Tampilkan posting dengan label Paid Review. Tampilkan semua posting
Tampilkan posting dengan label Paid Review. Tampilkan semua posting

20 Juni 2008

13

Review Berbahasa Indonesia, Bolehkah? (2)

Boleh tidaknya menulis review dalam bahasa Indonesia memang masih belum jelas. Saya sendiri sempat punya niat untuk menanyakan hal ini langsung pada SponsoredReviews, namun tidak pernah saya lakukan karena satu dan lain hal. Yang saya lakukan kemudian hanyalah membaca-baca ToS SponsoredReviews dan menafsirkannya sendiri. So, kalau kemudian saya berani menulis beberapa review dalam bahasa Indonesia, itu merupakan hasil penafsiran saya pada ToS tersebut.

Mungkin ada yang berpendapat saya cuma sok nekat, mengingat ketentuan SponsoredReviews sendiri sudah jelas-jelas mengatakan bahwa “review harus ditulis dalam bahasa Inggris”. Tapi kalimat dalam poin tersebut tidak berhenti sampai di situ saja. Ada kelanjutannya yang kurang lebih berarti “kecuali ditentukan lain oleh advertiser”. Nah, pada kenyataannya sikap advertiser juga macam-macam. Ada yang jelas-jelas mengharuskan review ditulis dalam bahasa Inggris, ada yang membebaskan blogger untuk menulis dalam bahasa apa saja, dan kebanyakan malah tidak menyinggung sama sekali mengenai bahasa yang harus digunakan.

Oke, katakanlah sebenarnya review berbahasa Indonesia tidak boleh, lantas kenapa saya berani menulis beberapa review dalam bahasa Indonesia? Jawabannya adalah pada judul dan deskripsi blog yang ada di sistem SponsoredReviews. Saya mengubah judul dan deskripsi blog ini sehingga advertiser segera tahu kalau bahasa yang digunakan adalah bahasa Indonesia dan semua review di blog ini juga akan dituliskan dalam bahasa tersebut. Jadi, kalau advertiser menerima bid dari blog ini, maka saya anggap advertiser tersebut sudah tahu ketentuan ini dan menyetujuinya.

Pada saat mendaftarkan blog, kita harus mencantumkan bahasa blog pada bagian judul bila blog yang didaftarkan tidak berbahasa Inggris. Dan memang SponsoredReviews menerima blog yang tidak berbahasa Inggris. Nah, inilah yang saya jadikan celah untuk mencari jalan bagaimana supaya dapat menulis review dalam bahasa Indonesia. Soalnya lucu kan kalau blog berbahasa Indonesia koq tiba-tiba memuat posting berbahasa Inggris.

Maka pada bagian judul saya tuliskan begini “EkoNurhuda.com – A PR 4 Indonesian Personal Business Blog”. Jadi begitu advertiser melihat blog saya mereka akan langsung tahu kalau blog ini adalah blog berbahasa Indonesia. Lalu keterangan tambahan saya tuliskan di bagian deskripsi yang menyatakan bahwa EkoNurhuda.com adalah blog berbahasa Indonesia. Apabila advertiser menerima bid dari blog ini, maka berarti menyetujui bahwa review akan ditulis dalam bahasa Indonesia. Itu saja.

Sampai saat ini sudah ada beberapa review yang saya tulis dalam bahasa Indonesia. Jujur saja awalnya saya ada ketakutan kalau-kalau SponsoredReviews tidak menerimanya. Ternyata sejauh ini lancar-lancar saja. Berhubung di SponsoredReviews tidak ada proses approval seperti di Blogvertise, Smorty ataupun situs paid review lain, maka begitu alamat URL review di-submit jumlah dolar dalam account saya secara otomatis langsung bertambah. Dan semua komisi review tersebut sudah saya terima.

Seperti sudah saya katakan di posting sebelumnya, keberanian menulis review dalam bahasa Indonesia ini hanyalah penafsiran pribadi saya pada beberapa butir ketentuan (ToS) SponsoredReviews. Itu artinya Anda bisa jadi mempunyai penafsiran dan sikap berbeda. So, apapun pendapat Anda, saya akan sangat senang sekali jika Anda bersedia menuangkannya dalam kolom komentar di bawah ini. Terima kasih.

Baca Lanjutannya di sini...

18 Juni 2008

12

Review Berbahasa Indonesia, Bolehkah?

Mungkin tidak banyak yang tahu kalau saya sudah beberapa kali menulis paid review dalam bahasa Indonesia di blog ini. Saya bilang mungkin karena yang dapat mengenali paid review tersebut tak sampai 5 orang. Satu-dua di antaranya bertanya “apakah ini paid review? Tapi koq berbahasa Indonesia?” Sementara kebanyakan pembaca tidak mengenali paid review berbahasa Indonesia tersebut. Buktinya ada paid review yang mendapat komentar dari pembaca seperti halnya posting nonkomersil lain.

Pertanyaan yang kemudian mencuat adalah, “Bolehkah menulis paid review dalam bahasa Indonesia?” Kalau pertanyaan tersebut ditujukan pada saya, maka saya akan menjawab, “Tergantung situs paid review mana yang memberikan job/task.” Kenapa? Karena ada broker paid review yang hanya membolehkan review dalam bahasa Inggris. Beberapa malah sama sekali tidak mau menerima keanggotaan dari blog yang tidak berbahasa Inggris, contohnya Smorty.

Lantas broker paid review mana yang membolehkan review berbahasa Indonesia? Sebenarnya tidak ada. Namun sepengetahuan saya terdapat dua situs yang tidak mempermasalahkan review berbahasa selain Inggris. Kedua situs tersebut adalah SponsoredReviews dan Blogvertise. Nama pertama saya sebut berdasarkan pengalaman pribadi, sedangkan situs kedua saya dapat dari pengalaman Kang Yusa dulu. Ya, saya bilang dulu karena sekarang Kang Yusa sudah tidak menulis review berbahasa Indonesia lagi untuk task yang didapatnya dari Blogvertise.

Di SponsoredReviews sendiri sebenarnya tidak ada aturan yang jelas-jelas membolehkan penulisan review dalam bahasa Indonesia. Hanya saja ada beberapa hal yang menurut saya dapat dijadikan sebagai pijakan untuk menulis review dalam bahasa Indonesia. Terutama ketentuan mengenai pencantuman bahasa blog (bagi blog yang tidak ditulis dalam bahasa Inggris) pada bagian keterangan judul blog saat hendak mendaftarkan blog bersangkutan. Dalam hemat saya, ketentuan ini semacam “ijin” untuk menulis review dalam bahasa asli yang menjadi bahasa pengantar blog.

Anda boleh setuju boleh juga menentang, namun logika saya koq mengatakan kalau kebijakan SponsoredReviews yang mau menerima blog selain berbahasa Inggris menandakan bahwa sebenarnya review juga dapat ditulis dalam bahasa selain Inggris. Bagi orang Indonesia, itu artinya review dapat ditulis dalam bahasa Indonesia.

Pendapat ngawur? Boleh juga kalau ada yang berkata demikian. SponsoredReviews sendiri memang menyatakan kalau review harus ditulis dalam bahasa Inggris, kecuali ditentukan lain oleh advertiser. Nah, selama ini advertiser terbagi jadi dua kelompok. Satu kelompok mengharuskan review ditulis dalam bahasa Inggris, yang biasanya mereka cantumkan di bagian “Requirements”. Sedangkan sisanya sama sekali tidak memberikan persyaratan apa-apa kecuali jumlah link, keyword yang dipakai, keyword pada judul review, ataupun larangan menggunakan konten situs advertiser pada review.

Melalui berbagai pertimbangan dan setelah mencermati hal-hal di atas, maka sayapun mengambil kesimpulan sendiri mengenai bahasa apa yang akan digunakan dalam penulisan review. Kalau advertiser jelas-jelas menuliskan “Review must be in English”, maka saya akan menuliskannya dalam bahasa Inggris. Tapi kalau tidak ada ketentuan apa-apa mengenai bahasa yang digunakan, ya saya akan nekat menuliskannya dalam bahasa Indonesia. Yang penting jumlah link, anchor text dan keyword-nya sesuai dengan keinginan advertiser, habis perkara.

