Tampilkan posting dengan label SponsoredReviews. Tampilkan semua posting
Tampilkan posting dengan label SponsoredReviews. Tampilkan semua posting

07 Juli 2008

37

Ebook Panduan SponsoredReviews Sudah Selesai!

Alhamdulillah, akhirnya ebook tentang SponsoredReviews yang saya susun selesai sudah. Ebook yang saya beri judul “Panduan SponsoredReviews untuk Pemula” ini sudah direncanakan sejak awal tahun ini. Tepatnya hanya sesaat setelah saya menerima komisi pertama dari SponsoredReviews pada tanggal 2 Januari 2008. Namun karena berbagai hal akhirnya molor sampai enam bulan.

Seperti judulnya, ebook ini memang saya tujukan bagi para pemula yang belum tahu tentang SponsoredReviews. Atau bisa juga bagi yang sudah mendaftar di SponsoredReviews tapi bingung apa lagi yang harus dilakukan. Sengaja saya tambahkan keterangan “untuk pemula” pada judulnya supaya member SponsoredReviews yang sudah jago tidak kecewa pada waktu membacanya.


Ebook sebanyak 60 halaman ini awalnya ingin saya jual. Harganya juga sudah ditetapkan, yakni cukup $1.99 saja. Tapi setelah dipikir-pikir ulang dan menimbang-nimbang banyak faktor, akhirnya saya putuskan untuk membagikannya secara gratis saja. Lagipula saya malas mengurusi jual-beli. Ribet banget! Kalau dibagikan begini kan saya bisa santai (dasar males!) sekaligus memperoleh amal jariyah yang pahalanya tidak terputus sampai mati. Hehehe…

Oke, ini tampaknya akan menjadi posting terpendek EkoNurhuda.com karena saya tidak mau berpanjang-lebar lagi. So, kalau Anda ingin memiliki ebook ini silakan download di sini.

Semoga bermanfaat.

Baca Lanjutannya di sini...

20 Juni 2008

13

Review Berbahasa Indonesia, Bolehkah? (2)

Boleh tidaknya menulis review dalam bahasa Indonesia memang masih belum jelas. Saya sendiri sempat punya niat untuk menanyakan hal ini langsung pada SponsoredReviews, namun tidak pernah saya lakukan karena satu dan lain hal. Yang saya lakukan kemudian hanyalah membaca-baca ToS SponsoredReviews dan menafsirkannya sendiri. So, kalau kemudian saya berani menulis beberapa review dalam bahasa Indonesia, itu merupakan hasil penafsiran saya pada ToS tersebut.

Mungkin ada yang berpendapat saya cuma sok nekat, mengingat ketentuan SponsoredReviews sendiri sudah jelas-jelas mengatakan bahwa “review harus ditulis dalam bahasa Inggris”. Tapi kalimat dalam poin tersebut tidak berhenti sampai di situ saja. Ada kelanjutannya yang kurang lebih berarti “kecuali ditentukan lain oleh advertiser”. Nah, pada kenyataannya sikap advertiser juga macam-macam. Ada yang jelas-jelas mengharuskan review ditulis dalam bahasa Inggris, ada yang membebaskan blogger untuk menulis dalam bahasa apa saja, dan kebanyakan malah tidak menyinggung sama sekali mengenai bahasa yang harus digunakan.

Oke, katakanlah sebenarnya review berbahasa Indonesia tidak boleh, lantas kenapa saya berani menulis beberapa review dalam bahasa Indonesia? Jawabannya adalah pada judul dan deskripsi blog yang ada di sistem SponsoredReviews. Saya mengubah judul dan deskripsi blog ini sehingga advertiser segera tahu kalau bahasa yang digunakan adalah bahasa Indonesia dan semua review di blog ini juga akan dituliskan dalam bahasa tersebut. Jadi, kalau advertiser menerima bid dari blog ini, maka saya anggap advertiser tersebut sudah tahu ketentuan ini dan menyetujuinya.

Pada saat mendaftarkan blog, kita harus mencantumkan bahasa blog pada bagian judul bila blog yang didaftarkan tidak berbahasa Inggris. Dan memang SponsoredReviews menerima blog yang tidak berbahasa Inggris. Nah, inilah yang saya jadikan celah untuk mencari jalan bagaimana supaya dapat menulis review dalam bahasa Indonesia. Soalnya lucu kan kalau blog berbahasa Indonesia koq tiba-tiba memuat posting berbahasa Inggris.

Maka pada bagian judul saya tuliskan begini “EkoNurhuda.com – A PR 4 Indonesian Personal Business Blog”. Jadi begitu advertiser melihat blog saya mereka akan langsung tahu kalau blog ini adalah blog berbahasa Indonesia. Lalu keterangan tambahan saya tuliskan di bagian deskripsi yang menyatakan bahwa EkoNurhuda.com adalah blog berbahasa Indonesia. Apabila advertiser menerima bid dari blog ini, maka berarti menyetujui bahwa review akan ditulis dalam bahasa Indonesia. Itu saja.

Sampai saat ini sudah ada beberapa review yang saya tulis dalam bahasa Indonesia. Jujur saja awalnya saya ada ketakutan kalau-kalau SponsoredReviews tidak menerimanya. Ternyata sejauh ini lancar-lancar saja. Berhubung di SponsoredReviews tidak ada proses approval seperti di Blogvertise, Smorty ataupun situs paid review lain, maka begitu alamat URL review di-submit jumlah dolar dalam account saya secara otomatis langsung bertambah. Dan semua komisi review tersebut sudah saya terima.

Seperti sudah saya katakan di posting sebelumnya, keberanian menulis review dalam bahasa Indonesia ini hanyalah penafsiran pribadi saya pada beberapa butir ketentuan (ToS) SponsoredReviews. Itu artinya Anda bisa jadi mempunyai penafsiran dan sikap berbeda. So, apapun pendapat Anda, saya akan sangat senang sekali jika Anda bersedia menuangkannya dalam kolom komentar di bawah ini. Terima kasih.

Baca Lanjutannya di sini...

18 Juni 2008

12

Review Berbahasa Indonesia, Bolehkah?

Mungkin tidak banyak yang tahu kalau saya sudah beberapa kali menulis paid review dalam bahasa Indonesia di blog ini. Saya bilang mungkin karena yang dapat mengenali paid review tersebut tak sampai 5 orang. Satu-dua di antaranya bertanya “apakah ini paid review? Tapi koq berbahasa Indonesia?” Sementara kebanyakan pembaca tidak mengenali paid review berbahasa Indonesia tersebut. Buktinya ada paid review yang mendapat komentar dari pembaca seperti halnya posting nonkomersil lain.

Pertanyaan yang kemudian mencuat adalah, “Bolehkah menulis paid review dalam bahasa Indonesia?” Kalau pertanyaan tersebut ditujukan pada saya, maka saya akan menjawab, “Tergantung situs paid review mana yang memberikan job/task.” Kenapa? Karena ada broker paid review yang hanya membolehkan review dalam bahasa Inggris. Beberapa malah sama sekali tidak mau menerima keanggotaan dari blog yang tidak berbahasa Inggris, contohnya Smorty.

Lantas broker paid review mana yang membolehkan review berbahasa Indonesia? Sebenarnya tidak ada. Namun sepengetahuan saya terdapat dua situs yang tidak mempermasalahkan review berbahasa selain Inggris. Kedua situs tersebut adalah SponsoredReviews dan Blogvertise. Nama pertama saya sebut berdasarkan pengalaman pribadi, sedangkan situs kedua saya dapat dari pengalaman Kang Yusa dulu. Ya, saya bilang dulu karena sekarang Kang Yusa sudah tidak menulis review berbahasa Indonesia lagi untuk task yang didapatnya dari Blogvertise.

Di SponsoredReviews sendiri sebenarnya tidak ada aturan yang jelas-jelas membolehkan penulisan review dalam bahasa Indonesia. Hanya saja ada beberapa hal yang menurut saya dapat dijadikan sebagai pijakan untuk menulis review dalam bahasa Indonesia. Terutama ketentuan mengenai pencantuman bahasa blog (bagi blog yang tidak ditulis dalam bahasa Inggris) pada bagian keterangan judul blog saat hendak mendaftarkan blog bersangkutan. Dalam hemat saya, ketentuan ini semacam “ijin” untuk menulis review dalam bahasa asli yang menjadi bahasa pengantar blog.

Anda boleh setuju boleh juga menentang, namun logika saya koq mengatakan kalau kebijakan SponsoredReviews yang mau menerima blog selain berbahasa Inggris menandakan bahwa sebenarnya review juga dapat ditulis dalam bahasa selain Inggris. Bagi orang Indonesia, itu artinya review dapat ditulis dalam bahasa Indonesia.

