ 1 per hari, begitu seterusnya sampai angka US$ 1000 akhirnya tercapai. Karena itu, rencanakanlah sebuah target. Terserah apa yang Anda targetkan, tapi yang jelas Anda HARUS membuat target kalau ingin rutin memperoleh cek.

Baca Lanjutannya di sini...



Blogging Blogs - Blog Catalog Blog Directory Blog Directory - Blogged Personal Top Blogs Page copy protected against web site content infringement by Copyscape hit counters
Zona Cerebral | WP Premium Blogger Template | Original WP Premium theme by WP Remix | Copyright 2008. R.Bhavesh. All rights reserved | Modified by Eko Nurhuda
EkoNurhuda.com Networks are: Blog Sepakbola | Best Ebook for Free | Jogja Info | Ebook Gratis