Diterimakah review berbahasa Indonesia itu? Karena di SponsoredReviews tidak pakai sistem approval seperti halnya situs paid review lain, jujur saja saya tidak tahu bagaimana sebenarnya sikap SponsoredReviews mengenai hal ini. Tapi yang jelas semua komisi untuk review berbahasa Indonesia yang pernah saya tulis di blog ini sudah dibayarkan. Jadi, silakan Anda simpulkan sendiri.


Anda suka dengan posting-posting EkoNurhuda.com? Klik di sini untuk mendapatkan posting terbaru blog ini di mailbox Anda.

Baca Lanjutannya di sini...

16 Juni 2008

13

Lagi, Tentang Blogvertise yang Baik Hati

Beberapa waktu lalu saya pernah bercerita mengenai betapa baiknya Blogvertise. Saat itu saya mempunyai beberapa task yang ternyata sebagian sudah expired. Setengah berspekulasi saya tetap menggarap task tersebut dan men-submit alamat URL reviewnya ke situs Blogvertise. Tapi yang namanya sistem komputerisasi, sekali dibilang expired ya tetap expired. No compromise bagi mesin.

Lain mesin lain pula customer service yang manusia. Eh, tapi customer service apa partner service sih? Kita kan partner, bukan customer. Well, whatever-lah. Kembali ke cerita tadi. Berhubung nilai task tersebut lumayan ($10/task), maka saya coba-coba komplain ke CS-nya. Biasanya yang menjawab Lorie atau Cheryl, namun kali ini saya dibantu oleh Marie Ossoris. Dan poin pentingnya adalah: task yang sudah expired tadi di-reassign (duh, bahasa Indonesianya apa ya?) oleh Marie dan sayapun tetap bisa mendapatkan $10 saya. Alhamdulillah.

Ternyata kebaikan hati Blogvertise tidak sampai di situ saja. Tidak hanya untuk urusan task yang expired. Pengalaman saya baru-baru ini memberikan lebih dari itu. Dan sampailah saya pada kesimpulan betapa luar biasanya Blogvertise. Setidaknya, sampai saat ini untuk urusan customer (atau partner) service Blogvertise adalah yang teratas. Ini bukan pujian gombal. Bukan pula karena Blogvertise adalah salah satu sumber dolar andalan saya. Posting ini hanyalah ungkapan terima kasih saya pada Blogvertise yang telah turut menyelamatkan periuk nasi saya. :))

Ngomong-ngomong, apa sih kejadiannya?

Oke. Ceritanya saya beberapa waktu lalu dapat banyak task. Nilainya semua $10/task. Cuma sialnya itu task untuk blog saya yang sudah tidak eksis lagi, yakni Eko-Nurhuda.blogspot.com. Blog ini kan sudah saya custom domain sehingga alamatnya berubah jadi EkoNurhuda.com. Sayapun lantas teringat Marie dan meminta bantuannya untuk mengatasi persoalan ini. Saya jelaskan duduk perkaranya dan saya ajukan beberapa alternatif solusi yang dapat dijadikan pertimbangan olehnya.

Alternatif pertama, saya minta Marie untuk mengubah alamat blog saya dari alamat lama di BlogSpot menjadi yang sekarang. Kedua, saya daftarkan EkoNurhuda.com ke Blogvertise dan kemudian Marie mengoper task yang ditujukan untuk Eko-Nurhuda.blogspot.com ke EkoNurhuda.com. Saya yakin kedua alternatif yang saya tawarkan tersebut dapat dilakukan oleh Marie, terutama opsi kedua. Namun entah kenapa koq tidak ada perubahan dan ujung-ujungnya malah account saya yang di-suspend.

Wow, tentu saja saya terkejut sewaktu masuk ke member area dan tertulis “Status: Suspended”. Waduh! Buru-buru saya kontak Marie dan bertanya kenapa account saya di-suspend? Sekalian juga saya jelaskan kalau komisi saya masih banyak yang belum dibayarkan karena belum sampai tanggal pembayarannya. Nah, kalau sudah di-suspend kan berarti dolar tersebut jadi hangus? Saya tentu saja tidak rela dan bilang ke Marie kalau memang saya di-suspend mohon komisi tetap dibayarkan. Maksa banget gak sih?

Di sinilah keistimewaan Blogvertise terlihat. Besoknya saat saya membuka mailbox terdapat balasan dari Marie. Ia menjelaskan bahwa account saya tidak ada yang di-suspend. Komisi yang ada di account saya juga akan tetap dibayarkan bila saatnya sudah tiba. Ooh, betapa leganya. Dan benar saja. Begitu saya buka situs Blogvertise dan masuk ke member area, di bagian atasnya tertulis “Status: Approved”. Alhamdulillah. Tidak jadi kehilangan satu sumber penghasilan deh. :))

Sayangnya persoalan task untuk blog yang sudah tidak eksis tadi tidak ada penyelesaian. Akhirnya dengan terpaksa saya men-decline task-task tersebut. Yah, daripada nekat saya garap tapi ujung-ujungnya jadi masalah? Sayang juga sih. $10 dikali 5 kan $50 alias Rp 450.000 (dengan kurs Rp 9000)? Ya sudah, itu berarti bukan rejeki saya. Insya Allah ada gantinya nanti. Mudah-mudahan saja lebih banyak. Hehehe…. Eh, amin.

Baca Lanjutannya di sini...

14 Juni 2008

10

Rejeki Nomplok di Musim Panas

Di barat sana dikenal istilah liburan musim panas, yakni liburan panjang selama Juni-Agustus. Mulai dari sekolah, kampus hingga perkantoran biasanya memberikan jatah libur selama musim panas itu. Tidak seperti saya yang tiap liburan hanya putar-putar pinggiran Jogja, orang barat liburannya selalu ke luar negeri. Salah satu tujuannya adalah Indonesia, terutama Bali, Jogja, Lombok dan beberapa tempat menarik lain. Maka tak heran jika puncak kedatangan turis asing di Jogja adalah di bulan Juni-Juli.

Sewaktu masih asyik jadi guide, bulan Juni-Agustus adalah bulan-bulan penuh rejeki bagi saya. Betapa tidak? Penghasilan yang didapat selama 3-4 bulan itu cukup melimpah, sampai-sampai cukup sebagai cadangan biaya hidup untuk setahun ke depan. Sekarang bagaimana? Jangan salah. Meskipun sudah tidak guiding lagi, namun ternyata liburan musim panas masih dapat saya rasakan manfaat positifnya. Apalagi kalau bukan dari program paid review.

Ya, kalau sebelumnya saya sempat mengeluh job review sepi, maka mulai Mei kemarin tidak lagi. Blogvertise yang biasanya belum tentu dapat 1 task seminggu, kini memberi 3-5 task. Harganya juga lumayan, rata-rata $10 dan paling rendah $6. Hal ini disebabkan karena saya punya satu blog khusus tentang pariwisata dan kebetulan ber-pagerank 3. Semua task yang masuk adalah promosi akomodasi atau hotel, satu bagian penting dari liburan. Setiap pelancong pasti butuh hotel untuk menginap kan?

Sebenarnya blog pariwisata ber-pagerank 3 itu tidak saya urus secara serius. Isinyapun hanya paid review. Posting orisinil yang tidak komersil adalah posting-posting awal yang jumlahnya tidak sampai 15 judul. Kalau tidak ada task menggunakan blog itu saya sama sekali tidak mengotak-atiknya. Makanya saya heran juga kenapa koq sampai sekarang masih PR3. Padahal itu adalah blog serius pertama saya. Blog yang saya atur baik-baik tata letak dan isinya. Publikasinya saya jadwal secara teratur, dan untuk menulis satu posting saya mesti mencari berbagai macam bahan bacaan sebagai referensi. Pokoknya mengurus blog itu seperti kerja jadi wartawan surat kabar.

Dulunya hanya ada iklan Google AdSense di blog itu. Meski cepat dapat PR3, namun urusan penghasilan tidak sama cepatnya. Bulan pertama cuma ngumpul sekitar $4.17, itupun sebagian hasil click fraud.  Bulan-bulan selanjutnya tak ada peningkatan. Malah beberapa bulan terakhir selalu di bawah $2. Apalagi setelah didaftarkan ke beberapa program paid review tak juga dapat job. Mudah ditebak, itulah yang jadi penyebab utama kenapa saya akhirnya menelantarkan blog tersebut. Antara hidup dan mati, blog itu saya biarkan begitu saja sampai-sampai disebut dummy blog saja koq rasanya tidak layak.