Pendapat ngawur? Boleh juga kalau ada yang berkata demikian. SponsoredReviews sendiri memang menyatakan kalau review harus ditulis dalam bahasa Inggris, kecuali ditentukan lain oleh advertiser. Nah, selama ini advertiser terbagi jadi dua kelompok. Satu kelompok mengharuskan review ditulis dalam bahasa Inggris, yang biasanya mereka cantumkan di bagian “Requirements”. Sedangkan sisanya sama sekali tidak memberikan persyaratan apa-apa kecuali jumlah link, keyword yang dipakai, keyword pada judul review, ataupun larangan menggunakan konten situs advertiser pada review.

Melalui berbagai pertimbangan dan setelah mencermati hal-hal di atas, maka sayapun mengambil kesimpulan sendiri mengenai bahasa apa yang akan digunakan dalam penulisan review. Kalau advertiser jelas-jelas menuliskan “Review must be in English”, maka saya akan menuliskannya dalam bahasa Inggris. Tapi kalau tidak ada ketentuan apa-apa mengenai bahasa yang digunakan, ya saya akan nekat menuliskannya dalam bahasa Indonesia. Yang penting jumlah link, anchor text dan keyword-nya sesuai dengan keinginan advertiser, habis perkara.

Diterimakah review berbahasa Indonesia itu? Karena di SponsoredReviews tidak pakai sistem approval seperti halnya situs paid review lain, jujur saja saya tidak tahu bagaimana sebenarnya sikap SponsoredReviews mengenai hal ini. Tapi yang jelas semua komisi untuk review berbahasa Indonesia yang pernah saya tulis di blog ini sudah dibayarkan. Jadi, silakan Anda simpulkan sendiri.


Anda suka dengan posting-posting EkoNurhuda.com? Klik di sini untuk mendapatkan posting terbaru blog ini di mailbox Anda.

Baca Lanjutannya di sini...

21 Mei 2008

12

How to Get Fresh Content by Copy-Pasteing?

Bisakah Anda menjawab pertanyaan yang saya jadikan judul di atas? Memperoleh konten fresh dengan kopi paste rasanya koq sebuah hil yang mustahal ya? Eit, itu dulu! Ya, duluuuuuuuu banget. Istilah kerennya ‘jadul’. Sekarang ternyata hal itu mungkin koq dilakukan. Cuma ya yang namanya kopi paste tetap saja sebuah perbuatan yang tidak terpuji, apapun alasannya dan bagaimanapun metodenya. So, seperti trik ‘sesat’ SponsoredReviews yang pernah saya sampaikan beberapa waktu lalu, posting ini juga sangat tidak saya sarankan untuk diaplikasikan.

Buat member paid review yang bahasa Inggrisnya pas-pasan, menulis review sepanjang 200 kata bisa jadi masalah besar. Kalau program yang diikuti tidak ketat dengan masalah grammar mungkin tak jadi soal. Tulis saja asal English dan submit, gak penting gramatikanya benar atau malah membingungkan. Tapi mana ada sih program paid review yang tidak mengindahkan tentang pentingnya penggunaan grammar yang baik?


Beberapa blogger mungkin mengakalinya dengan cara pintas: kopi paste. Sepertinya memang menyelesaikan masalah sekaligus praktis. Namun sekali ketahuan broker ataupun advertiser bisa tamat riwayat Anda. Terlebih lagi sekarang ada CopyScape, sebuah layanan yang dapat menemukan situs dengan konten yang sama persis meski cuma beberapa kalimat saja. So, berhati-hatilah dengan kopi-paste! Jangan sampai tertangkap basah CopyScape.

Selain trik kopi paste yang pernah saya sampaikan beberapa waktu lalu, ada satu cara mudah lain untuk memperoleh fresh content dengan kopi paste. Apa itu? Gunakan saja Google Translate! Layanan penerjemah milik Google inilah yang akan membantu Anda memperoleh fresh content dengan cara kopi paste. Bagaimana caranya? Cukup cari artikel yang sesuai (tentunya dalam bahasa Inggris), lalu kopi dan terjemahkan ke bahasa lain. Setelah itu hasil terjemahan tadi diterjemahkan lagi ke bahasa lain lagi. Begitu seterusnya sampai 2-3 kali, dan akhirnya kembalikan lagi ke bahasa Inggris. Misalnya dari bahasa Inggris diterjemahkan ke bahasa Prancis, lalu dari bahasa Prancis diterjemahkan ke bahasa Jerman, dari bahasa Jerman diterjemahkan ke bahasa Belanda, dan dari bahasa Belanda diterjemahkan lagi ke bahasa Inggris. Dijamin, artikel hasil kopi paste tadi akan berubah menjadi sebuah artikel yang benar-benar berbeda dari aslinya.

Meski begitu Anda tetap harus peras keringat. Artikel terjemahan tadi masih harus diperbaiki beberapa susunan katanya karena pasti ada yang tidak sesuai atau terlihat lucu. Nah, koreksi dulu artikel tersebut baik-baik. Setelah benar baru deh di-publish ke blog. Dan selamat, Anda baru saja menjadi seorang peng-kopi-paste yang cerdik.

Btw, seperti sudah disampaikan di paragraf pertama, saya sangat tidak menyarankan penggunaan trik ini. Jika Anda memang kesulitan menulis review dalam bahasa Inggris, lebih baik gunakan jasa content writer. Tarifnya terbilang murah koq, antara $1-2 per 100 kata. Tapi kalau Anda ngotot memakai trik ini, tolong jangan bawa-bawa saya semisal terjadi hal-hal yang tidak menyenangkan ya?

Baca Lanjutannya di sini...

14 April 2008

15

Paid Review Semilyar

Dulu waktu awal-awal terjun di dunia paid review saya paling banyak memperoleh job dari situs judi. Harga tiap review memang hanya $5 (di mana saya memperoleh bagian $3.25), tapi jobnya banyak sekali. Sebulan paling tidak bisa dapat 10-15 job dari situs judi saja. Itulah sebabnya earning bulan pertama saya melakoni paid review lumayan besar (bagi saya).

Sekarang semuanya sudah berubah. Meski memperoleh banyak job dari situs judi masih sangat mudah, namun kita tidak boleh lagi menulis review tentang perjudian semenjak Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) disahkan 25 Maret 2008 lalu. Kalau nekat, siap-siap saja dihukum penjara paling lama 6 tahun atau dikenai denda paling banyak Rp 1 M. Aje gile!

Coba lihat kutipan UU ITE pasal 26 ayat (2) yang berbunyi:

Mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya informasi dan/atau dokumen elektronik yang memiliki muatan perjudian.

Lihat pula ancaman hukumannya di pasal 42 ayat (1) yang berbunyi:
Setiap orang yang memenuhi unsur-unsur sebagaimana dimaksud dalam pasal 26 ayat (1), (2), (3), (4), (5) dan (6) diancam dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).


Btw, bagaimana bisa paid review tentang situs judi terkena jerat pasal tersebut? Bukankah pasal itu hanya berlaku bagi pemilik dan/atau pengelola situs judi saja? Nah, kalau begitu paid review kan tidak termasuk?

Iya, saya juga sempat berpikiran begitu. Tapi ingat, setiap review mensyaratkan paling tidak terdapat 3 link menuju ke situs yang direview. Nah, dalam perspektif saya, meletakkan 3 link menuju ke situs judi yang direview bisa dimasukkan dalam kategori "membuat dapat diaksesnya informasi dan/atau dokumen elektronik yang memiliki muatan perjudian" sebagaimana dimaksud dalam pasal 26 ayat (2) tersebut di atas. Bukankah dengan link-link tersebut kita membuat pembaca dapat mengakses situs judi?

Sekali lagi ini hanya dari perspektif saya pribadi. Anda boleh sependapat, tidak setuju juga tidak dilarang. Seperti biasa, silakan tuangkan pendapat Anda di kolom komentar. Oya, kalau Anda belum punya salinan UU ITE, silakan mendownloadnya di sini. Gratis koq. :p

Oke, itu saja. Saya mau menghapus review situs judi yang pernah saya buat dulu. 1 M, Booo! :D

Anda suka dengan posting-posting EkoNurhuda.com? Klik di sini untuk mendapatkan posting terbaru blog ini di mailbox Anda.

Baca Lanjutannya di sini...

26 Maret 2008

19

Black Trick for SponsoredReviews

PERINGATAN: Apa yang dituliskan di sini bukan untuk ditiru atau dipraktekkan, tapi hanya sekedar untuk diketahui saja. So, tetaplah menjadi the good Indonesian paid review writer. Oke?


Apa yang membedakan SponsoredReviews dengan program paid review lainnya? Selain sistem bidding/lelang jobnya, satu hal yang sangat mencolok dari situs paid review yang satu ini adalah tidak ada mekanisme approval bagi review-review yang sudah ditulis member. Begitu review dimasukkan ke sistem SponsoredReviews--dengan cara men-submit alamat URL review, secara otomatis jumlah komisi di account Anda akan langsung bertambah tanpa harus menunggu persetujuan dari Admin terlebih dahulu.