Eh, siapa sangka ternyata musim panas begini banyak juga jobnya. Dapat sepuluh task seharga $10 saja berarti saya dapat $100. Lumayanlah. Itu baru dari Blogvertise. Belum lagi program-program paid review lainnya. Dari sini sayapun lantas punya rencana baru untuk membuat satu blog serius seputar pariwisata. Ya, sebuah blog serius yang benar-benar akan saya urus seperti halnya EkoNurhuda.com ini. Bila yang sekarang masih beralamat di BlogSpot, maka blog pariwisata yang baru nanti sudah saya siapkan nama domainnya. Sudah saya beli malah. Tinggal sekarang pikir-pikir mau pakai WordPress atau Blogger dan mau sewa hosting sendiri atau custom domain saja? Bingung deh!

Bagaimana pendapat Anda?

Baca Lanjutannya di sini...

29 Mei 2008

14

Blogvertise Emang Bener-bener Yahud Deh!

Ini pengalaman pribadi saya dengan Blogvertise, salah satu program paid review andalan saya dalam menjaring dolar. Anda yang juga member Blogvertise mungkin pernah mengalami hal serupa, so jangan lupa berbagi ya. Buat yang belum pernah mengalami hal seperti ini, semoga saja cerita ini bisa jadi bahan referensi atau hitung-hitung biar ngerti kalau suatu saat mengalami kejadian serupa.

Ceritanya begini. Karena lagi terserang demam, saya beberapa hari sempat tidak online. Boro-boro untuk duduk sejam dua di warnet, lha wong setiap 10-15 menit sekali saya harus bolak-balik ke (maaf) toilet untuk 'setoran'. Lho, katanya demam, koq malah cerita bolak-balik ke toilet? Iya, saya demam karena (maaf lagi) mencret parah. Tahu sendiri kan kalau mencret alias diare itu bisa menguras cairan tubuh. Maka dari itulah saya drop dan demam dua hari dua malam. Sakiiiit...! :D

Nah, karena tidak online itulah beberapa task dari Blogvertise jadi terbengkalai. Tidak banyak sih, cuma ada beberapa review seharga $10. Sewaktu back to dunia maya, saya harus kebut-kebutan sama jadwal deadline yang tinggal hitungan jam. Alhamdulillah beberapa masih bisa disubmit tepat waktu walaupun di hari jatuh temponya. Eh, yang bikin dongkol, task terakhir koq ya malah sudah tidak diterima lagi karena sudah terhitung expired (padahal sudah kadung dipublikasikan). Duh, bisa melayang nih $10 untuk cadangan pemasukan bulan depan.

Awalnya saya mau pasrah. Biarin deh yang satu itu dihitung amal saja buat advertiser. :D Eh, tapi dipikir-pikir koq sayang juga ya. $10 dikali Rp 8.900 saja sudah jadi Rp 89.000, lumayan tuh buat makan beberapa hari. Lagipula blogger masa iya pasrah sama kondisi sih? BBM naik saja tidak takut, masa iya cuma hal sepele kaya gini mau pasrah? Nanti dulu. Tengsin dong! Maka sayapun coba-coba melayangkan 'pengaduan' ke Blogvertise melalui "Help Desk" mereka.

Saya tulis sebuah email yang menyatakan bahwa saya baru saja menyelesaikan satu task dan sudah dipublikasikan. Namun saat hendak men-submit task tersebut ternyata sistem menyatakan bahwa task saya expired. Dengan berlagak bloon saya protes, masa iya task yang dikerjakan tepat di hari ke-7 sejak saat diterima koq sudah dibilang expired? Kan seharusnya task tersebut expired terhitung sejak hari ke-8, bukan di hari ke-7. Tentu saja saya salah, wong aturan Blogvertise jelas-jelas menyatakan bahwa sebuah task akan expired setelah lewat 5 hari. Hehehe, namanya juga usaha. :D

Meskipun bernada protes, namun saya menggunakan bahasa Inggris kromo inggil alias yang sehalus mungkin. Kan lagi merayu biar $10-nya gak hangus nih ceritanya, jadi harus sopan dong bahasanya. Ternyata, eh, ternyata, tak lama kemudian datang email balasan dari Blogvertise (melalui Marie, biasanya kalau tidak Lori ya Cheryl). Isinya menyatakan bahwa task yang dinyatakan expired kemarin itu diaktifkan kembali. Jadi sama Blogvertise task tersebut di-reassign (entah bahasa Indonesianya apa) sehingga dihitung sebagai task baru. Horee, akhirnya $10 itu tidak jadi melayang deh. :D Tidak lupa setelah itu saya melayangkan sebuah email lagi yang menyatakan rasa terima kasih karena sudah me-reassign task tersebut.

Itu dia pengalaman saya. So, kalau suatu saat Anda mengalami kejadian serupa, kontak saja Blogvertise dan bilang bahwa task yang expired itu sudah terlanjur Anda kerjakan. Minta (atau mohon) pada Blogvertise untuk me-reassign task tersebut. Oya, jangan lupa berlagak bloon. :) Insya Allah Blogvertise dengan senang hati akan membantu Anda. Toh, kalau Anda memperoleh bonus Blogvertise juga bakal kecipratan. Jadi, pede aja lagi!

Semoga bermanfaat.

Baca Lanjutannya di sini...

21 Mei 2008

12

How to Get Fresh Content by Copy-Pasteing?

Bisakah Anda menjawab pertanyaan yang saya jadikan judul di atas? Memperoleh konten fresh dengan kopi paste rasanya koq sebuah hil yang mustahal ya? Eit, itu dulu! Ya, duluuuuuuuu banget. Istilah kerennya ‘jadul’. Sekarang ternyata hal itu mungkin koq dilakukan. Cuma ya yang namanya kopi paste tetap saja sebuah perbuatan yang tidak terpuji, apapun alasannya dan bagaimanapun metodenya. So, seperti trik ‘sesat’ SponsoredReviews yang pernah saya sampaikan beberapa waktu lalu, posting ini juga sangat tidak saya sarankan untuk diaplikasikan.

Buat member paid review yang bahasa Inggrisnya pas-pasan, menulis review sepanjang 200 kata bisa jadi masalah besar. Kalau program yang diikuti tidak ketat dengan masalah grammar mungkin tak jadi soal. Tulis saja asal English dan submit, gak penting gramatikanya benar atau malah membingungkan. Tapi mana ada sih program paid review yang tidak mengindahkan tentang pentingnya penggunaan grammar yang baik?


Beberapa blogger mungkin mengakalinya dengan cara pintas: kopi paste. Sepertinya memang menyelesaikan masalah sekaligus praktis. Namun sekali ketahuan broker ataupun advertiser bisa tamat riwayat Anda. Terlebih lagi sekarang ada CopyScape, sebuah layanan yang dapat menemukan situs dengan konten yang sama persis meski cuma beberapa kalimat saja. So, berhati-hatilah dengan kopi-paste! Jangan sampai tertangkap basah CopyScape.

Selain trik kopi paste yang pernah saya sampaikan beberapa waktu lalu, ada satu cara mudah lain untuk memperoleh fresh content dengan kopi paste. Apa itu? Gunakan saja Google Translate! Layanan penerjemah milik Google inilah yang akan membantu Anda memperoleh fresh content dengan cara kopi paste. Bagaimana caranya? Cukup cari artikel yang sesuai (tentunya dalam bahasa Inggris), lalu kopi dan terjemahkan ke bahasa lain. Setelah itu hasil terjemahan tadi diterjemahkan lagi ke bahasa lain lagi. Begitu seterusnya sampai 2-3 kali, dan akhirnya kembalikan lagi ke bahasa Inggris. Misalnya dari bahasa Inggris diterjemahkan ke bahasa Prancis, lalu dari bahasa Prancis diterjemahkan ke bahasa Jerman, dari bahasa Jerman diterjemahkan ke bahasa Belanda, dan dari bahasa Belanda diterjemahkan lagi ke bahasa Inggris. Dijamin, artikel hasil kopi paste tadi akan berubah menjadi sebuah artikel yang benar-benar berbeda dari aslinya.