Contoh, misalkan Anda mendapat job menulis review senilai $100 (Anda mendapat $65). Begitu review tersebut selesai Anda kerjakan dan disubmit ke sistem SponsoredReviews, maka account Anda akan langsung bertambah sebanyak $65 hanya beberapa saat setelah Anda menekan tombol "GO" di halaman di mana Anda harus mensubmit alamat URL review. Kalau Anda tak percaya, silakan buktikan sendiri dahulu baru melanjutkan membaca. Kalau Anda percaya, akan saya lanjutkan pembahasan ini.


Kondisi ini ternyata membuahkan celah yang dapat "dimanfaatkan" oleh member-member SponsoredReviews. Kata "dimanfaatkan" sengaja saya beri tanda petik karena memang berkonotasi ganda. Artinya, celah ini dapat dimaksimalkan untuk tujuan baik atau buruk. Bagi member baik-baik, kondisi ini bisa dimaksimalkan saat mendekati deadline pembayaran bonus. Satu atau bahkan setengah jam sebelum pembayaran bonus Anda bisa ngebut menggarap job yang masih tersisa agar dolar yang didapat lebih menggelembung. Bagi yang nakal, Anda bisa meraup banyak dolar tanpa menggarap satu review-pun. Nah, berhubung judul artikel ini adalah "Black Trick for SponsoredReviews", maka saya hanya akan mengupas sisi jelek yang bisa Anda "manfaatkan". Saran saya, jangan pernah praktekkan hal yang saya kemukakan di sini.

Serius, Anda bisa mendapat banyak dolar dari SponsoredReviews tanpa menulis satu review-pun. Tak perlu susah-susah menggarap job yang Anda dapat, Anda tetap bisa koq mengantongi 65% bagian Anda. Bagaimana caranya? Mudah saja. Begitu masuk ke member area, klik menu "Job in Progress". Lalu buka job yang ada. Di bagian paling bawah dari halaman deskripsi job ada kolom untuk mengisi alamat URL review. Di sinilah celah yang bisa Anda manfaatkan. Alih-alih menulis review dan men-submit alamat URL-nya, Anda bisa mengisi kolom tersebut dengan alamat URL fiktif dan tetap memperoleh bayaran. Tidak percaya? Coba saja sendiri. Tapi saran saya, jangan pernah bermain api kalau tidak ingin terbakar.

Baca Lanjutannya di sini...

18 Maret 2008

6

Antara Pembaca dan Paid Review (2)

Posting kemarin koq kesannya sangat idealis ya? Memang begitulah seharusnya. Bloggerpun harus punya idealisme dengan blognya, karena idealisme inilah yang akan membuatnya dapat terus bertahan di jagat Blogosphere. Blogger yang terjun ke blogosphere tanpa idealisme yang jelas akan mudah bosan dan ujung-ujungnya mandeg di tengah jalan. Tapi ya jangan terlalu kakulah dengan idealisme itu. Toh, untuk mengusung sebuah idealisme juga dibutuhkan materi alias dolar. Iya kan?

Setelah menulis posting "Antara Pembaca dan Paid Review" sebelumnya, saya iseng berkunjung ke blog milik blogger-blogger senior di luar sana. Sengaja saya cari artikel mereka yang berhubungan dengan SponsoredReviews ataupun program paid review lain. What a surprise! Setidaknya Jacky Supit dan John Chow berpendapat sama. Kedua blogger kelas kakap ini mempunyai prinsip "Readers first, money later." Karena itu keduanya dengan tegas menyatakan akan menolak tawaran review yang tidak sesuai dengan tema blog mereka. Padahal harga review di blog mereka minimal $100, bukannya $2-50 seperti yang saya tulis sebelumnya.



Tapi mereka kan blogger top? Menolak review bukanlah masalah besar bagi mereka karena sekali menulis review saja sudah ratusan dolar yang dihasilkan. Lha, kita kan blogger kelas teri. Menulis 20 review-pun tidak akan sampai $100 earningnya (ini saya :p). Masa iya mau menolak kalau ada tawaran mereview? Itu mungkin yang akan Anda katakan.

Anda benar. Memang sayang menolak sebuah review, betapapun tidak relevannya review tersebut dengan blog kita. Tapi tetap saja tidak ada alasan bagi kita untuk memaksakan kehendak sendiri dan mengabaikan kepentingan pembaca. Ingat, tanpa pembaca blog Anda tidak berarti apa-apa. Kalau sudah terlanjur bagaimana? Tenang. Il y'a toujours le solution, begitu kata orang Perancis. Artinya, selalu ada solusi bagi setiap persoalan. Termasuk juga persoalan yang satu ini tentunya. Nah, berangkat dari pengalaman pribadi saya mengambil jalan tengah yang saya anggap adil supaya aman dari tuntutan materi tanpa mengabaikan kepentingan pembaca. Apa itu?
  1. Hanya mengambil review yang benar-benar relevan untuk blog dengan tema khusus/niche special. Yah, nyerempet-nyerempet sedikit bolehlah. Misalnya review tentang jasa reservasi hotel atau tiket pesawat untuk blog travel atau wisata.

  2. Sediakan sebuah blog yang super general. Nah, blog inilah yang bertugas menyapu bersih tawaran review lain yang tersisa. Bukankah kita juga tetap harus menjaga konsistensi earning harian? :p

  3. Sayang menolak tawaran review yang tidak relevan karena dolarnya besar? It's ok. Anda tak dilarang koq untuk menulisnya. Tapi cobalah menulis review dari sudut pandang yang bisa diterima pembaca. Contohnya blog Anda bertema desain grafis dan review-nya tentang backgammon atau online poker. Jangan mereview backgammon atau online pokernya. Pembaca Anda akan protes nanti. Bersikaplah cerdik dengan menitik-beratkan review pada aspek desain situs, tampilannya, navigasinya, atau aspek lain yang berhubungan dengan desain grafis. Ini tentunya lebih dapat diterima pembaca Anda.

  4. Jangan sekali-kali menerima review yang Anda sama sekali buta tentangnya. Jika Anda tidak tahu-menahu tentang subprime mortgage, memaksakan diri menulis review tentang itu hanya akan membuat tulisan Anda kosong tanpa bobot. Masih untung kalau ditulis sendiri. Lha kalau hasil kopi paste???
Oke, itu yang saya aplikasikan pada diri sendiri. Anda boleh sepakat, tidak setuju juga boleh koq. :p Semoga bermanfaat.

Baca Lanjutannya di sini...

16 Maret 2008

5

Antara Pembaca dan Paid Review

Di SponsoredReviews setiap blogger sangat dianjurkan untuk hanya melakukan bidding dan mengambil review terhadap opportunity yang relevan dengan tema blognya. SponsoredReviews beralasan kalau advertiser lebih senang jika produk atau jasa yang mereka promosikan direview oleh blog yang relevan. Karena advertiser akan cepat menerima tawaran dari blog yang relevan. Sementara tawaran dari blog yang tidak relevan peluangnya sangat kecil untuk diterima.

Itu dari perspektif advertiser. Sekarang coba kita lihat dari perspektif kita sendiri sebagai blogger. Dalam pandangan saya, persoalan relevansi ini jauh lebih penting lagi dalam kaitannya dengan pembaca blog. Saya yakin pembaca blog Anda juga akan lebih senang jika Anda hanya memposting paid review yang relevan dengan tema blog. Sayangnya, kita harus jujur kalau sebagai member program paid review seringkali kita mengabaikan kepentingan pembaca dengan memuat review yang sama sekali tidak relevan demi dolar.

Contoh. Misalkan menerima task atau opportunity untuk menulis review tentang kartu kredit padahal blog Anda bertema film, apa yang akan Anda lakukan? Bisa dipastikan kebanyakan blogger akan menerima begitu saja tawaran itu. Apalagi kalau payout-nya lumayan. Tahukah Anda bahwa tindakan seperti itu merupakan bentuk pengkhianatan terhadap pembaca. Kenapa?

Karena Anda lebih mementingkan dolar ketimbang minat pembaca. Bayangkan apa respon pembaca blog Anda jika tiba-tiba ada posting yang tidak relevan? Sebagian mungkin bisa maklum, tapi tetap saja akan ada pembaca yang kecewa. Nah, di sinilah bahayanya. Sekali Anda mengecewakan pembaca, selamanya Anda akan kehilangan pembaca tersebut.