Meski begitu Anda tetap harus peras keringat. Artikel terjemahan tadi masih harus diperbaiki beberapa susunan katanya karena pasti ada yang tidak sesuai atau terlihat lucu. Nah, koreksi dulu artikel tersebut baik-baik. Setelah benar baru deh di-publish ke blog. Dan selamat, Anda baru saja menjadi seorang peng-kopi-paste yang cerdik.

Btw, seperti sudah disampaikan di paragraf pertama, saya sangat tidak menyarankan penggunaan trik ini. Jika Anda memang kesulitan menulis review dalam bahasa Inggris, lebih baik gunakan jasa content writer. Tarifnya terbilang murah koq, antara $1-2 per 100 kata. Tapi kalau Anda ngotot memakai trik ini, tolong jangan bawa-bawa saya semisal terjadi hal-hal yang tidak menyenangkan ya?

Baca Lanjutannya di sini...

14 April 2008

15

Paid Review Semilyar

Dulu waktu awal-awal terjun di dunia paid review saya paling banyak memperoleh job dari situs judi. Harga tiap review memang hanya $5 (di mana saya memperoleh bagian $3.25), tapi jobnya banyak sekali. Sebulan paling tidak bisa dapat 10-15 job dari situs judi saja. Itulah sebabnya earning bulan pertama saya melakoni paid review lumayan besar (bagi saya).

Sekarang semuanya sudah berubah. Meski memperoleh banyak job dari situs judi masih sangat mudah, namun kita tidak boleh lagi menulis review tentang perjudian semenjak Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) disahkan 25 Maret 2008 lalu. Kalau nekat, siap-siap saja dihukum penjara paling lama 6 tahun atau dikenai denda paling banyak Rp 1 M. Aje gile!

Coba lihat kutipan UU ITE pasal 26 ayat (2) yang berbunyi:

Mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya informasi dan/atau dokumen elektronik yang memiliki muatan perjudian.

Lihat pula ancaman hukumannya di pasal 42 ayat (1) yang berbunyi:
Setiap orang yang memenuhi unsur-unsur sebagaimana dimaksud dalam pasal 26 ayat (1), (2), (3), (4), (5) dan (6) diancam dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).


Btw, bagaimana bisa paid review tentang situs judi terkena jerat pasal tersebut? Bukankah pasal itu hanya berlaku bagi pemilik dan/atau pengelola situs judi saja? Nah, kalau begitu paid review kan tidak termasuk?

Iya, saya juga sempat berpikiran begitu. Tapi ingat, setiap review mensyaratkan paling tidak terdapat 3 link menuju ke situs yang direview. Nah, dalam perspektif saya, meletakkan 3 link menuju ke situs judi yang direview bisa dimasukkan dalam kategori "membuat dapat diaksesnya informasi dan/atau dokumen elektronik yang memiliki muatan perjudian" sebagaimana dimaksud dalam pasal 26 ayat (2) tersebut di atas. Bukankah dengan link-link tersebut kita membuat pembaca dapat mengakses situs judi?

Sekali lagi ini hanya dari perspektif saya pribadi. Anda boleh sependapat, tidak setuju juga tidak dilarang. Seperti biasa, silakan tuangkan pendapat Anda di kolom komentar. Oya, kalau Anda belum punya salinan UU ITE, silakan mendownloadnya di sini. Gratis koq. :p

Oke, itu saja. Saya mau menghapus review situs judi yang pernah saya buat dulu. 1 M, Booo! :D

Anda suka dengan posting-posting EkoNurhuda.com? Klik di sini untuk mendapatkan posting terbaru blog ini di mailbox Anda.

Baca Lanjutannya di sini...

26 Maret 2008

19

Black Trick for SponsoredReviews

PERINGATAN: Apa yang dituliskan di sini bukan untuk ditiru atau dipraktekkan, tapi hanya sekedar untuk diketahui saja. So, tetaplah menjadi the good Indonesian paid review writer. Oke?


Apa yang membedakan SponsoredReviews dengan program paid review lainnya? Selain sistem bidding/lelang jobnya, satu hal yang sangat mencolok dari situs paid review yang satu ini adalah tidak ada mekanisme approval bagi review-review yang sudah ditulis member. Begitu review dimasukkan ke sistem SponsoredReviews--dengan cara men-submit alamat URL review, secara otomatis jumlah komisi di account Anda akan langsung bertambah tanpa harus menunggu persetujuan dari Admin terlebih dahulu.

Contoh, misalkan Anda mendapat job menulis review senilai $100 (Anda mendapat $65). Begitu review tersebut selesai Anda kerjakan dan disubmit ke sistem SponsoredReviews, maka account Anda akan langsung bertambah sebanyak $65 hanya beberapa saat setelah Anda menekan tombol "GO" di halaman di mana Anda harus mensubmit alamat URL review. Kalau Anda tak percaya, silakan buktikan sendiri dahulu baru melanjutkan membaca. Kalau Anda percaya, akan saya lanjutkan pembahasan ini.


Kondisi ini ternyata membuahkan celah yang dapat "dimanfaatkan" oleh member-member SponsoredReviews. Kata "dimanfaatkan" sengaja saya beri tanda petik karena memang berkonotasi ganda. Artinya, celah ini dapat dimaksimalkan untuk tujuan baik atau buruk. Bagi member baik-baik, kondisi ini bisa dimaksimalkan saat mendekati deadline pembayaran bonus. Satu atau bahkan setengah jam sebelum pembayaran bonus Anda bisa ngebut menggarap job yang masih tersisa agar dolar yang didapat lebih menggelembung. Bagi yang nakal, Anda bisa meraup banyak dolar tanpa menggarap satu review-pun. Nah, berhubung judul artikel ini adalah "Black Trick for SponsoredReviews", maka saya hanya akan mengupas sisi jelek yang bisa Anda "manfaatkan". Saran saya, jangan pernah praktekkan hal yang saya kemukakan di sini.

Serius, Anda bisa mendapat banyak dolar dari SponsoredReviews tanpa menulis satu review-pun. Tak perlu susah-susah menggarap job yang Anda dapat, Anda tetap bisa koq mengantongi 65% bagian Anda. Bagaimana caranya? Mudah saja. Begitu masuk ke member area, klik menu "Job in Progress". Lalu buka job yang ada. Di bagian paling bawah dari halaman deskripsi job ada kolom untuk mengisi alamat URL review. Di sinilah celah yang bisa Anda manfaatkan. Alih-alih menulis review dan men-submit alamat URL-nya, Anda bisa mengisi kolom tersebut dengan alamat URL fiktif dan tetap memperoleh bayaran. Tidak percaya? Coba saja sendiri. Tapi saran saya, jangan pernah bermain api kalau tidak ingin terbakar.

Baca Lanjutannya di sini...

18 Maret 2008

6

Antara Pembaca dan Paid Review (2)

Posting kemarin koq kesannya sangat idealis ya? Memang begitulah seharusnya. Bloggerpun harus punya idealisme dengan blognya, karena idealisme inilah yang akan membuatnya dapat terus bertahan di jagat Blogosphere. Blogger yang terjun ke blogosphere tanpa idealisme yang jelas akan mudah bosan dan ujung-ujungnya mandeg di tengah jalan. Tapi ya jangan terlalu kakulah dengan idealisme itu. Toh, untuk mengusung sebuah idealisme juga dibutuhkan materi alias dolar. Iya kan?

Setelah menulis posting "Antara Pembaca dan Paid Review" sebelumnya, saya iseng berkunjung ke blog milik blogger-blogger senior di luar sana. Sengaja saya cari artikel mereka yang berhubungan dengan SponsoredReviews ataupun program paid review lain. What a surprise! Setidaknya Jacky Supit dan John Chow berpendapat sama. Kedua blogger kelas kakap ini mempunyai prinsip "Readers first, money later." Karena itu keduanya dengan tegas menyatakan akan menolak tawaran review yang tidak sesuai dengan tema blog mereka. Padahal harga review di blog mereka minimal $100, bukannya $2-50 seperti yang saya tulis sebelumnya.