Memang sebagai blogger (baca: pemilik blog) Anda bebas untuk mengkomersilkan blog dengan berbagai macam online earning method. Anda bebas memasang iklan PPC, banner afiliasi, banner referensi, termasuk juga paid review. Tidak ada persoalanya sama sekali dengan hal itu. Yang menjadi persoalan adalah bila Anda menomor-satukan dolar di atas segalanya. Sikap dollar oriented ini sangat berbahaya karena dapat 'membunuh' Anda. Ingat bahwa blog adalah media komunikasi dua arah. Anda menulis, pengunjung membaca dan memberi komentar, lalu Anda merespon balik. Artinya, pembaca adalah faktor vital bagi kelangsungan hidup blog Anda. Tanpa pembaca blog Anda tidak berarti apa-apa. Ingatlah juga bahwa pembaca datang berkunjung bukan untuk melihat iklan. Yang mereka inginkan adalah informasi yang Anda sajikan. Jadi, penuhilah keinginan tersebut dan ikat mereka sebagai pembaca setia yang akan senantiasa kembali pada Anda.

Lalu kalau ada tawaran paid review yang tidak relevan bagaimana? Harus diakui terlalu sayang untuk menolak tawaran yang datang. Tapi percayalah jika kesetiaan pembaca Anda jauh lebih mahal nilainya dibanding berapapun payout yang akan Anda terima. Jangan ragu-ragu menolaknya. Usahakan untuk hanya memuat review yang relevan dengan tema blog atau kredibiltas Anda di mata pembaca jatuh hanya demi sedikit dolar, katakanlah $2-50. Ini bukan berarti saya mengatakan uang segitu kecil. Cuma bila Anda lebih mementingkan kemauan pembaca, keuntungan yang bakal Anda dapatkan jauh lebih besar. Coba bayangkan berapa harga sebuah review di blog Anda jika blog tersebut mempunyai jumlah kunjungan 1000+ per hari, ratusan orang subscriber dan sekian puluh link?

Sebagai penutup, ujar-ujar berikut kiranya sangat bagus untuk direnungkan. "Berikanlah yang terbaik pada sesamamu, maka langit dan bumi akan memberikan seluruh isinya padamu." bagus kan? Semoga bermanfaat.

Baca Lanjutannya di sini...

07 Maret 2008

6

Menarik Perhatian Advertiser di SponsoredReviews (2)

Oke, sesuai janji saya di posting sebelumnya, kini saatnya saya membagikan tips membuat blog tampil menonjol di antara ratusan blog lain di SponsoredReviews. Ini dia tips dari Jarrod Hunt yang saya sadur dari artikelnya di blog resmi SponsoredReviews:

1. Maksimalkan judul blog. Judul blog adalah poin kedua yang dilihat advertiser setelah harga. Anda akan memperoleh banyak job jika judul blog Anda menarik. Judul blog adalah etalase tempat Anda menjual blog. Berikut 3 hal yang dapat Anda lakukan untuk membuat judul blog lebih menarik.

  • Sebutkan kategori blog. Ingatlah bahwa advertiser lebih memilih blog yang relevan. Jika Anda menyebutkan kategori blog di judul dan itu sesuai dengan kategori yang diinginkan advertiser, maka blog Anda akan lebih diperhatikan. Tulislah, misalnya, "Tukul's Travel and Tourism Blog" daripada "Tukul's Personal Blog".

  • Sebutkan kelebihan blog. Jika blog Anda mempunyai banyak pembaca atau berperingkat tinggi, sebutkanlah kelebihan itu. Contohnya, "Tukul's Tourism Blog (PR6)" atau "Tourism Blog w/ 10,000 Readers!".

  • Buat judul sekreatif mungkin. Pancing minat advertiser dengan tulisan-tulisan menantang seperti "Tukul's Humor Blog-Great Reviews!" atau "Voted Best Humor Blog!" dan lainnya.
2. Coba keberuntungan dengan deskripsi menarik. Jelaskan mengapa advertiser harus memilih Anda di bagian "description". Apakah review Anda begitu istimewa? Apakah Anda memiliki banyak pembaca? Apakah Anda memiliki keahlian pada bidang tertentu? Jelaskan semua kelebihan Anda agar advertiser memiliki alasan kuat untuk memilih Anda. Ini jadi lebih penting lagi jika Anda memasang harga tinggi.

3. Ini agak sensitif, tapi blog dengan nama domain sendiri lebih diperhatikan advertiser. Harus disadari bahwa masih terdapat salah persepsi di benak advertiser. Mereka menganggap blog dengan nama domain sendiri jauh lebih serius dibanding blog gratisan dengan alamat URL sepanjang kereta api. Padahal pada kenyataannya cukup banyak blog berkualitas meski gratisan. Tapi ingat kembali kalau advertiser menerima ratusan bid. Mereka tak punya cukup waktu untuk mengecek setiap blog satu per satu. Yang mereka lakukan hanyalah melihat statistik dan info yang terdapat di database SponsoredReviews. Lagipula www.ekonurhuda.com toh lebih keren kan dibanding www.eko-nurhuda.blogspot.com? Hehehe...

Oke, semoga rangkaian artikel ini dapat membantu Anda memperoleh job lebih banyak lagi dari SponsoredReviews. Tapi ingat, saran sebaik apapun tidak akan bermanfaat kalau tidak dijalankan. So, tindakan Anda yang lebih menentukan keberhasilan Anda.

Good luck!

Baca Lanjutannya di sini...

05 Maret 2008

0

Menarik Perhatian Advertiser di SponsoredReviews (1)

Beberapa rekan yang rajin menyambangi blog ini sering mengeluh blognya selalu ditolak dalam bidding di SponsoredReviews. Ada lagi yang mengaku hanya berani mengambil review senilai $5-10 saja. Alasannya, rekan tadi tidak pede dengan blognya sendiri dan takut ditolak kalau mengambil bid berharga tinggi. Tidak salah, sih, sikap begini. Tapi apa salahnya mencoba keberuntungan dengan mengambil juga bid-bid bernilai besar?

Inilah bedanya SponsoredReviews dengan beberapa situs sejenis. Kalau di dunia afiliasi ada Commission Junction, maka di jagat paid review SponsoredReviews memainkan peran serupa. SponsoredReviews adalah marketplace di mana para blogger dan advertiser berkumpul menjadi satu. Masing-masing pihak memegang kontrol penuh terhadap apa yang mereka inginkan. Transaksi hanya terjadi jika advertiser dan blogger menyepakati harga yang sama. Dengan kata lain, terciptalah kondisi win-win solution alias sama-sama untung.

Sungguhpun begitu tidak dapat dipungkiri kalau advertiser mempunyai kuasa lebih besar ketimbang blogger. Dengan sangat leluasa mereka dapat menolak blog-blog yang tidak sesuai dengan keinginan. Jadilah teman-teman kita mengeluh blognya sering ditolak. Menurut Jarrod Hunt di blog resmi SponsoredReviews, setidaknya ada 3 alasan kenapa advertiser menolak atau mengabaikan bid. Apa saja alasan itu?


  1. Advertiser menerima ratusan bid semenjak pertama kali memasang sebuah opportunity. Bayangkan bagaimana susahnya advertiser menjatuhkan pilihan dari ratusan tawaran tersebut. Jika Anda berada di posisi advertiser, apa yang akan Anda lakukan? Hal termudah dan paling praktis adalah dengan melihat blog mana yang paling menonjol. Kalau blog Anda tidak memiliki keistimewaan yang menonjol, wajar saja jika selalu ditolak.

  2. Advertiser mencari blog yang relevan terlebih dahulu. Ingat, advertiser itu kan jualan. Jadi, mereka tentu berharap akan ada peningkatan penjualan dari review yang dibuat blogger. Nah, karena itu kebanyakan advertiser cenderung lebih suka dengan blog yang relevan dengan produk/service/situs mereka.

  3. Setelah dua hal di atas, harga adalah faktor ketiga yang menjadi perhatian besar advertiser. Jika sudah memperoleh blog yang menonjol dan lebih relevan, maka selanjutnya advertiser akan menimbang-nimbang harga review. Jika Anda menaarkan $100 padahal ada blog lain dengan statistik dan relevansi yang sama menawarkan harga lebih rendah, jelas advertiser akan lebih memilih yang harganya lebih rendah, bukan? Harga memang bukan segalanya, tapi kalau advertiser bisa mendapatkan review dari blog berkualitas dengan harga rendah kenapa mereka harus memilih yang mahal? Ini bukan berarti melarang Anda memasang harga tinggi saat bidding. Hanya saja Anda harus dapat menjelaskan kenapa advertiser harus memilih Anda sementara banyak pilihan setara dengan harga lebih rendah.
Kebayang kan susahnya? Memang cari uang itu susah. Tapi, tenang. Setiap persoalan pasti ada solusinya. Jarrod Hunt memberikan sejumlah tips agar blog Anda tampil menonjol di antara ratusan blog lain pada opportunity yang sama. Mau tahu? Saya yakin Anda mau tahu. Tapi tidak sekarang lho. Tunggu lanjutannya di posting mendatang. :)

Baca Lanjutannya di sini...

20 Februari 2008

0

Meraih Passive Income bersama SponsoredReviews

Hai, semua. Sebenernya blog ini sudah disetting untuk custom domain. Maksudnya, saya mau memberi nama domain baru pada blog ini dengan nama domain yang sudah saya beli, yakni ekonurhuda.com. Tapi berhubung masih ada beberapa hal yang masih belum pas, jadi nama baru itu masih belum bisa digunakan untuk melihat blog ini. Beruntung sekali Mas Agus (O-om.com) mau turun tangan membantu saya. Mudah-mudahan cepet kelar. Mohon doanya ya? Nah, sambil nunggu custom domain saya beres, kita ngobrolin paid review lagi yuk.

Anda pernah membaca buku "The Cashflow Quadrant"-nya Robert Kiyosaki? Buku tersebut adalah world's best seller, terjual jutaan kopi di seluruh dunia. Buku tersebut juga merupakan rujukan utama para pelaku bisnis MLM. Dalam buku tersebut Kiyosaki menggambarkan 2 cara orang mencari uang. Cara pertama, disebut juga Kuadran Kiri, adalah bekerja untuk uang. Maksudnya untuk memperoleh uang Anda harus bekerja membarter waktu dan tenaga Anda dengan senilai uang. Kalau tak bekerja alamat tak dapat uang. Lalu yang Kuadran Kanan adalah cara yang menurut Kiyosaki dipakai oleh hanya kurang dari 10% manusia di dunia, yakni membuat uang yang bekerja. Maksudnya, Anda hanya perlu membangun sebuah asset lantas dari asset tersebut Anda memperoleh penghasilan pasif. Jadi, tanpa harus bekerja Anda akan tetap memperoleh uang sepanjang asset Anda masih ada. Mau ya kaya gitu? :)

Kabar gembira bagi para member SponsoredReviews. Kini Anda juga bisa menikmati penghasilan pasif atau yang kata orang Kebumen "passive income" bersama SponsoredReviews. Bagaimana caranya? Maksimalkan program affiliasinya! Ya, cukup promosikan blog Anda yang ada link atau badge SponsoredReviews-nya secara gencar. Undang sebanyak mungkin pengunjung, buat blog Anda menjadi semenarik mungkin, dan buat pengunjung tertarik untuk mengklik link/badge menuju situs SponsoredReviews melalui kode affiliasi Anda. Saat mereka mendaftar, maka mereka akan menjadi referal Anda. Saat itu pula berarti Anda telah memiliki satu sumber penghasilan pasif.

Berapa banyak sih yang diberikan SponsoredReviews untuk program affiliasi ini? Tidak banyak sih, tapi jika diingat bahwa Anda nyaris tidak melakukan apa-apa untuk memperoleh penghasilan tersebut tentu saja uang sejumlah itu sangat banyak. Dan ingat, penghasilan pasif Anda akan terus mengalir sepanjang blogger di bawah referal Anda terus menghasilkan uang. Nah, kira-kira ada tidak blogger yang tidak mau memperoleh uang? Jelas tidak ada. Semua blogger ingin memperoleh uang sebanyak-banyaknya tiap bulan. Kalau perlu semakin lama semakin naik terus penghasilannya. Itu artinya penghasilan Anda juga boleh dibilang aman. Kecuali jika SponsoredReviews memberlakukan ketentuan lain di kemudian hari.

Besar bonus yang diberikan oleh SponsoredReviews dalam program affiliasi ini adalah sebagaimana terlihat dalam screenshoot di bawah.



Mari kita hitung-hitungan. Misalkan Anda mempunyai 20 referal. Dari jumlah ini hanya 10 orang saja yang blognya di-approve (ingat, bloggernya pasti di-approve tapi blog-nya belum tentu). Jika setiap blogger memperoleh komisi $50 saja, maka Anda akan mendapat komisi affiliasi sebanyak $5 x 10 = $50. Hmmm, bukan jumlah yang kecil. Padahal ini juga pakai angka-angka minimal. Bayangkan jika Anda mempunyai lebih dari 20 referal dan semuanya aktif. Penghasilan Anda dari komisi affiliasi saja bisa-bisa lebih besar dari hasil Anda menulis review. Nah, kalau Anda malas menulis review atau tidak ada bid yang disetujui advertiser, uang tetap akan mengalir ke account PayPal Anda selama referal-referal Anda terus menulis review. Asyik, bukan? Makanya, ayo maksimalkan program affiliasi ini.

Sebagian orang akan memandang hal ini sebagai tindakan "memanfaatkan orang", dan saya setuju betul dengan hal itu. Karenanya Anda juga harus bertindak sebagai pereferensi yang bertanggungjawab. Maksudnya Anda tidak hanya mereferensikan orang saja tanpa ada tidak lanjut. Buatlah referal Anda merasakan suatu perbedaan yang positif sebagai referal Anda. Caranya antara lain dengan berbagi tips tentang SponsoredReviews, memberi gift khusus berupa e-Book atau lainnya sehubungan dengan paid review, serta membuka diri untuk berkonsultasi. Jika Anda hanya mengajak orang menjadi referal Anda tanpa berbuat apa-apa setelah mereka bergabung, maka Anda bisa dikategorikan "memanfaatkan orang". Awas, bisa-bisa referal Anda kabur alias mendaftar lagi dengan akun baru agar Anda tidak memperoleh komisi saat mereka menghasilkan uang. Jangan sampai itu terjadi pada Anda. So, jadilah pereferensi yang bertanggungjawab dan murah hati.

Belum bergabung dengan SponsoredReviews? Klik di sini untuk bergabung sekarang!

Baca Lanjutannya di sini...

02 Februari 2008

0

Bidding Room Ganti Interface

Kemarin saya kaget melihat tampilan baru bidding roomnya SponsoredReviews. Saya pikir ada trouble yang menyebabkan tampilan halaman tersebut (maaf) jadi berantakan. Ya, bagi saya pribadi tampilan tersebut cenderung merusak mata dan menyulitkan proses bidding. Selain itu perubahan ini juga mengganggu rencana penyusunan ebook saya. Padahal udah hampir selesai lho, tapi berhubung tampilannya ganti ya harus saya edit lagi biar up to date. Terus terang saya keberatan dengan pergantian ini. Karenanya sayapun bertanya kepada tim support SponsoredReviews dan dijawab bahwa perubahan tersebut adalah kebijakan baru untuk semacam ganti suasana. Mari kita baca bersama isi dialognya.

Ini e-mail dari saya:

Dear SponsoredReviews Support Team,

First, I do thank very much for the commission transferred on 29 January. FYI, it's the biggest earning I've ever made online. :) Thank you, SponsoredReviews. Second, I don't know how about another computer, but I saw the different bidding room for last two days. Its display/view isn't as usual. Is there any change over there? I think the old display/view is better then now. Please fix it if the trouble is on SponsoredReviews system.
Thank you very much in advance,
Ecko

Ini jawaban dari SponsoredReviews:


2/1/2008 4:13:19 PM - Staff Reply
Ecko,

The new interface is vastly improved over the old one. If you are having technical difficulties with it please describe the problems in detail.

-Support



Sayapun protes karena menurut saya tampilan lama lebih enak dilihat, lebih mudah dioperasikan dan yang jelas gak merusak mata. :) makanya sayapun membalas kembali jawaban dari SponsoredReviews tersebut. Begini bunyinya:


2/1/2008 5:13:47 PM - Your Reply
Oops, I think we got some troubles. :D I'm sorry, but I think the old one is better. I've made some wrong clicks with the latest interface. The words are too small and it's hard to know each opportunity clearly. So, it's just my opinion, I really love the oldest one. It's simpler, easier and clearer.

Best regards,
Ecko



Well, kalau menurut Anda sendiri mana yang lebih bagus? Mudah-mudahan Anda sependapat dengan saya. Kalau Anda merasa tampilan lama lebih nyaman dilihat dan dioperasikan, jangan ragu-ragu mengirimkan protes kepada SponsoredReviews. Beritahukan bahwa Anda (dan mungkin juga semua blogger) merasa kesulitan dengan tampilan yang baru. Apalagi hurufnya keciiiil buanget. Setuju kan kalau tampilan halaman bidding SponsoredReviews balik lagi ke tampilan lama? Coba lihat deh perbandingannya di bawah ini (yang kiri adalah tampilan baru).



Dasar, ada-ada aja nih SponsoredReviews. :(

UPDATE: Hari ini staff SponsoredReviews memberi jawaban. Apa mau dikata, interface alias tampilan halaman opportunity sudah final. So, hati-hati dan lebih teliti lagi ya mencari opportunity. Kalau perlu pake kaca pembesar biar terang. :D Anyway, kata mereka hurufnya bisa diperbesar sendiri koq, tapi saya belum nemu gimana caranya. Bila teman-teman sudah ada yang tahu tolong di-share di sini ya. Thanks. Oya, ini dia screen shot jawaban SponsoredReviews:


UPDATE LAGI: Halaman bidding sudah mulai tampak bagus kali ini. Begini tampilannya sekarang setelah di awal-awal penggantiannya tampak begitu berantakan.