Tapi mereka kan blogger top? Menolak review bukanlah masalah besar bagi mereka karena sekali menulis review saja sudah ratusan dolar yang dihasilkan. Lha, kita kan blogger kelas teri. Menulis 20 review-pun tidak akan sampai $100 earningnya (ini saya :p). Masa iya mau menolak kalau ada tawaran mereview? Itu mungkin yang akan Anda katakan.

Anda benar. Memang sayang menolak sebuah review, betapapun tidak relevannya review tersebut dengan blog kita. Tapi tetap saja tidak ada alasan bagi kita untuk memaksakan kehendak sendiri dan mengabaikan kepentingan pembaca. Ingat, tanpa pembaca blog Anda tidak berarti apa-apa. Kalau sudah terlanjur bagaimana? Tenang. Il y'a toujours le solution, begitu kata orang Perancis. Artinya, selalu ada solusi bagi setiap persoalan. Termasuk juga persoalan yang satu ini tentunya. Nah, berangkat dari pengalaman pribadi saya mengambil jalan tengah yang saya anggap adil supaya aman dari tuntutan materi tanpa mengabaikan kepentingan pembaca. Apa itu?
  1. Hanya mengambil review yang benar-benar relevan untuk blog dengan tema khusus/niche special. Yah, nyerempet-nyerempet sedikit bolehlah. Misalnya review tentang jasa reservasi hotel atau tiket pesawat untuk blog travel atau wisata.

  2. Sediakan sebuah blog yang super general. Nah, blog inilah yang bertugas menyapu bersih tawaran review lain yang tersisa. Bukankah kita juga tetap harus menjaga konsistensi earning harian? :p

  3. Sayang menolak tawaran review yang tidak relevan karena dolarnya besar? It's ok. Anda tak dilarang koq untuk menulisnya. Tapi cobalah menulis review dari sudut pandang yang bisa diterima pembaca. Contohnya blog Anda bertema desain grafis dan review-nya tentang backgammon atau online poker. Jangan mereview backgammon atau online pokernya. Pembaca Anda akan protes nanti. Bersikaplah cerdik dengan menitik-beratkan review pada aspek desain situs, tampilannya, navigasinya, atau aspek lain yang berhubungan dengan desain grafis. Ini tentunya lebih dapat diterima pembaca Anda.

  4. Jangan sekali-kali menerima review yang Anda sama sekali buta tentangnya. Jika Anda tidak tahu-menahu tentang subprime mortgage, memaksakan diri menulis review tentang itu hanya akan membuat tulisan Anda kosong tanpa bobot. Masih untung kalau ditulis sendiri. Lha kalau hasil kopi paste???
Oke, itu yang saya aplikasikan pada diri sendiri. Anda boleh sepakat, tidak setuju juga boleh koq. :p Semoga bermanfaat.

Baca Lanjutannya di sini...

16 Maret 2008

5

Antara Pembaca dan Paid Review

Di SponsoredReviews setiap blogger sangat dianjurkan untuk hanya melakukan bidding dan mengambil review terhadap opportunity yang relevan dengan tema blognya. SponsoredReviews beralasan kalau advertiser lebih senang jika produk atau jasa yang mereka promosikan direview oleh blog yang relevan. Karena advertiser akan cepat menerima tawaran dari blog yang relevan. Sementara tawaran dari blog yang tidak relevan peluangnya sangat kecil untuk diterima.

Itu dari perspektif advertiser. Sekarang coba kita lihat dari perspektif kita sendiri sebagai blogger. Dalam pandangan saya, persoalan relevansi ini jauh lebih penting lagi dalam kaitannya dengan pembaca blog. Saya yakin pembaca blog Anda juga akan lebih senang jika Anda hanya memposting paid review yang relevan dengan tema blog. Sayangnya, kita harus jujur kalau sebagai member program paid review seringkali kita mengabaikan kepentingan pembaca dengan memuat review yang sama sekali tidak relevan demi dolar.

Contoh. Misalkan menerima task atau opportunity untuk menulis review tentang kartu kredit padahal blog Anda bertema film, apa yang akan Anda lakukan? Bisa dipastikan kebanyakan blogger akan menerima begitu saja tawaran itu. Apalagi kalau payout-nya lumayan. Tahukah Anda bahwa tindakan seperti itu merupakan bentuk pengkhianatan terhadap pembaca. Kenapa?

Karena Anda lebih mementingkan dolar ketimbang minat pembaca. Bayangkan apa respon pembaca blog Anda jika tiba-tiba ada posting yang tidak relevan? Sebagian mungkin bisa maklum, tapi tetap saja akan ada pembaca yang kecewa. Nah, di sinilah bahayanya. Sekali Anda mengecewakan pembaca, selamanya Anda akan kehilangan pembaca tersebut.

Memang sebagai blogger (baca: pemilik blog) Anda bebas untuk mengkomersilkan blog dengan berbagai macam online earning method. Anda bebas memasang iklan PPC, banner afiliasi, banner referensi, termasuk juga paid review. Tidak ada persoalanya sama sekali dengan hal itu. Yang menjadi persoalan adalah bila Anda menomor-satukan dolar di atas segalanya. Sikap dollar oriented ini sangat berbahaya karena dapat 'membunuh' Anda. Ingat bahwa blog adalah media komunikasi dua arah. Anda menulis, pengunjung membaca dan memberi komentar, lalu Anda merespon balik. Artinya, pembaca adalah faktor vital bagi kelangsungan hidup blog Anda. Tanpa pembaca blog Anda tidak berarti apa-apa. Ingatlah juga bahwa pembaca datang berkunjung bukan untuk melihat iklan. Yang mereka inginkan adalah informasi yang Anda sajikan. Jadi, penuhilah keinginan tersebut dan ikat mereka sebagai pembaca setia yang akan senantiasa kembali pada Anda.

Lalu kalau ada tawaran paid review yang tidak relevan bagaimana? Harus diakui terlalu sayang untuk menolak tawaran yang datang. Tapi percayalah jika kesetiaan pembaca Anda jauh lebih mahal nilainya dibanding berapapun payout yang akan Anda terima. Jangan ragu-ragu menolaknya. Usahakan untuk hanya memuat review yang relevan dengan tema blog atau kredibiltas Anda di mata pembaca jatuh hanya demi sedikit dolar, katakanlah $2-50. Ini bukan berarti saya mengatakan uang segitu kecil. Cuma bila Anda lebih mementingkan kemauan pembaca, keuntungan yang bakal Anda dapatkan jauh lebih besar. Coba bayangkan berapa harga sebuah review di blog Anda jika blog tersebut mempunyai jumlah kunjungan 1000+ per hari, ratusan orang subscriber dan sekian puluh link?

Sebagai penutup, ujar-ujar berikut kiranya sangat bagus untuk direnungkan. "Berikanlah yang terbaik pada sesamamu, maka langit dan bumi akan memberikan seluruh isinya padamu." bagus kan? Semoga bermanfaat.

Baca Lanjutannya di sini...

10 Maret 2008

4

Kesalahan-kesalahan dalam Penulisan Paid Review

Program paid review semakin populer saja belakangan ini. Tak heran jika kemudian Google juga (gosipnya) berencana untuk terjun di bisnis ini. Kemudahan menjaring dolar merupakan salah satu penyebab. Ya, tidak seperti program online earning lain yang membutuhkan kombinasi banyak skill dan teknik (plus trik-trik), paid review sepenuhnya bergantung pada diri sendiri. Tidak perlu menjual sesuatu, tidak perlu 'membujuk' atau 'menjebak' pengunjung untuk mengklik iklan, cukup tulis review sepanjang 50-400 kata dan earning sebanyak $2-500 sudah bisa masuk kantong. Sayangnya kemudahan ini membuat banyak blogger menggampangkan program paid review yang melahirkan beberapa kesalahan dalam penulisan sebuah paid review.

Saya mencatat setidaknya ada 6 kesalahan yanga kerap dilakukan blogger dalam hal ini. Jujur saja saya juga pernah melakukan kesalahan tersebut di awal-awal menulis paid review. Karena itu saya mengajak rekan-rekan blogger sesama member program paid review untuk mulai menghindarinya. Apa itu?