Baca Lanjutannya di sini...

28 Januari 2008

0

US$ 15/Review Tembus!

Ini berita gembira bagi saya. Setelah sebelumnya sudah cukup puas dengan harga tawaran tertinggi $10 per review, hari ini saya menerima dua review dengan harga lebih tinggi lagi. Ya, saya memperoleh review berharga $15. Itu artinya saya dapat mengantongi bersih $9.75 per review. Dikali dua sama dengan $19.5. Wow, tentu saja earning saya hari ini segera melonjak tajam. Plus, dengan adanya dua review $15 ini target saya untuk meraih $100 rasanya semakin mudah digapai.

Sampai sekarang, inilah review dengan harga tertinggi selama saya bermain paid review. Bila sebelumnya saya memperoleh payout tertinggi sebesar $8 untuk sebuah review yang diberikan oleh Blogvertise, maka kini rekor tertinggi dipegang oleh SponsoredReview yang telah memberikan dua review seharga $15 ini. Tambahan $19.5 dari dua review ini juga membuat target saya semakin dekat, semakin dekat sekali. Hari ini earning saya menembus angka $80 lebih. Artinya saya hanya membutuhkan $20 untuk mencapai target $100 di periode ini. Berhasilkah saya mencapai target tersebut dalam sementara waktu yang tersisa menjelang payment date hanya tinggal besok? Mohon doakan saya ya...

Baca Lanjutannya di sini...
0

SponsoredReviews, Mitra Semua Blogger

Membandingkan serta mencari mana yang terbaik di antara sekian banyak program paid review yang ada tentu bukanlah tindakan bijak. Setiap orang jelas punya pendapat berbeda-beda dengan alasan yang juga tidak sama satu sama lain. Kalau bagi saya pribadi, sampai saat ini SponsoredReviews masih yang terbaik. Kenapa? Alasannya simpel. Pertama, situs paid review yang satu ini merupakan sumber penghasilan terbesar saya dengan jumlah opportunity yang rutin mereka berikan setiap periode. Kedua, di SponsoredReviews saya dan juga blogger lainnya diposisikan sebagai mitra, bukan karyawan. Alasan pertama jelas sekali subjektif, tapi alasan kedua tampaknya perlu dibedah lebih dalam.

Kenapa saya bilang di SponsoredReviews kita sebagai blogger diposisikan sebagai mitra? Begini. Di SponsoredReviews kita memiliki dua jalan untuk memperoleh review. Pertama melalui proses bidding alias lelang opportunity, dan kedua advertiser akan meminta langsung kepada kita untuk menuliskan review. Untuk yang kedua ini sebelumnya advertiser masuk ke dalam direktori blog di member area mereka dan mencari blog yang sesuai dengan kriteria yang mereka inginkan. Kedua jalan ini sama-sama memberikan kebebasan kepada kita sebagai blogger untuk menerima, menegoisasikan harga (payout/imbalan), atau bahkan menolak sebuah tawaran. Dapat menegoisasikan harga inilah poin pembedanya. Berbeda halnya dengan, katakanlah, Blogvertise yang memberikan harga mati pada sebuah task. Kalau suka ya silakan ambil, kalau tidak suka ya silakan di-decline. Padahal harga yang diberikan kadang terlalu kecil.

Hal lain, SponsoredReviews tidak membeda-bedakan blogger yang menjadi membernya. Mau blogger pemula, blogger setengah-setengah alias agak ahli, sampai blogger senior mempunyai kesempatan yang sama dalam memperoleh review. Persyaratan yang tidak boleh ditawar-tawar hanyalah umur blog, jumlah posting dan jumlah kunjungan alias popularitas blog. Ketiganya ini tidak saling mengikat. Artinya, meskipun blog Anda berumur kurang dari 3 bulan tapi memiliki jumlah posting dan kunjungan memadai, peluang untuk diterima cukup besar. Buktinya saya saat mendaftarkan blog ini yang baru berusia kurang dari sebulan tapi sudah dikunjungi lebih dari 1000 kali dengan link tersebar di mana-mana. :p Pengalaman berbeda saya alami dengan Smorty. Pertama mendaftar ditolak dengan alasan PR masih 0. Begitu PR-nya naik menjadi 3, tetap saja ditolak dengan alasan berbeda. Heran deh.

Hal paling pokok yang menjadi konklusi dari semuanya adalah bahwa di SponsoredReviews tercipta kondisi win-win alias saling membutuhkan. Artinya antara blogger dan SponsoredReviews selaku broker posisinya sejajar. Kondisi berbeda saya alami dengan program paid review lain di mana saya merasa seolah-olah hanya saya yang membutuhkan si broker. Mendaftarkan sebiji blog-pun sudah seperti pengemis, belum lagi meminta job. (Saya garis-bawahi bahwa ini hanyalah pendapat saya berdasarkan pengalaman pribadi. Blogger lain bisa jadi tidak mengalami hal ini, terutama mereka yang tidak hanya bermodalkan blog-blog gratisan.)

Nah, bila dulu saya pernah bilang kalau paid review adalah solusi bagi blogger pemula, maka pernyataan tersebut saya kerucutkan lagi. Bagi saya, SponsoredReviews adalah solusi bagi blogger pemula yang susah menjaring dolar di program-program online earning lain. Jadi, kalau Anda belum juga bergabung, klik di sini untuk mendaftar.

Baca Lanjutannya di sini...

24 Januari 2008

2

Tidak Harus 3 Bulan?

"Aturan dibuat untuk dilanggar."

Pernah denger kalimat itu? Yup, itu satu kalimat sakti yang sering banget dipakai oleh para pelanggar hukum alias orang-orang jahil. Mereka paling tidak suka diatur. Mereka hanya mau mengatur diri mereka sendiri dengan aturan yang mereka buat sendiri. Mmmh, kacau juga ya kalau semua orang punya prinsip seperti itu.

Btw, barusan saya menjadi bagian dari para orang usil yang suka nabrak aturan itu. Ceritanya begini. Semenjak memulai blog ini awal tahun lalu, saya banyak nerima email dari mana-mana yang menanyakan hal-hal lebih detil mengenai SponsoredReviews. Beberapa bahkan ada yang dari negeri jiran; Malaysia dan Brunei Darussalam. Nah, pertanyaan yang paling sering diutarakan oleh mereka adalah: blog harus berumur 3 bulan ya? Berhubung aturan di SponsoredReviews tertulis begitu, ya tentu saja saya jawab saja iya.

Eh, tadi koq saya iseng punya pikiran jahil. Blog ini meskipun baru berumur 2 mingguan, tapi pengunjungnya dah lumayan banget. Saya sendiri sampe geleng-geleng kepala dibuatnya. Berdasarkan keyakinan kalau faktor penentu diterimanya sebuah blog bukan cuma umurnya, tapi juga jumlah kunjungannya, maka saya nekat coba-coba daftarkan blog ini ke SponsoredReviews. Sempet deg-degan juga sih, apalagi tadi pake error segala. Sebel banget deh. Tunggu punya tunggu... JRENG! Ternyata berhasil diterima. Asyik, berarti job-job yang dulu pernah di-reject sama advertiser ada peluang untuk bisa diambil lagi nih. Wesss, langsung deh sapu bersih semua opportunity yang ada. Rakus banget ya?

Nah, dari pengalaman ini sebenarnya ada dua hal pokok yang menentukan diterima-tidaknya blog kita di SponsoredReviews. Faktor pertama adalah umur minimal, tapi syarat ini bisa mentah jika jumlah kunjungan blog tersebut sangat bagus. Hanya saja ini baru asumsi saya saja lho. Soalnya semua blog yang saya daftarkan di SponsoredReviews dan keterima tidak ada yang berumur sampai 3 bulan. Padahal jelas-jelas aturan atau ToS-nya SponsoredReviews menyatakan kalau blog yang didaftarkan harus berumur minimal 3 bulan. Nah lho! Saya rasa satu-satunya keunggulan blog-blog yang saya daftarkan tersebut adalah jumlah kunjungannya yang lumayan banyak untuk ukuran sebuah blog baru.

Bagaimana dengan Anda? Berani mencoba?

Baca Lanjutannya di sini...

21 Januari 2008

5

Harus Blog English?