  1. Tidak memahami apa yang harus ditulis. Ini kesalahan fatal. Tidak memahami produk atau jasa yang ditawarkan advertiser membuat Anda mati kutu. Apa yang harus ditulis kalau tidak mengerti apa-apa? Hindari kesalahan ini dengan melakukan riset yang cukup tentang topik tersebut. Jangan merasa puas dengan informasi yang ada di situs advertiser. Perbanyak bahan bacaan Anda dengan membuka-buka ensiklopedi, situs direktori artikel, termasuk juga situs-situs yang menawarkan produk serupa dengan milik advertiser.

  2. Copy-paste konten. Poin ini sangat berkaitan erat dengan yang pertama. Tidak memahami pokok pembahasan membuat Anda memilih jalan pintas. Duplikasi konten jelas tidak diharapkan oleh advertiser, apalagi kalau yang diduplikat milik advertiser sendiri. Kenapa? KOnten hasil copy-paste tidak dihitung oleh search engine karena dianggap SPAM. Ini akan merugikan advertiser. Salah satu tujuan advertiser membayar paid review adalah untuk memperoleh link. Nah, link pada konten hasil copy-paste tidak berarti apa-apa bagi advertiser. Oleh sebab itu buatlah review yang orisinil dan unik agar advertiser sama untungnya seperti Anda. Kalaupun terpaksa copy-paste, lakukanlah dengan 'smart'. Belum tahu triknya? Baca di sini dan di sini.

  3. Menulis ala kadarnya. Jangan karena minimal kata yang disyaratkan advertiser hanya 50 kata lantas Anda hanya menulis review pendek sepanjang 50 kata saja. Tulislah review yang sama panjangnya dengan posting Anda lainnya. Bila biasanya Anda menulis 300-400 kata per posting, panjang paid review idealnya juga sepanjang itu. Cobalah mencari hal-hal menarik dari produk atau jasa yang ditawarkan advertiser untuk diceritakan pada pembaca blog Anda. Kembangkan juga imajinasi Anda agar hasilnya lebih 'menggigit'.

  4. Mengada-ada atau melebih-lebihkan. Menulis sesuatu yang tidak sesuai kenyataan termasuk kesalahan besar. Advertiser tidak ingin Anda menulis review bohong, demikian juga pembaca blog Anda. Bila Anda belum pernah menggunakan jasa atau produk advertiser, jangan mengatakan sudah. Tulis saja yang sebenarnya. Toh, Anda masih bisa mencari sisi lain sebagai bahan tulisan. Juga jangan terlalu melebih-lebihkan produk atau jasa advertiser. Meskipun produk atau jasa tersebut benar-benar unggul, ungkapkanlah secara wajar. Tidak ada orang yang suka tulisan hiperbolis.

  5. Memprovokasi pembaca. Ya, paid review adalah salah satu bentuk promosi, tapi Anda sangat tidak dianjurkan untuk bersikap agresif mengagitasi pembaca. Advertiser menginginkan sebuah review yang natural dan wajar, jadi jangan membuatnya terkesan sebagai iklan dengan menggunakan kata-kata "Bergabunglah dengan situs ini!" atau "Beli produk ini sekarang!" dan semacamnya. Tulislah review seperti Anda menulis posting lainnya.

  6. Menulis terlalu banyak paid review dalam satu blog. Anda memang tidak dilarang untuk mengumpulkan dolar sebanyak-banyaknya, tapi menulis terlalu banyak paid review di satu blog harus dihindari. Hal ini dapat merugikan kelangsungan hidup blog Anda. Nah, kalau blog Anda mati lantas earningnya dari mana? Blog adalah media komunikasi 2 arah antara Anda dan pembaca. Karena itu Anda juga perlu memikirkan kepentingan pembaca. Bayangkan bagaimana reaksi pembaca saat menjumpai terlalu banyak paid review di blog Anda. Satu lagi, kebanyakan situs-situs penyedia program paid review men-syarat-kan membernya untuk me-manage blognya dengan komposisi antara paid dengan non paid 1:2. Artinya, setiap 1 paid review yang diposting harus diimbangi dengan 2 posting nonkomersil. Kalau Anda memaksa menulis 2-3 paid review sehari, maka Anda juga harus memposting 4-6 artikel lain. Ditotal-total Anda bisa mem-publish 6-9 posting dalam sehari. Awas, mempublikasikan terlalu banyak posting dalam sehari dapat membuat Anda dituduh melakukan SPAM.
Di bidang apa saja, kerja keras dan ketulusan adalah kunci sukses. Hindari dan jangan pernah melakukan 6 hal di atas, insya Allah jalan Anda menuju kesuksesan finansial akan lancar. So, be the good Indonesian paid review writer!

Baca Lanjutannya di sini...

09 Februari 2008

5

Cara 'Smart' Melakukan Copy-Paste (2)

Oke, setelah dengan sengaja saya tahan beberapa hari plus diselingi postingan lain termasuk paid review, mari kita lanjutkan bahasan tentang bagaimana melakukan copy-paste secara aman. Maksudnya biar ga kejerat CopyScape gitu. Malu kan kalo ketahuan ngopi. Maka, biar hasil copy-paste kita selamat, coba cara-cara berikut ini:

1. Buatlah saduran, bukan kopian
Ini adalah cara paling elegan. Yang Anda lakukan hanyalah mengkopi isi kandungan konten, bukan teksnya. Artinya Anda harus membaca situs yang ingin dikopi, pahami apa yang disampaikannya dan catat hal-hal penting yang tak boleh dilewatkan. Setelah itu tulis ulang deh apa yang diceritakan situs tadi dengan bahasa Anda sendiri. Dengan demikian Anda memiliki sebuah konten unik, orisinil, sekaligus berbobot. Menyadur tulisan jauh lebih terhormat daripada mengkopi alias plagiat. Toh, kalau Anda tidak bilang pembaca tidak akan tahu tulisan tersebut merupakan hasil saduran. Akan lebih baik jika Anda bilang ke pembaca dan sediakan link ke halaman aslinya.

2. Memodifikasi artikel yang dikopi
Males boleh, tapi jangan keterlaluan banget dong. Buatlah perubahan bentuk pada setiap kalimat sehingga artikelnya jadi berbeda. Tentu saja perubahan ini jangan sampai mengubah maksud atau makna kalimat yang bersangkutan. Tar kalau gak nyambung malah lebih gawat jadinya. Cara memodifikasinya bisa dengan membalik susunan kata, mengubah bentuk pasif menjadi aktif atau sebaliknya, mengubah bentuk negatif menjadi positif atau sebaliknya, menghilangkan kata-kata yang dirasa tidak perlu, menambah kata penjelas sehingga kalimat menjadi lebih panjang, dan masih banyak lagi cara lain. Maksimalkan kreatifitas Anda.

3. Jangan Dikopi 100%
Kalau Anda melakukan copy-paste utuh-utuh, itu sama saja menyerahkan diri pada CopyScape. Jangan pernah mengkopi konten 100% alias utuh. Kopi 1-2 paragraf saja, modifikasi lantas tambah dengan tulisan Anda sendiri. Misalnya paragraf pembuka Anda tulis sendiri, lalu paragraf selanjutnya hasil kopian, begitu seterusnya diselang-seling. Atau bisa juga hasil kopian jadi paragraf terakhir. Kalau Anda tidak bisa memberi tambahan sendiri, terpaksa deh nyari artikel lain sebagai pelengkapnya. Tapi selalu ingat untuk memodifikasi setiap kopian yang Anda buat.

4. Merangkum banyak artikel dari beberapa sumber
Carilah sebanyak mungkin artikel yang sesuai dengan tema review yang akan ditulis. Gunakan mesin pencari atau buka situs article directory untuk mencarinya. Ya, semacam riset kecil-kecilanlah untuk mengetahui apa yang diangkat orang lain dalam tema tersebut. Kalau Anda dapat merangkum seluruh artikel yang berhasil diperoleh dan menuliskannya dengan bahasa Anda sendiri tentu akan jauh lebih baik hasilnya. Tapi jika tidak, 'jahit' saja artikel-artikel tersebut. Maksudnya melakukan penggabungan dengan mencomot sedikit bagian dari tiap-tiap artikel. Satu kalimat dari artikel ini lalu disambung dengan kalimat dari artikel lain. Begitu seterusnya sampai utuh tercipta satu artikel baru. Ingat, Anda tetap harus memodifikasi setiap kalimat hasil kopian tersebut.