Wah, kemarin saya membuat satu kesalahan fatal saat menjawab pertanyaan Kang Bawor. Beliau bertanya apakah blog berbahasa selain Inggris bisa didaftarkan ke SponsoredReviews. Saya, dengan super pede, menjawab 'Gak boleh!'. Saya tambahin pula kalo prosentase bahasa Inggris dan bahasa lain di blog haruslah 80-20. Eh, barusan baca-baca petunjuk di situs SponsoredReviews ternyata gak ada tuh yang membenarkan jawaban saya pada Kang Bawor itu. Duh, sori ya, Kang. :D

Oke, sebagai penebus kesalahan tersebut, berikut saya sajikan informasi mengenai persyaratan blog yang boleh didaftarkan ke SponsoredReviews. Supaya gak ada informasi yang ngaco lagi, maka langkah amannya saya terjemahkan saja dari situsnya si 'Bos' ini. Gpp kan? Nah, yang saya terjemahkan berikut adalah requirements yang ada di halaman Manage Blog==>Add New Blog. Kurang lebih begini terjemahan bebasnya (dengan cara saya tentu saja):


  • Persyaratan pertama adalah, jangan sekali-kali mendaftarkan blog yang tidak sesuai dengan kriteria yang telah dietapkan. Account member dapat di-suspend jika melakukan hal tersebut.

  • Blog Anda haruslah memiliki paling tidak 10 posting nonkomersil dan masing-masing adalah unique content dengan minimal 200 kata.

  • Blog Anda haruslah berumur paling tidak 3 bulan.

  • Blog Anda haruslah memiliki rasio paling tidak 2:1 antara nonkomersil dan komersil posting. Maksud komersil di sini adalah content erbayar alias paid review. Jadi, Anda boleh menggabungkan paid review SponsoredReviews dengan program lain, tapi rasio antara paid review dengan yang non-paid paling tidak 1:2.

  • URL yang didaftarkan/di-submit adalah homepage blog. Paling tidak 50 kata dan satu link harus ada di URL tersebut untuk setiap paid review yang dibuat pada saat pertama kali diposting. (Bingung ya? Sama dong.)

  • Jika blog bukanlah homepage situs, harus ada link menuju ke blog tersebut pada homepage situs.

  • Blog yang didaftarkan haruslah milik Anda sendiri. Free-for-all (FFA) atau blog komunitas tidak dapat diterima. Blog gratisan seperti blogspot (juga seperti blog ini :p) dapat diterima.

  • Blog yang didaftarkan bukanlah automated blog alias dibuat dengan software otomatis serta bukan blog yang dibangun semata-mata untuk tujuan meningkatkan traffic.

  • Blog yang tidak berbahasa Inggris dapat diterima, dengan syarat menjelaskan bahasa utama yang dipakai pada judul blog. Contohnya, "Blogecko - Indonesian" atau "Sambungroso - Javanese". Meski begitu, review tetaplah harus ditulis dalam bahasa Inggris, kecuali diminta lain oleh advertiser.

  • Blog yang sepi pengunjung alias traffic-nya rendah akan ditolak.
Nah, itulah syarat-syarat yang harus dipenuhi sebuah blog sebelum didaftarkan ke SponsoredReviews. Mau nyoba main kadal-kadalan? Boleh, tapi sistem SponsoredReviews akan secara otomatis menolak blog yang tidak memenuhi kriteria tersebut di atas. Ngeyel? Coba aja sendiri. Semoga sukses anyway...

Belum gabung dengan SponsoredReviews? Klik di sini untuk langsung bergabung.

Baca Lanjutannya di sini...

20 Januari 2008

2

Petunjuk Bidding di SponsoredReviews

Hai, semua. Sejak pertama kali meluncurkan blog ini, banyak respon berdatangan ke saya. Baik lewat tag box, comment box dan juga email. Bahkan ada yang sampe ninggalin nomer HP segala lho. :) Pertanyaan yang diajukan kebanyakan mengenai teknis menjalankan kerjasama dengan SponsoredReviews dan tetek-bengek lainnya. Terima kasih banyak atas atensi Anda semua. Semoga saja SponsoredReviews dapat menjadi alternatif sumber penghasilan yang menjanjikan di masa serba sulit seperti sekarang. Amin.

Oke, sekarang kita membahas tentang proses bidding atau lelang alias mencari sebuah opportunity review di SponsoredReviews. Supaya lebih valid dan relevan, berikut saya tampilkan terjemahan bebas dari situs SponsoredReviews mengenai hal tersebut dengan beberapa keterangan tambahan dari saya.

Setelah memasukkan blog Anda ke dalam sistem SponsoredReviews dan di-approve, Anda dapat memulai bidding (lelang) pada daftar opportunity yang tersedia. Perlu dicatat bahwa tidak penting sama sekali bagi Anda untuk melakukan bidding pada sebuah opportunity hanya dengan tujuan menghasilkan uang. Advertiser alias pemasang iklan juga akan mencari blog yang sesuai dengan kriteria yang mereka inginkan melalui blog directory yang dimiliki oleh SponsoredReviews dan membayar sebuah review langsung kepada Anda. Tapi tentu saja Anda akan menghasilkan lebih banyak uang jika Anda proaktif dalam mencari dan melakukan bidding pada opportunity.

SponsoredReviews sangat merekomendasikan Anda untuk pertama-tama memperhatikan relevansi blog dengan opportunity yang ditawarkan. Advertiser lebih suka menerima tawaran dari blog yang relevan. Apabila Anda mau menurunkan harga penawaran di bawah harga umum yang ditawarkan advertiser, peluang Anda untuk diterima akan semakin besar. Misalnya advertiser menawarkan harga antara $10-50. Kemungkinan Anda untuk diterima akan lebih besar jika Anda mau memberikan harga $11, $12 atau paling tinggi $15 ketimbang menawarkan harga $20 atau di atasnya. Sistem SponsoredReviews akan menunjukkan perbedaan antara harga yang kita minta dengan harga penawaran umum kepada advertiser. Jadi, jika harga Anda dianggap 'bagus', opportunity tersebut akan menjadi milik Anda.

Jika Anda menemukan sebuah opportunity yang ingin Anda tulis reviewnya, Anda dapat melakukan penawaran dengan cara mengklik nama opportunity tersebut. Lalu muncullah sebuah halaman baru yang memperlihatkan detil opportunity tersebut. Harga penawaran dapat Anda ajukan dengan menuliskannya pada kotak kecil di samping kanan halaman. Anda hanya dapat melakukan penawaran jika harga blog Anda (yang telah ditentukan berdasarkan saran SponsoredReviews pada saat pertama kali mendaftarkan blog) sesuai dengan harga minimum yang diminta advertiser. Dan harga tawaran Anda tidak boleh lebih tinggi dari harga blog Anda.

Begitu penawaran Anda dimasukkan ke dalam sistem untuk disampaikan pada advertiser, keputusan untuk menerima, menawar balik atau menolak berada sepenuhnya di tangan advertiser. Jika penawaran Anda diterima, Anda akan menerima email pemberitahuan dari SponsoredReviews dan memiliki waktu selama 7 hari untuk menyelesaikan reviewnya. Kadangkala advertiser melakukan penawaran balik dengan harga lebih rendah dari yang Anda minta. Dalam kasus ini Anda dapat langsung menerima tawaran tersebut (dengan catatan persenan yang akan Anda terima lebih rendah), melakukan penawaran balik lagi dengan harga lebih tinggi dari penawaran advertiser sebelumnya, atau bahkan menolaknya (berani nggak? :p). Nah, jika advertiser menolak penawaran Anda, secara otomatis semua proses bidding selesai. Anda tidak dapat melakukan penawaran untuk kedua kalinya pada bidding yang telah ditolak advertiser dengan blog yang sama.

Beberapa advertiser akan langsung memberi keputusan terhadap penawaran Anda hanya dalam hitungan jam. Namun banyak juga yang memerlukan waktu lama sebelum memberikan keputusan. Karena itu pastikan tawaran Anda mencolok sehingga lebih menarik di mata advertiser. Sebagai tambahan, Anda akan lebih diperhatikan jika tema blog Anda sesuai dengan opportunity yang ditawarkan advertiser. Lalu harga adalah faktor kedua yang tak kalah penting. Sebuah ujar-ujar yang cocok dengan masalah harga ini adalah, "a half of something is better than a full of nothing". Ya, rasanya lebih baik menerima setengah harga tapi ada review yang bisa digarap daripada mengharapkan harga penuh tapi kemudian ditolak. Setuju?

Semoga bermanfaat.
Belum bergabung dengan SponsoredReviews? Klik di sini untuk langsung bergabung.

Baca Lanjutannya di sini...

15 Januari 2008

0

Direject Terus Ya???