Manjurkah cara ini? Silakan buktikan saja sendiri. Kalau Anda ragu, berarti Anda lebih baik mencari kursus bahasa Inggris saja. Buat yang tidak ragu, ingatlah bahwa copy-paste itu bukan tindakan terpuji. Berjanjilah bahwa Anda akan segera meninggalkan praktik seperti ini dan mulai menulis review sendiri. Oke?

Semoga bermanfaat.

Baca Lanjutannya di sini...

05 Februari 2008

1

Cara 'Smart' Melakukan Copy-Paste

Salah satu hambatan terbesar blogger dalam mengikuti program paid review adalah lemahnya kemampuan berbahasa Inggris. Beberapa advertiser memang memperbolehkan review dalam bahasa non-Inggris. Tapi mayoritas dari mereka mengharuskan review dalam bahasa internasional terbesar itu. Tambahan lagi beberapa situs penyelenggara program paid review menolak mentah-mentah blog yang tidak mempunyai konten berbahasa Inggris. Contohnya Smorty. Jadi, kemampuan berbahasa Inggris (terutama tulisan) adalah syarat mutlak bagi seorang peserta program paid review. Trus, kalau tidak bisa bagaimana dong?

Copy-paste konten adalah jalan pintas yang kerap dilakukan untuk mengatasi keterbatasan tersebut. Jauh sebelum program paid review sangat populer seperti sekarang, aksi copy-paste konten sudah marak dilakukan. Padahal aksi ini sangat merugikan si peleaku selain--tentu saja--korbannya. Sebuah blog dengan konten hasil copy-paste tidak akan pernah bisa populer. Bukan saja karena seach engine akan mengabaikan blog tersebut, tapi pengunjung juga kehilangan kepercayaan terhadap pemilik blog bila dilihatnya banyak konten duplikat di blog tersebut. Apalagi sekarang ada CopyScape yang dapat dengan mudah mendeteksi situs-situs dengan konten yang sama atau mirip. Jangan sampai blog Anda terjaring.

Bagi Anda peserta program paid review, copy-paste konten adalah pantangan besar. Advertiser tidak mau Anda menulis review dengan cara copy-paste. Kenapa? Ya, karena konten hasil copy-paste akan diabaikan oleh search engine. Ini berarti link yang Anda tempatkan di review tersebut tidak dapat menolong advertiser untuk menaikkan peringkat dan popularitas situsnya. Kan advertiser rugi kalau begini? Sementara itu situs penyedia program paid review seperti SponsoredReviews, Blogvertise atau Smorty tak segan-segan membekukan status keanggotaan Anda jika mengetahui Anda melakukan copy-paste konten. Nah lho!

Maka dari itu, jika Anda ingin serius di program paid review tingkatkanlah kemampuan berbahasa Inggris Anda. Utamanya penguasaan grammar alias tata bahasa karena paid review bentuknya tertulis. Ini merupakan kunci sukses Anda di program ini, jadi cobalah untuk selalu memperbaiki dan meningkatkannya kalau ingin penghasilan Anda terus meningkat juga.

Tapi belajar bahasa Ingris kan butuh waktu, sementara tenggang waktu pengerjaan review maksimal hanya 7 hari? Oke, Anda tidak pernah dilarang koq melakukan jalan pintas (baca: copy-paste). Lakukan saja hal itu kalau Anda rasa dapat menjadi solusi terbaik. Satu saja saran saya yang perlu Anda perhatikan saat melakukan copy-paste: jangan sampai tertangkap radar CopyScape! Jika sampai tertangkap basah menulis review dengan cara copy-paste konten, habislah riwayat(baca: penghasilan) Anda.

Sebenarnya ada cara aman melakukan copy-paste konten. Sekali Anda memahami cara-cara tersebut, dijamin konten hasil copy-paste Anda aman dari jeratan CopyScape. Mau tahu? Sabar, yang itu akan saya beberkan di bagian kedua pada hari mendatang. So, tetap main ke sini ya?

Baca Lanjutannya di sini...

29 Januari 2008

2

Ah, Akhirnya Smorty Menerima Juga

Heran saya, setelah menulis bahwa SponsoredReviews adalah mitra semua blogger, eh tiba-tiba Smorty menerima salah satu blog yang saya daftarkan (ulang). Tidak tiba-tiba juga sih. Blog tersebut sudah bolak-balik saya daftarkan dan selalu ditolak dengan alasan ini-itu. Makanya dalam posting yang dimaksud di atas saya sempat menjelek-jelekan Smorty. Habis itu saya iseng-iseng deh daftarin (ulang) beberapa blog lagi. Jujur saya sama sekali tidak berharap akan diterima, soalnya yang saya daftarkan semuanya masih PR 0. So, nothing to loose-lah ceritanya.

Ternyata eh ternyata, koq Smorty menerima salah satu blog yang saya daftarkan. Ini dia screen shot email konfirmasinya.


Saya bener-bener gak habis pikir bagaimana bisa blog tersebut keterima. Padahal Jogja-Inside yang sudah PR3 malah ditolak loh. Tapi ya alhamdulillah dong, akhirnya satu lagi deh kran sumber dolar terbuka. Berhubung Smorty membayar komisi secara mingguan, artinya saya punya source of income lumayan lengkap nih dari program paid review. Dari yang mingguan (Smorty), trus dua mingguan (SponsoredReviews) dan bulanan (Blogvertise). Hehehe, mudah-mudahan deh bisa cepet mencapai level ribuan dolar sebulan seperti yang 'didoakan' oleh rekan Diky.

Oke, deh. Itu aja ya pengantarnya. Saya mo buru-buru garap opportunity pertama bersama Smorty nih. Cuma $6 sih per review, tapi ada 3 opportunity yang nongol nunggu untuk digarap. Jadi kalo bisa selesai sekarang juga, yah lumayanlah buat ganti biaya warnet. Ayo, kerja lagi...!

Belum daftar Smorty? Klik di sini untuk mendaftar.

Baca Lanjutannya di sini...

22 Januari 2008

0

PR 3 Membawa Berkah

Awalnya saya tidak ada niatan untuk posting hari ini. Habisnya job di SponsoredReviews lagi kosong, jadi ya sedikit bete deh. Eh, pas buka mailbox koq ternyata ada task dari Blogvertise. Mmm, rupanya surat sakti yang saya kirimkan 2-3 hari lalu manjur juga memancing minat advertiser di Blogvertise. Alhamdulillah, ini berarti rejeki saya. Mana payout-nya lumayan gede lagi bagi saya, $8. Padahal task pertama saya di Blogvertise cuma dihargai $2. Sampai sekarang, ini menjadi nilai payout terbesar yang pernah saya terima sebagai member program paid review.

Lho, bukankah di SponsoredReviews pernah dapat $10/review? Benar, tapi bersihnya saya cuma menerima $6.5 karena yang $3.5 adalah bagian SponsoredReviews sebagai broker. Jadi, pembagian komisinya adalah 65:35. Tinggi? Memang termasuk tinggi juga potongannya. Tapi bila dibandingkan ReviewMe yang memotong 50% jelas SponsoredReviews masih terbilang rendah. Nah, beda lagi dengan Blogvertise yang memberikan payout bersih tanpa potongan pada membernya. Yah, masing-masing kan ada kelebihan dan kekurangan sendiri-sendiri toh?

Task dari Blogvertise ini boleh dibilang merupakan buah dari kengototan saya meminta task ke mereka. Ceritanya begini. Waktu pertama kali di-approve awal Desember lalu, saya menerima 2 task bernilai $2. Itulah task pertama saya di jagat paid review. Eh, setelah dua task tersebut saya selesaikan dan dinyatakan approved by admin koq saya tidak pernah dapat task lagi. Karena penasaran sayapun mengontak Blogvertise via email. Intinya saya minta diberi task karena sudah lama tidak mendapat task. Secara halus Blogvertise melalui CS-nya yang bernama Cheryl menjawab kalau saya harus bersabar dulu. Alasan kenapa saya tidak pernah mendapat task lagi tidak diberitahu. Ya sudah, orang sabar disayang Tuhan tho?

Nah, momen itu datang saat blog travel saya, Jogja-Inside, tiba-tiba mendapat berkah PR 3. Hmmm, tanpa banyak cing-cong lagi langsung saja saya layangkan email lagi ke Blogvertise untuk mengabarkan hal tersebut seraya menyatakan keinginan saya untuk meminta task. Cheryl (duh, jadi penasaran gimana sih orang yang bernama Cheryl ini :p) kembali menjawab kalau Blogvertise akan segera mengupdate data blog saya di sistem mereka. Tapi saya harus tetap sabar menunggu sampai ada advertiser yang bersedia memakai jasa saya. Oke, saya senang koq jadi orang yang disayang Tuhan. :D

Buahnya ternyata saya petik hari ini. Blogvertise memberikan task sekaligus memecahkan rekor payout tertinggi yang pernah saya terima. Berarti dua kali Blogvertise menorehkan sejarah dalam pengalaman paid review saya. Pertama, task paid review pertama saya terima dari Blogvertise. Kedua, payout bersih tertinggi saya terima juga dari Blogvertise. Mudah-mudahan ini jadi pertanda baik bagi kelangsungan saya di program paid review ini. Amin.

Semoga Anda dapat mengambil manfaat dari pengalaman tersebut.
Belum bergabung dengan Blogvertise? Klik di sini untuk mendaftar.

Baca Lanjutannya di sini...

19 Januari 2008

4

Paid Review, Solusi Bagi Blogger Pemula

Pfiuuuh, entah ada apa dengan Google Group atau warnet langganan saya, semalaman ini loading-nya luamaaaa banget. Kerjaan yang biasanya kelar kurang dari sejam jadi molor tiga jaman. Tobat! Untung hari ini punya pemasukan lumayan dari SponsoredReviews. :D
Sekarang serius, ah.

Sejak pertama diluncurkan pada pertengahan 2003 lalu, Google AdSense langsung menjadi idola para pemburu dolar di internet. Sudah banyak netter yang sukses meraup ratusan bahkan ribuan dolar per bulan dari program ini, tapi harus diakui kalau jumlah yang gagal jauh lebih banyak. Mereka yang gagal itu adalah para blogger pemula atau semenjana yang buta sama sekali tentang teknik-teknik SEO. Padahal kita tahu kalau peluang earning di Google AdSense berbanding lurus dengan traffic. Semakin padat pengunjung, peluang earning akan semakin besar. Begitu juga sebaliknya.

Bila Anda termasuk di antara para blogger yang sulit bersaing di Google AdSense (seperti saya :p), sepertinya Anda harus mulai mempertimbangkan program paid review seperti SponsoredReviews. Ini adalah metode online earning yang, boleh dibilang, terbaru dan sedang hot. Caranya memang tak semudah Google AdSense, tapi dolar jauh lebih lancar mengalir di sini. Sebagai contoh, tidak usah jauh-jauh :), saya sendiri yang pernah meraih $12.68 hanya dalam tempo kurang dari sejam.

Paid review, atau ada juga yang menyebutnya paid to review, secara gampang dapat diartikan sebagai review berbayar. Maksudnya, seorang blogger akan dibayar untuk menulis review. Tentu saja review dimaksud berhubungan dengan produk atau jasa tertentu yang sedang dipromosikan. Kalau Anda tahu advertorial di koran atau majalah, paid review persis seperti itu. Anda menulis review suatu produk atau jasa di blog, lalu si pemasar produk atau jasa tersebut akan memberi kompensasi. Setiap review dihargai antara $2-50, tergantung kualitas dan peringkat/PR blog. Semakin tinggi tentu semakin bagus lagi bayarannya. Nah, sudah terbayang kan gimana untungnya?

Bagi blogger pemula, program paid review adalah solusi terbaik untuk menambang dolar di internet. Jika bersama Google AdSense Anda hanya bisa menghasilkan kurang dari $10 sebulan, dengan paid review dolar sebanyak itu bisa diperoleh dalam sejam. Ya, perbedaan mendasar antara Google AdSense dan paid review adalah pada cara Anda menghasilkan dolar. Di Google AdSense penghasilan Anda sangat bergantung pada orang lain, sementara di paid review Anda sendiri yang menentukan berapa penghasilan yang akan Anda raih. Semakin rajin Anda menulis review, semakin menggelembunglah pundi-pundi uang Anda. Mau $10 sehari atau sejam, pilihannya ada di tangan Anda sendiri.

Alasan lain, program paid review tidak bergantung pada traffic. Biarpun blog Anda sepi pengunjung, penghasilan Anda tak akan berpengaruh banyak (dengan catatan blog Anda sudah di-approve tentu saja). Sekali lagi, penghasilan Anda bergantung sepenuhnya pada diri Anda sendiri. Tak ada iklan yang harus diklik pengunjung, tak ada barang yang harus dijual, bahkan tak ada satu banner promosipun yang harus dipasang. Cukup menulis review sepanjang 50-400 kata, maka dolar akan membanjiri Anda. Semakin penasaran? Saya sudah menulis daftar situs paid review di posting sebelumnya. Silakan cek di sini untuk melihatnya.

Semoga bermanfaat.

Baca Lanjutannya di sini...

11 Januari 2008

1

Program Paid Review Lain

Sambil nunggu proses download buku dari e-Library selesai, saya mo cerita tentang program paid review lain selain SponsoredReviews. Ya, masih banyak situs lain yang menyediakan (atau menyelenggarakan sih?) program paid review. Di sini saya cerita banyak tentang SponsoredReviews karena selama ini hanya di situs inilah saya aktif alias selalu mendapat job dengan peningkatan yang (bagi saya pribadi) sangat luar biasa. Memang kalo dibanding dengan blogger sekelas John Chow saya belum ada apa-apanya. Barusan baca di blognya John Chow, seorang penulis buku meminta dia mereview buku terbaru si penulis. Untuk itu John Chow dibayar US$ 50. Gila! Saya dengan 'kerja' yang sama paling besar baru dapat US$ 6.5/review.

Nah, apa saja sih program lain? Secara sekilas saya jabarkan beserta kelebihan dan kekurangannya.

1. SponsoredReviews, kelebihannya kita sendiri yang menentukan harga dan memilih advertiser dalam sebuah proses lelang (bidding). Tambahan lagi, setiap hari paling tidak 10 advertiser baru masuk, artinya peluang member untuk mendapat job secara rutin semakin besar. Harganya? Minimal US$ 5/review di mana member memperoleh 65% dari harga tersebut.

2. Blogvertise, ini juga bagus. Hanya saja kita lebih pasif karena hanya menunggu job dari admin. Lagipula prosesnya lebih berbelit, di mana untuk mengetahui apakah sebuah review yang kita tulis diterima atau tidak saja harus menunggu 7 hari tet. Harga juga ditentukan oleh admin, di mana blogger dengan blog pas-pasan (seperti saya juga)dihargai minimal US$ 2 per review.

3. Smorty, untuk blog yang pas-pasan (seperti saya--lagi) ini agak susah ditembus karena persyaratannya harus punya PR minimal 1. Tapi dari situ saya berkesimpulan 'bisa jadi' (ini asumsi lho) kalau sistemnya lebih baik. Sekali ini asumsi karena saya belum pernah terima task karena blog saya bolak-balik ditolak. :) So, kalo ada teman yang punya pengetahuan lebih tentang Smorty, silakan kontak saya agar posting ini bisa diperbaiki. Trims...

4. LinkWorth, ini relatif lebih gampang ditembus. Tapi jujur saja saya masih bingung dengan member area dan juga sistemnya. Lagipula sampe sekarang saya belum pernah terima task. jadi, buat teman-teman yang punya pengalaman dengan LinkWorth, ayo berbagi di sini.

5. BuyBlogReviews, menurut saya ini juga bagus. Cuma proses pendaftarannya agak rumit karena menunggu approved-nya saja agak lama. Entah kalau para webmaster/blogger yang punya web/blog lebih bagus dari para blogger kebanyakan (seperti saya).

6. PayPerPost, juga patut dicoba. Saya juga tidak punya pengalaman dengan PayPerPost karena blog saya belum ada yang di-approved, jadi buat teman-teman yang lebih paham, monggo berbagi di sini.

Itu saja yang bisa saya bagikan. Semuanya yang saya ketahui, jadi kalau ada program lain yang belum saya cantumkan, tolong hubungi saya supaya informasi ini dapat diperbaiki lagi. Semoga bermanfaat...

Baca Lanjutannya di sini...