Kemarin saya punya pengalaman menyebalkan dengan SponsoredReviews, tapi menyebalkan dari sisi saya sebagai member. Bagaimana tidak? Setelah 3 hari nganggur alias tidak dapat task, saya coba-coba melakukan penawaran. Lagipula ada beberapa advertiser baru yang belum saya coba dan saya juga punya blog lain yang belum pernah saya ikut-sertakan dalam proses bidding. Coba tebak? Alamak, tawaran saya yang memakai blog lain langsung ditolak menit itu juga. Gila! Sebelumnya penolakan datang paling cepat setelah 24 jam. Lha ini koq gak sampe semenit langsung ditolak.

Memang saya juga salah sih. Salahnya, saya melakukan penawaran pada opportunity yang sudah pernah saya kerjakan dengan blog yang lain. Pikir saya akan berjalan mulus mengingat dalam rule atau TOS yang dikeluarkan SponsoredReviews tidak ada larangan mengenai hal ini. Bahkan SponsoredReviews memperbolehkan membernya untuk melakukan banyak penawaran terhadap satu opportunity, syaratnya blog yang digunakan berbeda. Tapi koq saya ditolak langsung?

Tanpa menunggu lama saya langsung mengontak tim support SponsoredReviews via email. Saya ceritakan pengalaman saya ditolak advertiser tadi sambil menanyakan apakah ada pembatasan terhadap jumlah opportunity yang boleh diambil dalam satu periode (2 minggu/14 hari). Saya juga setengah menuduh SponsoredReviews melakukan sistemisasi/otomatisasi dalam proses bidding dengan mengacu pada pengalaman saya yang ditolak hanya dalam waktu kurang dari semenit. Jawabannya sungguh menggembirakan. Tim support SponsoredReviews mengatakan kalau tidak ada pembatasan terhadap jumlah opportunity, tapi memang ada persentasi antara jumlah opportunity yang bisa didapatkan dengan jumlah tawaran yang dilakukan. Bingung ya dengan penjelasan saya? Nih, baca sendiri email balasan dari SponsoredReviews:

Hi Ecko, We do not limit the number of reviews that you can do. You can expect to get a 5-15% approval rate on your bids depending on how much you are bidding and the quality and relevance of your site. For more information, please refer to this post: Help! Advertisers keep rejecting/ignoring my bids! http://blog.sponsoredreviews.com/?p=44

Regards, Mandy

Sayangnya mengenai bidding otomatis dengan sistem tidak dijawab, jadi saya tetap mempunyai kecurigaan ke arah itu. Lagipula memang kayanya tidak mungkin kalau biddingnya manual oleh manusia. Ini kan era milenium gitu loh... Bagian yang paling menggembirakan, bersamaan dengan balasan tersebut SponsoredReviews juga memberikan 1 job lagi. Harganya juga lumayan, US$ 7 di mana saya bakal dapet bagian US$ 4.55. Yah, lumayanlah untuk tambah-tambah earning periode ini, walaupun target US$ 100 saya masih jauh.

Terakhir, untuk lebih jelas mengenai penawaran yang di-reject terus ini bisa dibaca lebih lengkap di blog resminya SponsoredReviews. Belum gabung di SponsoredReviews? Klik saja di sini untuk mendaftar di bawah referensi saya. Tentu saja ada 'something special' buat Anda yang mau mendaftar di bawah referensi saya. Apa itu? :p

Semoga bermanfaat.

Baca Lanjutannya di sini...

11 Januari 2008

0

Buah dari Terlalu 'Ngoyo'

Duh, kayanya ini bukan hari yang bagus untuk saya. Tadi setelah posting review untuk SponsoredReviews di blog Eko-Sudjarwo, saya login dan mendapati kalo 'Job in Progress'-nya (0) alias belum ada advertiser yang menyetujui tawaran saya. Mmm, kayanya harus istirahat dulu deh setelah hampir seminggu ini 'ngoyo' nulis 3-4 review per hari. Setelah saya pikir-pikir, kayanya ini kesalahan saya deh.

Begini. Pada saat pertama kali di-approved, saya langsung melakukan pelelangan review dengan banyak advertiser. Hasilnya saya menerima banyak order. Nah, kesemua order tersebut langsung saya garap dan diposting hanya sehari sesudah order masuk ke member area, semuanya! Tapi kalo sampe ada 7 ya saya manage antara 3-4 saja per hari. Di sinilah kesalahan saya! Saya terlalu 'ngoyo' menggarap banyak review dalam sehari, padahal tenggang waktu 'due date'-nya cukup lama, setiap review bisa kita selesaikan dalam tempo hingga 7 hari. Jadi, sebenarnya kalo saya sedikit sabar, sekitar seminggu ke depan saya masih bisa terus nulis dan earning hariannya lancar. Tapi karena 'ngoyo' tadi ya begini hasilnya. :)

Maka saran saya bagi Anda, terutama yang baru mempelajari paid review, bila memiliki stok 'task' yang banyak, usahakan untuk memposting maksimal 2 review saja per hari. Ini sudah cukup dan akan menjaga konsistensi earning harian kita. Kalau Anda kebut semua (seperti kebodohan saya), maka Anda akan mengalami nasib seperti saya. Akhirnya nganggur! Padahal, sumpah, nganggur itu sangat tidak enak. Biasanya terima earning US$ 6-10 dan kemudian gak ada earning itu sungguh menyiksa batin!

Satu hal lagi, SponsoredReviews mensyaratkan membernya untuk selalu menjaga rasio antara posting berbayar dan posting tidak berbayar itu 1:3. Itu artinya, untuk setiap 1 review yang kita posting, maka kita juga harus memposting 3 artikel yang bersifat non-komersil. Nah, ini juga alasan penting kenapa sebaiknya kita hanya memposting 1 paid review saja setiap hari. Kita memang bisa saja memposting 3-4 review setiap hari (seperti kebodohan saya--lagi), tapi itu bearti kita juga harus memposting 9-12 artikel lain dalam hari yang sama. Gila! Hal yang paling mungkin ya copy-paste content dari web lain (jadi ketahuan :p).

Oke, ini akan jadi pelajaran bagi saya dan semoga bermanfaat bagi Anda.
Join SponsoredReviews hari ini? Klik di sini.

Baca Lanjutannya di sini...

10 Januari 2008

0

Review US$ 10 Lagi...

Alhamdulillah, Allah ternyata mendengar doa saya. Kemarin saya nulis (sekaligus berdoa) semoga gak cuma sekali dapat harga US$ 10/review, ternyata hari ini langsung dijawab dengan sebuah 'task' yang bernilai US$ 10. Lumayan, berarti besok US$ 6.50 sudah di tangan hanya dengan menulis 1 review saja. Hmmm, jadi inget Google AdSense. Gimana ya kabar earning GA saya? Sudah lama banget saya gak ngecek account GA, padahal dulu setiap hari saya liat. Dan saya akan berteriak kecil ketika melihat earning yang masuk. US$ 0.48, US$ 0.12, US$ 0.24, bahkan pernah sehari cuma nambah US$ 0.01. Busyet, koq sama dengan bayaran di program PTC sih? :p

Setelah dapat 'task' beruntun dari SponsoredReviews, saya kelimpungan. Bingung bagi waktu, padahal saya cuma 'menjatahkan' maksimal 5 jam untuk ngenet, kecuali saya bisa melek malam seperti sekarang. Cuma kata Bang Rhoma Irama kan gak baik sering-sering begadang, iya kan? Saya gak tanya kalau bedagang malam kira-kira baik gak ya? :p

Oya, kalau Anda melihat iklan yang saya beri judul 'e-book terbaru', saya tidak menyuruh Anda untuk membeli, tapi US$ 1 bukanlah harga yang pantas untuk report sekelas itu. Bukan, bukan karena report-nya jelek sekali, justru harga US$ 1 itu TERLALU MURAH. Sekedar berbagi, awalnya saya hanya iseng saja membeli e-book tersebut. Biasanya saya cari e-book gratisan, eh begitu liat iklan itu jadi tertarik lalu berkunjung. Begitu tahu harganya cuma US$ 1, saya coba-coba transaksi. Maksudnya sih cuma ingin ngetes account PayPal dan pengen tahu gimana rasanya bertransaksi online. Eh, begitu e-booknya saya baca, luar biasa. Alasan yang disampaikan tentang matinya email marketing cukup rasional. Dan yang lebih penting lagi, penulis buku tersebut menawarkan satu kesempatan emas bagi kita untuk memanfaatkan kondisi tersebut. Sekali lagi saya tidak menyuruh Anda membelinya, cuma akan ada manfaatnya kalau Anda membaca report tersebut. Tertarik? Klik di sini untuk membelinya.

Buat sahabat-sahabat muslimin-muslimat, besok adalah 1 Muharom. Mari kita jelang tahun baru dengan introspeksi diri, mengingat apa yang sudah kita lakukan di tahun-tahun sebelumnya bagi diri sendiri, keluarga, orang lain dan agama. Serta jangan lupa untuk menyusun rencana dan target-target apa yang ingin dicapai setahun mendatang. Oke?

Baca Lanjutannya di sini...